Dirjen GTK: Guru Sekolah Rakyat akan Diseleksi dari Lulusan PPG

Rabu, 04 Juni 2025 - 19:56 WIB
loading...
Dirjen GTK: Guru Sekolah...
Dirjen GTKPK Kemendikdasmen Prof. Nunuk Suryani dan jajarannya pada konferensi pers mengenai guru di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (4/6/2025). Foto/Kemendikdasmen.
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan mengambil guru untuk Sekolah Rakyat dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Khususnya fresh graduate yang memiliki komitmen dan semangat tinggi untuk mengabdi sebagai pendidik.

Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPK) Kemendikdasmen, Prof. Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa rekrutmen ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam mendukung pendirian Sekolah Rakyat di berbagai daerah prioritas.

Dalam tahap awal, ujar Nunuk, pemerintah merencanakan pembangunan 100 Sekolah Rakyat, dengan kebutuhan sekitar 1.514 guru yang akan mendampingi dan membina siswa-siswi secara intensif dalam sistem boarding school.

Baca juga: Prabowo Gagas Sekolah Rakyat dan Unggulan Garuda, Pratikno: Pemerataan Sekaligus Peningkatan Kualitas

Nunuk menjelaskan, guru untuk Sekolah Rakyat akan diambil dari guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik dari PPG. Jumlah guru yang akan disiapkan akan mencapai tiga kali lipat dari total kebutuhan sehingga bisa diseleksi dengan baik oleh Kemensos.

Ia menambahkan, para guru yang akan direkrut tidak hanya memiliki sertifikat PPG, tetapi juga akan melewati berbagai tahapan seleksi ketat, termasuk tes kemampuan Bahasa Inggris, uji karakter, serta kesediaan tinggal di asrama bersama para siswa.

Baca juga: 63 Sekolah Rakyat Beroperasi Juli 2025, Kemensos: Sisanya Tahun Berikutnya

“Kalau untuk sekolah rakyat, gurunya itu dari lulusan PPG, jadi masih fresh graduate, yang akan diikutkan seleksi. Bukannya redistribusi karena ternyata lokasi-lokasi Sekolah Rakyat itu guru-guru sekitarnya itu tidak berlebih guru, jadi ga bisa dipindah,” katanya di Kantor Kemendikdasmen, Rabu (4/6/2025).



Guru-guru tersebut, jelas Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) ini nantinya akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bekerja penuh waktu di Sekolah Rakyat dan tinggal di asrama.

Baca juga: Siapa Calon Guru di Sekolah Rakyat? Gus Ipul Beri Bocoran Ini

“Mereka harus tinggal di asrama, harus mendampingi anak-anak, paradigma baru itu akan sulit kalau mereka (guru) itu sudah senior,” ujarnya menjelaskan alas an guru Sekolah Rakyat itu dari lulusan PPG.

Proses rekrutmen akan diawali dengan usulan formasi dari Kementerian Sosial kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), yang kemudian akan membentuk Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dengan melibatkan Kemendikbudristek.

Adapun kebutuhan Kepala Sekolah (KS) untuk Sekolah Rakyat juga telah diidentifikasi. Pemerintah hanya akan menempatkan kepala sekolah dari kalangan ASN yang telah berpengalaman dan memenuhi kriteria sesuai Permendikbud, serta bersedia dipindahkan ke lokasi Sekolah Rakyat.

Prof. Nunuk menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya untuk mengisi kekosongan guru di Sekolah Rakyat, tetapi juga sebagai strategi menjaga keseimbangan distribusi guru secara nasional, mengingat saat ini Indonesia masih mengalami kekurangan guru aktif hingga 700.000 orang.

“Kalau kita mengambil dari guru ASN yang sudah ada, maka akan memperparah kekurangan guru di sekolah asal mereka. Karena itu, kita harus cermat dan inovatif dalam pengadaan guru baru, sekaligus memberi peluang bagi lulusan PPG untuk mengabdi,” paparnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Berita Terkini
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved