Bukan Cuma Gedung Tinggi, Unika Atma Jaya Punya Ruang Terbuka Hijau di Tengah Jakarta
Jum'at, 06 Juni 2025 - 20:25 WIB
loading...
Di tengah padatnya kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Universitas Katolik Atma Jaya menghadirkan ruang terbuka hijau. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah padatnya kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) menghadirkan ruang terbuka hijau yang diberi nama ATMATerra Communal Space. Berada di tengah kampus yang dikelilingi gedung-gedung tinggi, area ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan ruang yang jarang ditemukan di pusat kota.
RTH telah diresmikan pada 4 Oktober 2024 oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dan mendapat dukungan dari mendiang Paus Fransiskus sebagaimana tertuang dalam prasasti yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus.
Baca juga: Taman Kota Peruri: Dari Eks Pabrik Percetakan Uang, Jadi Ruang Terbuka Hijau
ATMATerra bukan sekadar taman. Ruang ini dibangun sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang terbuka, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan kultural.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, menjelaskan bahwa ruang terbuka ini memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar ruang hijau.
“Kenapa kita membuat ruang terbuka di kampus? Karena ke depan, pendidikan bukan hanya terjadi di ruang kelas yang tertutup. Kita butuh ruang di mana terjadi perjumpaan—ruang untuk ngobrol, berdiskusi, bahkan bertemu orang baru,” ujar Prof. Yuda, dikutip Jumat (6/6/2025).
Ia menambahkan bahwa konsep ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga bisa diakses masyarakat sekitar. Menurutnya, pendidikan juga terjadi dalam interaksi sehari-hari di luar kelas, misalnya saat duduk di kantin atau di bawah pohon.
Ruang terbuka ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas lain yang diperbarui, seperti ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata yang terletak di area taman. Goa Maria yang dibangun sejak 1985 ini direnovasi dan masih berdiri di bawah pohon beringin yang menjadi bagian dari lanskap alami kampus.
Dalam rangka Perayaan Lustrum ke-13 atau HUT ke-65, Unika Atma Jaya meresmikan sejumlah fasilitas baru hasil revitalisasi di Kampus Semanggi. Fasilitas yang diresmikan antara lain Lobby Karol Wojtyla by ASTRA, ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata.
Goa Maria Immaculata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Unika Atma Jaya. Goa Maria Immaculata memiliki nilai sejarah yang mendalam sejak dibangun pada 1985 dan diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II saat kunjungannya ke Indonesia pada 1989.
Di momen usia ke 65 tahun ini, revitalisasi Goa Maria Immaculata dilakukan dengan harapan dapat mendorong umat untuk semakin menghidupi kehidupan spiritual.
Pemberian nama ATMATerra sendiri berasal dari gabungan kata “Atma” (jiwa) dan “Terra” (bumi), menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Konsep keberlanjutan menjadi bagian dari gagasan besar pembangunan area ini.
Lebih jauh, Prof. Yuda mengungkapkan bahwa pihak kampus juga tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Kebudayaan untuk menghadirkan kegiatan komunitas di ruang ini, termasuk rencana membuat pasar rakyat berbasis budaya.
RTH telah diresmikan pada 4 Oktober 2024 oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo dan mendapat dukungan dari mendiang Paus Fransiskus sebagaimana tertuang dalam prasasti yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus.
Baca juga: Taman Kota Peruri: Dari Eks Pabrik Percetakan Uang, Jadi Ruang Terbuka Hijau
ATMATerra bukan sekadar taman. Ruang ini dibangun sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang terbuka, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan kultural.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Yuda Turana, menjelaskan bahwa ruang terbuka ini memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar ruang hijau.
“Kenapa kita membuat ruang terbuka di kampus? Karena ke depan, pendidikan bukan hanya terjadi di ruang kelas yang tertutup. Kita butuh ruang di mana terjadi perjumpaan—ruang untuk ngobrol, berdiskusi, bahkan bertemu orang baru,” ujar Prof. Yuda, dikutip Jumat (6/6/2025).
Ia menambahkan bahwa konsep ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga bisa diakses masyarakat sekitar. Menurutnya, pendidikan juga terjadi dalam interaksi sehari-hari di luar kelas, misalnya saat duduk di kantin atau di bawah pohon.
Ruang terbuka ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas lain yang diperbarui, seperti ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata yang terletak di area taman. Goa Maria yang dibangun sejak 1985 ini direnovasi dan masih berdiri di bawah pohon beringin yang menjadi bagian dari lanskap alami kampus.
Dalam rangka Perayaan Lustrum ke-13 atau HUT ke-65, Unika Atma Jaya meresmikan sejumlah fasilitas baru hasil revitalisasi di Kampus Semanggi. Fasilitas yang diresmikan antara lain Lobby Karol Wojtyla by ASTRA, ATMACanteen dan Goa Maria Immaculata.
Goa Maria Immaculata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Unika Atma Jaya. Goa Maria Immaculata memiliki nilai sejarah yang mendalam sejak dibangun pada 1985 dan diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II saat kunjungannya ke Indonesia pada 1989.
Di momen usia ke 65 tahun ini, revitalisasi Goa Maria Immaculata dilakukan dengan harapan dapat mendorong umat untuk semakin menghidupi kehidupan spiritual.
Pemberian nama ATMATerra sendiri berasal dari gabungan kata “Atma” (jiwa) dan “Terra” (bumi), menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Konsep keberlanjutan menjadi bagian dari gagasan besar pembangunan area ini.
Lebih jauh, Prof. Yuda mengungkapkan bahwa pihak kampus juga tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Kebudayaan untuk menghadirkan kegiatan komunitas di ruang ini, termasuk rencana membuat pasar rakyat berbasis budaya.
(nnz)
Lihat Juga :