Prodi Teknik Informatika Unpam Gelar Seminar Masa Depan Web Development
Selasa, 10 Juni 2025 - 15:45 WIB
loading...
Program Studi Teknik Informatika Unpam menggelar seminar Masa Depan Web Development: Membangun Generasi Programmer yang Andal, Kreatif, dan Berdaya Saing di Auditorium Darsono, Kampus Viktor, Tangsel, Kamis 5 Juni 2025. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TANGSEL - Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) sukses menggelar Seminar Nasional Teknik Informatika bertema Masa Depan Web Development: Membangun Generasi Programmer yang Andal, Kreatif, dan Berdaya Saing. Seminar ini digelar di Auditorium Darsono, Kampus Viktor, Tangerang Selatan (Tangsel) serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube, Kamis 5 Juni 2025.
Antusiasme peserta sangat tinggi, untuk peserta yang mengikuti sebanyak kurang lebih 7.000 peserta, yang terbagi dari 2.300 peserta hadir secara langsung di Auditorium Darsono Unpam kampus 2 viktor dan sisanya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.Baca juga: AI Dituding Jadi Biang Kerok Melejitnya Angka Pengangguran di AS
Ketua Program Studi Teknik Informatika Unpam Ahmad Musyafa mengatakan, seminar ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran web developer di era digital yang terus berubah. “Web development kini tidak hanya soal membuat situs, tetapi sudah berkembang menjadi dunia yang dinamis, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna yang kompleks serta adaptif terhadap teknologi baru seperti artificial intelligence,” katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan MIPA Yan Mitha Djaksana menekankan seminar ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan. “Cara kalian mengabdi pada kampus ini adalah dengan mengembangkan diri: punya skill, berprestasi, IPK tinggi, aktif menulis, dan mampu lulus tepat waktu. Menulis adalah cara kalian dikenang dalam sejarah,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sasmita Jaya Pranoto mengapresiasi kontribusi panitia dan mahasiswa. Ia menegaskan Yayasan Sasmita Jaya terus menginisiasi berbagai proyek pengembangan web dan teknologi informasi, khususnya untuk mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Hampir semua aplikasi internal Unpam dikembangkan oleh Prodi Teknik Informatika, melalui pusat kajian dan inkubasi teknologi informasi. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara yayasan, prodi, dan LPPM,” jelasnya.
Rektor Unpam E Nurzaman menegaskan seminar ini adalah bagian dari upaya akademik untuk menciptakan ruang pembelajaran baru. Ia mendorong mahasiswa agar mampu menjadi insan yang tidak hanya terpelajar, tetapi juga memiliki karakter kuat. “Persiapkan masa depan secara serius, berencana panjang, tekun, dan jangan lupa berdoa. Doa bisa mengubah dunia,” tuturnya. Baca juga: PKM Unpam Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Praktik Bijak Bermedia Sosial di SMA Adzkia
Sesi utama seminar menghadirkan dua narasumber inspiratif. Sandhika Galih Amalga, seorang Google Developer Expert dan pendiri platform edukatif WPU serta Atang Susila, praktisi dan dosen Teknik Informatika. Sandhika menyampaikan pentingnya talenta digital dalam empat aspek yakni hard skill (pemrograman, algoritma, keamanan, deployment), soft skill (komunikasi, bahasa Inggris, prompting AI), pemanfaatan kecerdasan buatan, serta personal branding dalam dunia digital. Ia juga membedah struktur profesi web development seperti front-end, back-end, DevOps, dan full-stack.
Sementara Atang Susila memaparkan perjalanan panjang evolusi web sejak awal kemunculannya hingga era modern yang serba terintegrasi dengan teknologi AI dan big data. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam menghasilkan solusi digital yang bermanfaat.
Antusiasme peserta sangat tinggi, untuk peserta yang mengikuti sebanyak kurang lebih 7.000 peserta, yang terbagi dari 2.300 peserta hadir secara langsung di Auditorium Darsono Unpam kampus 2 viktor dan sisanya mengikuti secara daring dari berbagai daerah.Baca juga: AI Dituding Jadi Biang Kerok Melejitnya Angka Pengangguran di AS
Ketua Program Studi Teknik Informatika Unpam Ahmad Musyafa mengatakan, seminar ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap peran web developer di era digital yang terus berubah. “Web development kini tidak hanya soal membuat situs, tetapi sudah berkembang menjadi dunia yang dinamis, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman pengguna yang kompleks serta adaptif terhadap teknologi baru seperti artificial intelligence,” katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan MIPA Yan Mitha Djaksana menekankan seminar ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan. “Cara kalian mengabdi pada kampus ini adalah dengan mengembangkan diri: punya skill, berprestasi, IPK tinggi, aktif menulis, dan mampu lulus tepat waktu. Menulis adalah cara kalian dikenang dalam sejarah,” ujarnya.
Ketua Yayasan Sasmita Jaya Pranoto mengapresiasi kontribusi panitia dan mahasiswa. Ia menegaskan Yayasan Sasmita Jaya terus menginisiasi berbagai proyek pengembangan web dan teknologi informasi, khususnya untuk mendukung kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Hampir semua aplikasi internal Unpam dikembangkan oleh Prodi Teknik Informatika, melalui pusat kajian dan inkubasi teknologi informasi. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara yayasan, prodi, dan LPPM,” jelasnya.
Rektor Unpam E Nurzaman menegaskan seminar ini adalah bagian dari upaya akademik untuk menciptakan ruang pembelajaran baru. Ia mendorong mahasiswa agar mampu menjadi insan yang tidak hanya terpelajar, tetapi juga memiliki karakter kuat. “Persiapkan masa depan secara serius, berencana panjang, tekun, dan jangan lupa berdoa. Doa bisa mengubah dunia,” tuturnya. Baca juga: PKM Unpam Gelar Pelatihan Kewirausahaan dan Praktik Bijak Bermedia Sosial di SMA Adzkia
Sesi utama seminar menghadirkan dua narasumber inspiratif. Sandhika Galih Amalga, seorang Google Developer Expert dan pendiri platform edukatif WPU serta Atang Susila, praktisi dan dosen Teknik Informatika. Sandhika menyampaikan pentingnya talenta digital dalam empat aspek yakni hard skill (pemrograman, algoritma, keamanan, deployment), soft skill (komunikasi, bahasa Inggris, prompting AI), pemanfaatan kecerdasan buatan, serta personal branding dalam dunia digital. Ia juga membedah struktur profesi web development seperti front-end, back-end, DevOps, dan full-stack.
Sementara Atang Susila memaparkan perjalanan panjang evolusi web sejak awal kemunculannya hingga era modern yang serba terintegrasi dengan teknologi AI dan big data. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dan kolaborasi dalam menghasilkan solusi digital yang bermanfaat.
(poe)
Lihat Juga :