Ini Jurus UI Hadapi Tantangan Masuknya Kampus Asing di Indonesia
Sabtu, 14 Juni 2025 - 10:53 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI) melakukan sejumlah strategi untuk bersaing dengan kampus asing, salah satunya membuka double degree. Foto/UI
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah kampus asing telah berdiri di Indonesia. Perguruan tinggi lokal pun harus melakukan strategi agar mampu bersaing dengan universitas asing tersebut.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Humas Media, Pemerintah, dan Internasional Universitas Indonesia (UI), Emir Chairullah, menekankan bahwa kampus-kampus dalam negeri, termasuk UI, perlu bersiap menghadapi persaingan baru dengan kehadiran universitas asing di Tanah Air.
Baca juga: Resmi, Kementerian Perhubungan Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025, Cek Formasinya
"Mau tidak mau karena pasarnya orang Indonesia itu akan, terutama yang dalam tanda kutip berduit itu kan bakal teralihkan ke kampus-kampus yang masuk di sini," ujarnya, dikutip Sabtu (14/6/2025).
Menurut Emir, dari pengalamannya menempuh pendidikan di luar negeri, kualitas pengajaran di Indonesia tidak jauh tertinggal dibandingkan kampus internasional. Namun, ia menyadari bahwa kehadiran universitas asing tidak bisa sepenuhnya dicegah.
Sebagai respons, UI terus memperkuat daya saing akademik melalui program double degree di Kelas Internasional. Program ini memungkinkan mahasiswa jenjang S1 memperoleh dua gelar sekaligus—satu dari UI dan satu lagi dari universitas mitra di luar negeri.
Beberapa perguruan tinggi ternama yang telah bekerja sama dengan UI antara lain Monash University, Universitas Groningen, dan Queensland University, serta sejumlah kampus internasional lainnya.
"Dalam waktu yang sudah UI lakukan itu ya, seperti berkolaborasi sama bikin double degree, supaya enggak semua devisa langsung ke kampus-kampus asing," jelasnya.
Lebih lanjut, Emir menegaskan perlunya peran aktif pemerintah dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dari sisi pendanaan. Ia menyebut bahwa di banyak negara maju, pemerintah telah memberikan investasi besar kepada universitas untuk mendongkrak kualitas dan inovasi pendidikan.
"Jadi memang intinya negara harus hadir sih. Tidak bisa cuma nyerahin semua ke kampus untuk mencari duit sendiri berat," tambah Emir.
Pelaksana harian (Plh) Direktur Humas Media, Pemerintah, dan Internasional Universitas Indonesia (UI), Emir Chairullah, menekankan bahwa kampus-kampus dalam negeri, termasuk UI, perlu bersiap menghadapi persaingan baru dengan kehadiran universitas asing di Tanah Air.
Baca juga: Resmi, Kementerian Perhubungan Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2025, Cek Formasinya
"Mau tidak mau karena pasarnya orang Indonesia itu akan, terutama yang dalam tanda kutip berduit itu kan bakal teralihkan ke kampus-kampus yang masuk di sini," ujarnya, dikutip Sabtu (14/6/2025).
Menurut Emir, dari pengalamannya menempuh pendidikan di luar negeri, kualitas pengajaran di Indonesia tidak jauh tertinggal dibandingkan kampus internasional. Namun, ia menyadari bahwa kehadiran universitas asing tidak bisa sepenuhnya dicegah.
Sebagai respons, UI terus memperkuat daya saing akademik melalui program double degree di Kelas Internasional. Program ini memungkinkan mahasiswa jenjang S1 memperoleh dua gelar sekaligus—satu dari UI dan satu lagi dari universitas mitra di luar negeri.
Beberapa perguruan tinggi ternama yang telah bekerja sama dengan UI antara lain Monash University, Universitas Groningen, dan Queensland University, serta sejumlah kampus internasional lainnya.
"Dalam waktu yang sudah UI lakukan itu ya, seperti berkolaborasi sama bikin double degree, supaya enggak semua devisa langsung ke kampus-kampus asing," jelasnya.
Lebih lanjut, Emir menegaskan perlunya peran aktif pemerintah dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dari sisi pendanaan. Ia menyebut bahwa di banyak negara maju, pemerintah telah memberikan investasi besar kepada universitas untuk mendongkrak kualitas dan inovasi pendidikan.
"Jadi memang intinya negara harus hadir sih. Tidak bisa cuma nyerahin semua ke kampus untuk mencari duit sendiri berat," tambah Emir.
(nnz)
Lihat Juga :