Berawal dari Cita-Cita Saat SMP, Syarifah Nazwa Lolos SNBP UGM dan Bebas Biaya Kuliah
Rabu, 18 Juni 2025 - 07:40 WIB
loading...
Cita-cita yang ditanam sejak duduk di bangku SMP akhirnya terwujud bagi Syarifah Nazwa, alumnus SMA Negeri 1 Balikpapan. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Menjadi mahasiswa UGM adalah impian banyak orang. Impian itu makin membanggakan ketika bisa diterima di UGM tanpa tes bahkan kuliah gratis .
Cita-cita yang ditanam sejak duduk di bangku SMP akhirnya terwujud bagi Syarifah Nazwa, alumnus SMA Negeri 1 Balikpapan.
Ia resmi diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Sarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Baca juga: Diterima Jadi Mahasiswa Kehutanan UGM Tanpa Tes, Raafi Ingin Jadi Rimbawan
Tak hanya diterima tanpa tes, Nazwa juga memperoleh beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, sehingga bebas dari biaya kuliah selama masa studinya.
“Kenapa memilih Prodi Sarjana Ilmu Ekonomi, ya sederhana saja, saya suka menghitung dibanding harus menghafal sehingga merasa lebih cocok,” terang Nazwa.
Perjalanan menuju UGM bukanlah hal mudah bagi gadis asal Balikpapan Selatan ini. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara dalam keluarga sederhana, ia pernah memutuskan tinggal bersama kakek dan bibi demi pendidikan lebih baik. Cobaan besar datang ketika orang tuanya berpisah. Ibunya dan ketiga adiknya pindah ke Pati, Jawa Tengah, sementara ayahnya tak lagi terdengar kabarnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Roy Suryo Desak Jokowi Tarik Pernyataan Kasmudjo Dosen Pembimbing Akademik-Skripsi
Meski begitu, Nazwa tak larut dalam kesedihan. Ia tetap fokus menjaga nilai akademik selama sekolah. Tiap malam, ia rutin belajar 2–3 jam untuk mengulang materi pelajaran dan mengikuti bimbingan belajar. Konsistensi ini membawanya masuk 10 besar kelas secara rutin dan membuka pintu menuju kampus impiannya.
“Tidak ada tips khusus dalam belajar, rutin saja meluangkan waktu 2-3 jam di setiap malam untuk mempelajari kembali materi pembelajaran sebelumnya di sekolah dan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Saat SMA pokoknya fokus belajar, meningkatkan nilai agar bisa masuk lewat jalur SNBP UGM,” ucapnya.
Meskipun sempat kecewa karena tidak lolos program KIP Kuliah, semangatnya tak padam. Nazwa tetap yakin ada jalan lain yang bisa ditempuh. Keyakinannya terbukti ketika ia mendapatkan beasiswa UKT penuh. Kini, ia tengah bersiap merantau ke Yogyakarta, menjalani kehidupan mahasiswa dan mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus serta budaya baru.
Baca juga: Cerita Febi, Anak Penjaga Warung Kelontong Lolos UGM Tanpa Tes dan Raih Beasiswa Penuh
“Saya akan berusaha belajar lebih mandiri, cari teman, ikut organisasi biar cepat beradaptasi. Saya juga baca-baca riset soal budaya Jogja, kehidupan kampus, supaya punya gambaran untuk beradaptasi,” tuturnya.
Kabar kelulusan Nazwa disambut haru oleh sang bibi, Faradia Irzayana Yahya. Meski khawatir, ia bangga dan mendukung penuh langkah keponakannya dalam menggapai mimpi.
“Senang karena akhirnya keinginan kuliah di UGM tercapai. Ada khawatirnya juga karena kuliahnya jauh, semoga Nazwa tetap tekun dan rajin menjalani kuliah agar lancar dan lulus tepat waktu,” ujar Faradia.
Cita-cita yang ditanam sejak duduk di bangku SMP akhirnya terwujud bagi Syarifah Nazwa, alumnus SMA Negeri 1 Balikpapan.
Ia resmi diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Sarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Baca juga: Diterima Jadi Mahasiswa Kehutanan UGM Tanpa Tes, Raafi Ingin Jadi Rimbawan
Tak hanya diterima tanpa tes, Nazwa juga memperoleh beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, sehingga bebas dari biaya kuliah selama masa studinya.
“Kenapa memilih Prodi Sarjana Ilmu Ekonomi, ya sederhana saja, saya suka menghitung dibanding harus menghafal sehingga merasa lebih cocok,” terang Nazwa.
Perjalanan menuju UGM bukanlah hal mudah bagi gadis asal Balikpapan Selatan ini. Sebagai anak pertama dari empat bersaudara dalam keluarga sederhana, ia pernah memutuskan tinggal bersama kakek dan bibi demi pendidikan lebih baik. Cobaan besar datang ketika orang tuanya berpisah. Ibunya dan ketiga adiknya pindah ke Pati, Jawa Tengah, sementara ayahnya tak lagi terdengar kabarnya.
Baca juga: Kuasa Hukum Roy Suryo Desak Jokowi Tarik Pernyataan Kasmudjo Dosen Pembimbing Akademik-Skripsi
Meski begitu, Nazwa tak larut dalam kesedihan. Ia tetap fokus menjaga nilai akademik selama sekolah. Tiap malam, ia rutin belajar 2–3 jam untuk mengulang materi pelajaran dan mengikuti bimbingan belajar. Konsistensi ini membawanya masuk 10 besar kelas secara rutin dan membuka pintu menuju kampus impiannya.
“Tidak ada tips khusus dalam belajar, rutin saja meluangkan waktu 2-3 jam di setiap malam untuk mempelajari kembali materi pembelajaran sebelumnya di sekolah dan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. Saat SMA pokoknya fokus belajar, meningkatkan nilai agar bisa masuk lewat jalur SNBP UGM,” ucapnya.
Meskipun sempat kecewa karena tidak lolos program KIP Kuliah, semangatnya tak padam. Nazwa tetap yakin ada jalan lain yang bisa ditempuh. Keyakinannya terbukti ketika ia mendapatkan beasiswa UKT penuh. Kini, ia tengah bersiap merantau ke Yogyakarta, menjalani kehidupan mahasiswa dan mulai menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus serta budaya baru.
Baca juga: Cerita Febi, Anak Penjaga Warung Kelontong Lolos UGM Tanpa Tes dan Raih Beasiswa Penuh
“Saya akan berusaha belajar lebih mandiri, cari teman, ikut organisasi biar cepat beradaptasi. Saya juga baca-baca riset soal budaya Jogja, kehidupan kampus, supaya punya gambaran untuk beradaptasi,” tuturnya.
Kabar kelulusan Nazwa disambut haru oleh sang bibi, Faradia Irzayana Yahya. Meski khawatir, ia bangga dan mendukung penuh langkah keponakannya dalam menggapai mimpi.
“Senang karena akhirnya keinginan kuliah di UGM tercapai. Ada khawatirnya juga karena kuliahnya jauh, semoga Nazwa tetap tekun dan rajin menjalani kuliah agar lancar dan lulus tepat waktu,” ujar Faradia.
(nnz)
Lihat Juga :