Pendidikan Yovie Widianto, Musisi Lulusan Unpad yang Kini Jadi Komisaris BUMN Pupuk Indonesia
Minggu, 22 Juni 2025 - 10:12 WIB
loading...
Musisi legendaris Indonesia, Yovie Widianto ditunjuk sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero). Foto/YouTube SINDOnews TV.
A
A
A
JAKARTA - Musisi legendaris Indonesia, Yovie Widianto , kembali mencuri perhatian publik. Bukan karena karya musiknya, melainkan penunjukannya sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2025.
Penunjukan ini menambah panjang daftar kiprah Yovie di luar dunia musik, setelah sebelumnya ia dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif lewat Keppres Nomor 75/M Tahun 2024.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Dibuka? Ini Prediksi Jadwalnya
Meski dikenal luas sebagai penggagas grup musik Kahitna dan Yovie & Nuno, tidak banyak yang tahu bahwa Yovie merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.
![Pendidikan Yovie Widianto, Musisi Lulusan Unpad yang Kini Jadi Komisaris BUMN Pupuk Indonesia]()
Foto/Instagram Yovie Widianto
Pria kelahiran Bandung, 21 Januari 1968, ini memang sudah menunjukkan kecintaan pada musik sejak usia muda. Ketika duduk di bangku SMP dan SMA di Bandung, Yovie mulai menekuni dunia musik secara serius.
Baca juga: Unesa Buka Lowongan Dosen Tetap 2025, Formasi Puluhan Berbagai Jurusan S2 & S3
Pada tahun 1983, ia mendirikan kelompok musik Coops Rhythm Section bersama Hedi Yunus, Carlo Saba, Bambang Purwono, Richard "Tommy" Widjanarko, Edward Budiono, Ronni Waluya, dan Trie Utami.
Saking cintanya pada musik, Yovie bahkan rela melewatkan jam sekolah demi berkumpul dan berlatih musik di rumah Ronni, di kompleks Universitas Parahyangan. Dari situlah, benih kreativitas bermusik Yovie tumbuh pesat.
Baca juga: MNC University Siap Berkolaborasi dengan LLDIKTI 3 dalam Program KKN Tematik dan IAB
Perjalanan musik Yovie sempat mengarah ke jalur jazz, yang kemudian mendorong pergantian nama grup mereka menjadi Indonesia 6. Bersama grup ini, Yovie mencetak prestasi di berbagai festival, seperti menjadi juara Festival Jazz Remaja se-Jawa Barat, Festival Band SLTA '86, hingga Djarum Super Fiesta Musik.
Namun, kecintaan Yovie terhadap pop tak tergantikan. Pada 24 Juni 1986, Indonesia 6 resmi berganti nama menjadi Kahitna, yang kemudian menjadi salah satu band paling berpengaruh di Indonesia. Album perdana mereka, Cerita Cinta (1994), menjadi tonggak penting dalam sejarah musik pop Tanah Air.
Bersamaan dengan reputasinya di dunia musik, Yovie Widianto juga aktif di ranah kebijakan publik, terutama sektor ekonomi kreatif.
Ayah Arsy Widianto ini diangkat menjadi staf khusus presiden pada 2024 lalu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 75/M tentang Pengangkatan Staf Khusus Presiden.
Kala itu, ia menerima tugas barunya sebagai stafsus presiden karena tidak jauh dari industri musik yang telah 40 tahun ia geluti.
Meski tugas yang ia emban cukup berat namun ia akan membantu mengakselerasi pemberdayaan ekonomi kreatif di Indonesia.
Kini, dengan posisi barunya sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) , Yovie Widianto diharapkan membawa perspektif baru dari dunia kreatif ke sektor industri strategis nasional.
Penunjukan ini menambah panjang daftar kiprah Yovie di luar dunia musik, setelah sebelumnya ia dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif lewat Keppres Nomor 75/M Tahun 2024.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Dibuka? Ini Prediksi Jadwalnya
Meski dikenal luas sebagai penggagas grup musik Kahitna dan Yovie & Nuno, tidak banyak yang tahu bahwa Yovie merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

Foto/Instagram Yovie Widianto
Tumbuh Bersama Musik Sejak SMP di Bandung
Pria kelahiran Bandung, 21 Januari 1968, ini memang sudah menunjukkan kecintaan pada musik sejak usia muda. Ketika duduk di bangku SMP dan SMA di Bandung, Yovie mulai menekuni dunia musik secara serius.
Baca juga: Unesa Buka Lowongan Dosen Tetap 2025, Formasi Puluhan Berbagai Jurusan S2 & S3
Pada tahun 1983, ia mendirikan kelompok musik Coops Rhythm Section bersama Hedi Yunus, Carlo Saba, Bambang Purwono, Richard "Tommy" Widjanarko, Edward Budiono, Ronni Waluya, dan Trie Utami.
Saking cintanya pada musik, Yovie bahkan rela melewatkan jam sekolah demi berkumpul dan berlatih musik di rumah Ronni, di kompleks Universitas Parahyangan. Dari situlah, benih kreativitas bermusik Yovie tumbuh pesat.
Baca juga: MNC University Siap Berkolaborasi dengan LLDIKTI 3 dalam Program KKN Tematik dan IAB
Dari Jazz ke Pop: Lahirnya Kahitna
Perjalanan musik Yovie sempat mengarah ke jalur jazz, yang kemudian mendorong pergantian nama grup mereka menjadi Indonesia 6. Bersama grup ini, Yovie mencetak prestasi di berbagai festival, seperti menjadi juara Festival Jazz Remaja se-Jawa Barat, Festival Band SLTA '86, hingga Djarum Super Fiesta Musik.
Namun, kecintaan Yovie terhadap pop tak tergantikan. Pada 24 Juni 1986, Indonesia 6 resmi berganti nama menjadi Kahitna, yang kemudian menjadi salah satu band paling berpengaruh di Indonesia. Album perdana mereka, Cerita Cinta (1994), menjadi tonggak penting dalam sejarah musik pop Tanah Air.
Dari Musisi ke Pemerintahan dan Komisaris BUMN
Bersamaan dengan reputasinya di dunia musik, Yovie Widianto juga aktif di ranah kebijakan publik, terutama sektor ekonomi kreatif.
Ayah Arsy Widianto ini diangkat menjadi staf khusus presiden pada 2024 lalu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 75/M tentang Pengangkatan Staf Khusus Presiden.
Kala itu, ia menerima tugas barunya sebagai stafsus presiden karena tidak jauh dari industri musik yang telah 40 tahun ia geluti.
Meski tugas yang ia emban cukup berat namun ia akan membantu mengakselerasi pemberdayaan ekonomi kreatif di Indonesia.
Kini, dengan posisi barunya sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) , Yovie Widianto diharapkan membawa perspektif baru dari dunia kreatif ke sektor industri strategis nasional.
(nnz)
Lihat Juga :