Kisah Sherly Phangestu, Mahasiswi BINUS yang Inovasinya Dipuji CEO Apple Tim Cook
Minggu, 22 Juni 2025 - 12:27 WIB
loading...
Mahasiswi BINUS University, Sherly Phangestu yang inovasinya mendapat pujian dari CEO Apple Tim Cook. Foto/BINUS University.
A
A
A
JAKARTA - Ini kisah mahasiswi BINUS University , Sherly Phangestu yang inovasinya mendapat pujian dari CEO Apple Tim Cook di sebuah kompetisi internasional yang diadakan Apple di Amerika Serikat.
Sherly Phangestu, mahasiswi jurusan Computer Science dari BINUS University, berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang internasional Swift Student Challenge 2025 yang diadakan oleh Apple.
Baca juga: iPhone yang Diproduksi di Luar AS Akan Dibebani Tarif Impor 25%
Aplikasi edukatif ciptaannya, Plant Heroes, yang berfokus pada pemahaman zat pertumbuhan tanaman melalui pendekatan visual, dinobatkan sebagai Distinguished Winner.
Penghargaan ini membawanya tampil dalam ajang prestisius Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) yang berlangsung di Apple Park, Cupertino, Amerika Serikat.
Baca juga: Kisah Anak Nasabah PNM Mekaar Cetak Sejarah di Piala Asia U-17
Prestasi Sherly tidak berhenti di situ. Ia terpilih menjadi satu dari hanya 11 peserta di seluruh dunia yang diberi kesempatan untuk mempresentasikan langsung karyanya di depan CEO Apple, Tim Cook. Dalam sesi tersebut, Tim Cook secara terbuka memuji inovasi buatan Sherly.
“Plant Heroes menghadirkan pendekatan baru yang menarik dan mudah diakses dalam belajar. Saya sangat terinspirasi melihat bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman edukasi yang bermakna. Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan Sherly, dan saya tidak sabar melihat karya hebat apa lagi yang akan ia ciptakan selanjutnya,” ujar Tim Cook, melansir laman BINUS University, Minggu (22/6/2025).
Baca juga: Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
Gagasan Plant Heroes berangkat dari pengalaman pribadi Sherly bersama sang kakak yang kesulitan memahami pelajaran Biologi, khususnya materi hormon pertumbuhan pada tumbuhan.
“Saya menyadari bahwa banyak pelajar visual seperti saya yang kesulitan memahami materi abstrak di buku pelajaran. Maka dari itu, saya ingin membuat aplikasi yang menyederhanakan proses belajar lewat cara yang lebih intuitif, menyenangkan, dan membekas,” ungkap Sherly.
Dibekali pembelajaran dari Apple Developer Academy @BINUS dan dukungan dari kampusnya, Sherly mampu memadukan kepekaan terhadap isu pendidikan dengan keahlian teknis di bidang pemrograman Swift.
Beberapa karya lainnya juga menunjukkan orientasi sosial yang kuat, seperti aplikasi Ukulele Tuner bagi para musisi, hingga alat bantu terapi digital untuk anak-anak dengan Down syndrome dan lazy eye.
“Saya percaya teknologi adalah kanvas yang mampu melukis masa depan lebih cerah, terutama ketika diarahkan untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan. Ukuran kesuksesan teknologi bukan pada kompleksitas kodenya, tapi pada dampaknya dalam kehidupan nyata,” tutup Sherly.
Sherly Phangestu, mahasiswi jurusan Computer Science dari BINUS University, berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang internasional Swift Student Challenge 2025 yang diadakan oleh Apple.
Baca juga: iPhone yang Diproduksi di Luar AS Akan Dibebani Tarif Impor 25%
Aplikasi edukatif ciptaannya, Plant Heroes, yang berfokus pada pemahaman zat pertumbuhan tanaman melalui pendekatan visual, dinobatkan sebagai Distinguished Winner.
Penghargaan ini membawanya tampil dalam ajang prestisius Apple Worldwide Developers Conference (WWDC) yang berlangsung di Apple Park, Cupertino, Amerika Serikat.
Baca juga: Kisah Anak Nasabah PNM Mekaar Cetak Sejarah di Piala Asia U-17
Prestasi Sherly tidak berhenti di situ. Ia terpilih menjadi satu dari hanya 11 peserta di seluruh dunia yang diberi kesempatan untuk mempresentasikan langsung karyanya di depan CEO Apple, Tim Cook. Dalam sesi tersebut, Tim Cook secara terbuka memuji inovasi buatan Sherly.
“Plant Heroes menghadirkan pendekatan baru yang menarik dan mudah diakses dalam belajar. Saya sangat terinspirasi melihat bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman edukasi yang bermakna. Sangat menyenangkan bisa bertemu dengan Sherly, dan saya tidak sabar melihat karya hebat apa lagi yang akan ia ciptakan selanjutnya,” ujar Tim Cook, melansir laman BINUS University, Minggu (22/6/2025).
Baca juga: Kisah Dewi Agustiningsih, Anak Sopir Lulusan SMP Jadi Doktor Termuda UGM dan Jabat Dosen ITB
Gagasan Plant Heroes berangkat dari pengalaman pribadi Sherly bersama sang kakak yang kesulitan memahami pelajaran Biologi, khususnya materi hormon pertumbuhan pada tumbuhan.
“Saya menyadari bahwa banyak pelajar visual seperti saya yang kesulitan memahami materi abstrak di buku pelajaran. Maka dari itu, saya ingin membuat aplikasi yang menyederhanakan proses belajar lewat cara yang lebih intuitif, menyenangkan, dan membekas,” ungkap Sherly.
Dibekali pembelajaran dari Apple Developer Academy @BINUS dan dukungan dari kampusnya, Sherly mampu memadukan kepekaan terhadap isu pendidikan dengan keahlian teknis di bidang pemrograman Swift.
Beberapa karya lainnya juga menunjukkan orientasi sosial yang kuat, seperti aplikasi Ukulele Tuner bagi para musisi, hingga alat bantu terapi digital untuk anak-anak dengan Down syndrome dan lazy eye.
“Saya percaya teknologi adalah kanvas yang mampu melukis masa depan lebih cerah, terutama ketika diarahkan untuk menyelesaikan masalah kemanusiaan. Ukuran kesuksesan teknologi bukan pada kompleksitas kodenya, tapi pada dampaknya dalam kehidupan nyata,” tutup Sherly.
(nnz)
Lihat Juga :