Tingkatkan Literasi, Mendikdasmen Dorong Guru Bahasa Indonesia Terapkan Deep Learning
Rabu, 25 Juni 2025 - 09:22 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Muti mendorong guru Bahasa Indonesia Muti menerapkan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning). Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mempunyai cara tersendiri untuk meningkatkan literasi yang masih rendah saat ini. Kepada guru Bahasa Indonesia Mu'ti ingin mereka menerapkan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning).
Dalam kebijakan ini, pekerjaan rumah (PR) boleh diberlakukan, tetapi bukan untuk mengerjakan soal melainkan tugasnya adalah membaca buku atau menulis.
Baca juga: Badan Bahasa Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 120 Bahasa Daerah di 2025
“Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (25/6/2025).
Hal ini disampaikan Mendikdasmen kepada 4.342 guru Bahasa Indonesa yang mengikuti kegiatan Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia yang digelar secara hibrida.
Baca juga: 5 Istilah Seputar Haji dan Penulisannya Menurut KBBI
Menurut Sekum PP Muhammadiyah ini, permasalahan anak-anak saat ini adalah kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka alami sehingga kegiatan literasi seperti ini penting untuk mulai memperkuat tradisi lisan dan juga tradisi tulis sejak dini.
Tradisi tulis itu harus dibangun dari hal-hal yang simpel, bisa melalui kalimat-kalimat sederhana setiap hari.
"Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu," jelas Abdul Mu’ti.
Baca juga: Mana Penulisan yang Benar Menurut KBBI, Kasatmata atau Kasat Mata?
Mendikdasmen pun mendorong guru maupun calon guru Bahasa Indonesia untuk dapat menumbuhkan semangat bahasa dan kemampuan berpikir, melalui pembelajaran mendalam, yang ke depannya akan menjadi arah baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
“Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” tutup Mendikdasmen.
Dalam kebijakan ini, pekerjaan rumah (PR) boleh diberlakukan, tetapi bukan untuk mengerjakan soal melainkan tugasnya adalah membaca buku atau menulis.
Baca juga: Badan Bahasa Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 120 Bahasa Daerah di 2025
“Nanti murid ditugaskan untuk menuliskan kembali, bisa membuat resume dari apa yang dibacanya atau murid menuliskan kembali isi dari bacaan itu dengan bahasanya sendiri. Bisa juga, murid menulis pengalaman mereka saat liburan ke rumah nenek,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (25/6/2025).
Hal ini disampaikan Mendikdasmen kepada 4.342 guru Bahasa Indonesa yang mengikuti kegiatan Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia yang digelar secara hibrida.
Baca juga: 5 Istilah Seputar Haji dan Penulisannya Menurut KBBI
Menurut Sekum PP Muhammadiyah ini, permasalahan anak-anak saat ini adalah kurang memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang mereka alami sehingga kegiatan literasi seperti ini penting untuk mulai memperkuat tradisi lisan dan juga tradisi tulis sejak dini.
Tradisi tulis itu harus dibangun dari hal-hal yang simpel, bisa melalui kalimat-kalimat sederhana setiap hari.
"Mendorong semangat literasi itu bisa kita lakukan dengan cara memberikan mereka penugasan-penugasan membaca yang sederhana saja, tetapi kebisaannya yang kita bangun, bagus jika kemudian kita memberikan kesempatan anak-anak kita ini untuk menulis apa pun yang mereka tulis itu," jelas Abdul Mu’ti.
Baca juga: Mana Penulisan yang Benar Menurut KBBI, Kasatmata atau Kasat Mata?
Mendikdasmen pun mendorong guru maupun calon guru Bahasa Indonesia untuk dapat menumbuhkan semangat bahasa dan kemampuan berpikir, melalui pembelajaran mendalam, yang ke depannya akan menjadi arah baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
“Bagaimana kita menjadikan bahasa yang berdaulat dan menjadi bagian dari keadaban bangsa yang dilihatnya dari berbahasanya, itu yang dilihat dari tugas para guru Bahasa Indonesia dan juga para calon guru Bahasa Indonesia,” tutup Mendikdasmen.
(nnz)
Lihat Juga :