Lahirkan Animator Andal, Universitas Budi Luhur Gelar Lomba Animasi Tingkat Nasional
Jum'at, 27 Juni 2025 - 16:49 WIB
loading...
Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan lomba video animasi tingkat nasional. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Budi Luhur (UBL) mengadakan lomba video animasi tingkat nasional. Lomba video animasi dengan kategori siswa/i SMK dan perguruan tinggi ini bertujuan untuk melahirkan animator andal.
Deputi Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur (UBL) Deni Mahdiana menyampaikan, pembuatan videonya harus mengedepankan nilai-nilai kebudiluhuran.
Lomba video yang bertema "Prepare For the Future” ini terdorong karena keberhasilan Film Jumbo (2025).
Baca juga: MNC University Dorong Generasi Kreatif Kenal Lebih Dekat dengan Industri Animasi
“Kami menyambut baik acara ini. Berkolaborasi dengan INDOPOSCO. Ini merupakan momen yang sangat penting,” kata Deni Mahdiana saat membuka acara lomba video animasi di XXI pusat perbelanjaan Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melalui siaran pers, Jumat (27/6/2025).
Animator 3D sekaligus seseorang yang terlibat penggarapan film Jumbo, Riyandi Reiga menginginkan para peserta lomba dapat menjadi kreator-kreator baru menghasilkan karya animasi terbaik dan menjadi identitas bangsa Indonesia.
Baca juga: Main Bareng Shaun The Sheep, Grand Galaxy Park Suguhkan Liburan Seru Bertema Peternakan
"Animasi Indonesia tidak kalah saing. Industri animasi sedang melaju. Jangan takut untuk bermimpi. Banyak animator Indonesia bekerja di luar negeri," ucap Reiga.
Pendaftaran mulai dibuka hari ini dan pengumpulan video tanggal 30 Juni sampai 18 Juli 2025. Penilaian akan dilakukan oleh para juri, termasuk dirinya. Video animasi yang dikirimkan berdurasi 30 detik sampai 1 menit.
"Saya berharap kalian berkompetisi dengan sebaik-baiknya di event ini. Karena event ini sangat jarang, jadi kalian harus optimalkan," jelas Reiga.
Menurut Reiga, paling penting para peserta harus menerapkan 12 prinsip animasi, mampu menyajikan ceritanya dengan baik.
Penokohan karakter harus tersampaikan kepada penonton. "Mencari feed back yang terbaik sebelum (dikirimkan) kepada kami," pesan Reiga.
Asesro dari Asosiasi Industri Konten dan Animasi Indonesia (AINAKI) Suroso mengingatkan, para peserta lomba video animasi mampu mengangkat cerita yang terjadi dalam kehidupan. Kisah inspiratif, misalnya. Sehingga pesan dalam video lebih mudah tersampaikan kepada penonton.
"Kalau cerita keren itu apa, cerita yang dekat dengan kita, jangan omongin orang. Jadi ceritakan tentang yang kamu alami, kalau digerakkan (animasi) pasti ok," terang Suroso.
Deputi Rektor Bidang Akademik Universitas Budi Luhur (UBL) Deni Mahdiana menyampaikan, pembuatan videonya harus mengedepankan nilai-nilai kebudiluhuran.
Lomba video yang bertema "Prepare For the Future” ini terdorong karena keberhasilan Film Jumbo (2025).
Baca juga: MNC University Dorong Generasi Kreatif Kenal Lebih Dekat dengan Industri Animasi
“Kami menyambut baik acara ini. Berkolaborasi dengan INDOPOSCO. Ini merupakan momen yang sangat penting,” kata Deni Mahdiana saat membuka acara lomba video animasi di XXI pusat perbelanjaan Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, melalui siaran pers, Jumat (27/6/2025).
Animator 3D sekaligus seseorang yang terlibat penggarapan film Jumbo, Riyandi Reiga menginginkan para peserta lomba dapat menjadi kreator-kreator baru menghasilkan karya animasi terbaik dan menjadi identitas bangsa Indonesia.
Baca juga: Main Bareng Shaun The Sheep, Grand Galaxy Park Suguhkan Liburan Seru Bertema Peternakan
"Animasi Indonesia tidak kalah saing. Industri animasi sedang melaju. Jangan takut untuk bermimpi. Banyak animator Indonesia bekerja di luar negeri," ucap Reiga.
Pendaftaran mulai dibuka hari ini dan pengumpulan video tanggal 30 Juni sampai 18 Juli 2025. Penilaian akan dilakukan oleh para juri, termasuk dirinya. Video animasi yang dikirimkan berdurasi 30 detik sampai 1 menit.
"Saya berharap kalian berkompetisi dengan sebaik-baiknya di event ini. Karena event ini sangat jarang, jadi kalian harus optimalkan," jelas Reiga.
Menurut Reiga, paling penting para peserta harus menerapkan 12 prinsip animasi, mampu menyajikan ceritanya dengan baik.
Penokohan karakter harus tersampaikan kepada penonton. "Mencari feed back yang terbaik sebelum (dikirimkan) kepada kami," pesan Reiga.
Asesro dari Asosiasi Industri Konten dan Animasi Indonesia (AINAKI) Suroso mengingatkan, para peserta lomba video animasi mampu mengangkat cerita yang terjadi dalam kehidupan. Kisah inspiratif, misalnya. Sehingga pesan dalam video lebih mudah tersampaikan kepada penonton.
"Kalau cerita keren itu apa, cerita yang dekat dengan kita, jangan omongin orang. Jadi ceritakan tentang yang kamu alami, kalau digerakkan (animasi) pasti ok," terang Suroso.
(nnz)
Lihat Juga :