Kisah Adreas, Anak Papua Raih KIP Kuliah demi Cita-Cita Jadi Tenaga Kesehatan
Jum'at, 04 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
Adreas Wayangkau peraih KIP Kuliah di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Pulau Yapen di Papua dikenal sebagai tempat lahirnya banyak pesepak bola andal Indonesia. Namun, di tengah budaya yang mengagungkan lapangan hijau, Adreas Wayangkau justru memilih jalan berbeda sejak duduk di bangku SMP: bercita-cita menjadi tenaga kesehatan.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Adreas pernah mengalami masa sulit ketika terjangkit malaria, sebuah pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya. "Sejak saat itu, saya bercita-cita menjadi tenaga kesehatan, agar tidak ada lagi orang di kampung saya yang merasakan sakit seperti saya," kenangnya, melalui siaran pers, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: Link Terbaru Pendaftaran KIP Kuliah Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2025, Login Segera!
Memasuki akhir masa SMA, Adreas ingin mewujudkan impiannya dengan melanjutkan kuliah. Sayangnya, kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan dari sang ayah sebagai nelayan membuatnya nyaris memupus harapan. Namun, dukungan sang kakak membawa secercah harapan. Ia memperkenalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang bisa menjadi jalan keluar.
Dengan tekad bulat, Adreas meninggalkan kampung halamannya. Bermodalkan dua lembar uang ratusan ribu rupiah, sekantong sagu, dan secangkir teh hangat, ia menyeberangi ganasnya ombak Laut Papua selama 19 jam menuju Jayapura untuk mengejar pendidikan.
Baca juga: 20 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Terbanyak di SNBT 2025, Unesa Cetak Hattrick
Hidup di kota besar bukan hal mudah bagi Adreas. Untuk bertahan, ia berinisiatif menawarkan jasa menutupi jok motor di pangkalan ojek. Hasilnya memang tak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Program KIP Kuliah akhirnya resmi membantunya melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih. Kabar baik ini disambut hangat oleh keluarga di kampung halamannya. "Orang tua bilang, karena sudah dapat beasiswa, saya harus sungguh-sungguh belajar dan nanti kembali mengabdi ke kampung," tuturnya.
Kini, Adreas terus berjuang menyelesaikan pendidikannya. Ia berpegang pada komitmen untuk menjadi tenaga kesehatan yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua. Baginya, KIP Kuliah bukan sekadar beasiswa, melainkan jembatan untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan cerah bagi seluruh pelosok negeri.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Adreas pernah mengalami masa sulit ketika terjangkit malaria, sebuah pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam dalam hidupnya. "Sejak saat itu, saya bercita-cita menjadi tenaga kesehatan, agar tidak ada lagi orang di kampung saya yang merasakan sakit seperti saya," kenangnya, melalui siaran pers, Jumat (4/7/2025).
Baca juga: Link Terbaru Pendaftaran KIP Kuliah Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2025, Login Segera!
Memasuki akhir masa SMA, Adreas ingin mewujudkan impiannya dengan melanjutkan kuliah. Sayangnya, kondisi ekonomi keluarga yang hanya mengandalkan penghasilan dari sang ayah sebagai nelayan membuatnya nyaris memupus harapan. Namun, dukungan sang kakak membawa secercah harapan. Ia memperkenalkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang bisa menjadi jalan keluar.
Dengan tekad bulat, Adreas meninggalkan kampung halamannya. Bermodalkan dua lembar uang ratusan ribu rupiah, sekantong sagu, dan secangkir teh hangat, ia menyeberangi ganasnya ombak Laut Papua selama 19 jam menuju Jayapura untuk mengejar pendidikan.
Baca juga: 20 PTN Penerima Peserta KIP Kuliah Terbanyak di SNBT 2025, Unesa Cetak Hattrick
Hidup di kota besar bukan hal mudah bagi Adreas. Untuk bertahan, ia berinisiatif menawarkan jasa menutupi jok motor di pangkalan ojek. Hasilnya memang tak seberapa, namun cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Program KIP Kuliah akhirnya resmi membantunya melanjutkan studi di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Cenderawasih. Kabar baik ini disambut hangat oleh keluarga di kampung halamannya. "Orang tua bilang, karena sudah dapat beasiswa, saya harus sungguh-sungguh belajar dan nanti kembali mengabdi ke kampung," tuturnya.
Kini, Adreas terus berjuang menyelesaikan pendidikannya. Ia berpegang pada komitmen untuk menjadi tenaga kesehatan yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Papua. Baginya, KIP Kuliah bukan sekadar beasiswa, melainkan jembatan untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan cerah bagi seluruh pelosok negeri.
(nnz)
Lihat Juga :