Mahasiswa Mercu Buana Ajak Siswa SMAN 5 Tangsel Jadi Kreator Konten di Era Digital
Minggu, 06 Juli 2025 - 16:54 WIB
loading...
Mahasiswa Program Studi Broadcasting Universitas Mercu Buana menggelar Kuliah Peduli Negeri (KPN) di SMAN 5 Tangerang Selatan. Foto/Istimewa
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemampuan mengedit video telah menjadi kompetensi esensial yang menunjang daya saing generasi muda. Menjawab kebutuhan ini, sekelompok mahasiswa Program Studi Broadcasting Universitas Mercu Buana menggelar Kuliah Peduli Negeri (KPN) yang berfokus pada "Pengembangan Potensi Skill Editing pada Aplikasi CapCut di Era Digital" bagi siswa-siswi SMAN 5 Tangerang Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025. Kegiatan ini dirancang untuk mengubah siswa dari konsumen pasif konten menjadi kreator yang aktif dan produktif. Tim pelaksana KPN Kelompok 12 ini terdiri dari Rizky Maulana (Ketua), Mochammad Awan Putra A. (Pemateri) , Fabian Okvaliant Wijaya (Bendahara), dan Kevin Ramy Martin (Acara). Seluruh kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Gustina Romaria dan penanggung jawab Woro Kusrini.
Baca Juga: Televisi Digital dan Momentum Kreator Konten
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan literasi digital tentang pentingnya skill editing video. Selain itu, mengajarkan cara penggunaan fitur-fitur lanjutan di CapCut agar siswa bisa membuat konten yang lebih kreatif dan berkualitas. Terakhir, mengadakan kompetisi pembuatan video untuk mendorong kreativitas dan mengasah kemampuan komunikasi visual para siswa.
Para siswa kemudian diajarkan berbagai fitur dan teknik utama seperti pemotongan dan penyusunan klip (Trim), penambahan teks, stiker, dan musik, penggunaan efek visual, filter, dan transisi dinamis, teknik Overlay untuk menumpuk video atau gambar, dan fitur canggih seperti Green Screen dan Auto Captions.
Setelah sesi teori, para siswa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Mereka dibimbing melalui langkah-langkah editing secara sistematis: mengimpor bahan video; memotong, menyusun, dan mengatur durasi klip; menambahkan teks, transisi, dan efek; hingga melakukan pratinjau dan menyimpan hasil akhir video.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, para mahasiswa berharap dapat mencapai tujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar editing video, meningkatkan kreativitas peserta dalam membuat konten, dan memberikan peserta skill yang relevan untuk masa depan digital.
Dengan memiliki skill editing, para siswa dapat menghasilkan konten yang lebih menarik dan profesional. Keterampilan ini sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan, mulai dari tugas sekolah, promosi kegiatan, hingga membuat konten pribadi seperti vlog.
Di era digital saat ini, penguasaan skill semacam ini dapat secara signifikan meningkatkan nilai jual diri seseorang. Meskipun diakui ada beberapa tantangan dalam belajar editing, seperti keterbatasan perangkat , koneksi internet yang tidak stabil , dan kurangnya pengetahuan awal mengenai fitur aplikasi, para mahasiswa juga memberikan tips untuk mengatasinya. Mereka menyarankan para siswa untuk memulai dari proyek video pendek, mencoba fitur satu per satu, dan konsisten berlatih dengan memanfaatkan berbagai tutorial yang tersedia.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan Kuliah Peduli Negeri ini, mahasiswa Universitas Mercu Buana berharap para siswa SMAN 5 Tangerang Selatan menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan kreatif.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 5 Mei 2025. Kegiatan ini dirancang untuk mengubah siswa dari konsumen pasif konten menjadi kreator yang aktif dan produktif. Tim pelaksana KPN Kelompok 12 ini terdiri dari Rizky Maulana (Ketua), Mochammad Awan Putra A. (Pemateri) , Fabian Okvaliant Wijaya (Bendahara), dan Kevin Ramy Martin (Acara). Seluruh kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Gustina Romaria dan penanggung jawab Woro Kusrini.
Menjawab Kesenjangan Keterampilan Digital
Tim mahasiswa mengidentifikasi beberapa permasalahan krusial di kalangan siswa. Banyak di antara mereka yang kurang memahami pentingnya skill editing video sebagai kompetensi di era digital. Selain itu, penggunaan aplikasi populer seperti CapCut sering kali hanya sebatas pada fitur dasar atau templat saja, sehingga mereka belum memanfaatkan fitur-fitur canggih untuk menghasilkan karya orisinal yang lebih kreatif.Baca Juga: Televisi Digital dan Momentum Kreator Konten
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan literasi digital tentang pentingnya skill editing video. Selain itu, mengajarkan cara penggunaan fitur-fitur lanjutan di CapCut agar siswa bisa membuat konten yang lebih kreatif dan berkualitas. Terakhir, mengadakan kompetisi pembuatan video untuk mendorong kreativitas dan mengasah kemampuan komunikasi visual para siswa.
Dari Teori ke Praktik Editing
Mochammad Awan Putra selaku pemateri menjelaskan bahwa proses editing adalah penyuntingan materi melalui pemilihan, pemotongan, dan penggabungan bagian-bagian video.Para siswa kemudian diajarkan berbagai fitur dan teknik utama seperti pemotongan dan penyusunan klip (Trim), penambahan teks, stiker, dan musik, penggunaan efek visual, filter, dan transisi dinamis, teknik Overlay untuk menumpuk video atau gambar, dan fitur canggih seperti Green Screen dan Auto Captions.
Setelah sesi teori, para siswa langsung mempraktikkan ilmu yang didapat. Mereka dibimbing melalui langkah-langkah editing secara sistematis: mengimpor bahan video; memotong, menyusun, dan mengatur durasi klip; menambahkan teks, transisi, dan efek; hingga melakukan pratinjau dan menyimpan hasil akhir video.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, para mahasiswa berharap dapat mencapai tujuan membekali peserta dengan pemahaman dasar editing video, meningkatkan kreativitas peserta dalam membuat konten, dan memberikan peserta skill yang relevan untuk masa depan digital.
Dengan memiliki skill editing, para siswa dapat menghasilkan konten yang lebih menarik dan profesional. Keterampilan ini sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan, mulai dari tugas sekolah, promosi kegiatan, hingga membuat konten pribadi seperti vlog.
Di era digital saat ini, penguasaan skill semacam ini dapat secara signifikan meningkatkan nilai jual diri seseorang. Meskipun diakui ada beberapa tantangan dalam belajar editing, seperti keterbatasan perangkat , koneksi internet yang tidak stabil , dan kurangnya pengetahuan awal mengenai fitur aplikasi, para mahasiswa juga memberikan tips untuk mengatasinya. Mereka menyarankan para siswa untuk memulai dari proyek video pendek, mencoba fitur satu per satu, dan konsisten berlatih dengan memanfaatkan berbagai tutorial yang tersedia.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan Kuliah Peduli Negeri ini, mahasiswa Universitas Mercu Buana berharap para siswa SMAN 5 Tangerang Selatan menjadi lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi tantangan di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan kreatif.
(zik)
Lihat Juga :