Kisah Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Viral karena Aura Farming dan Mendunia
Kamis, 10 Juli 2025 - 12:02 WIB
loading...
Rayyan Arkan Dikha, bocah penari Pacu Jalur yang viral berfoto bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto/Kemenkebud.
A
A
A
JAKARTA - Nama Rayyan Arkan Dikha, bocah 10 tahun asal Desa Pintu Gobang, Kuantan Singingi, Riau , kini menjadi sorotan dunia. Aksinya menari luwes di ujung perahu saat tradisi Pacu Jalur viral di media sosial hingga ke level internasional, memicu tren global bertajuk “Aura Farming”.
Gerakan energik Dikha sebagai penari coki, penari di haluan perahu Pacu Jalur, menampilkan ritme khas dengan tangan memutar dan tubuh bergoyang seirama kayuhan para pendayung.
Baca juga: Mengenal Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Tak disangka, gayanya ini justru ditiru oleh banyak warganet dunia, bahkan oleh pemain klub-klub sepak bola besar seperti Paris Saint-Germain (PSG), AC Milan, hingga Travis Kelce, pacar dari penyanyi pop dunia Taylor Swift. Di dalam negeri, artis terkenal seperti Luna Maya juga ikut menirukan gaya Dikha.
Puncaknya, pada Rabu, 9 Juli 2025, Dikha secara khusus diundang ke Kementerian Kebudayaan oleh Menteri Fadli Zon. Sebelumnya oleh Pemprov Riau, Dikha dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau dan mendapat beasiswa pendidikan, sebagai bentuk apresiasi atas jasanya mempopulerkan budaya lokal.
Baca juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Riau, Provinsi yang Populerkan Pacu Jalur
Rayyan Arkan Dikha, atau akrab disapa Dikha, lahir pada 28 Desember 2014. Meski usianya masih belia dan kini duduk di bangku kelas 5 SD 013 Pintu Gobang, kecintaannya pada tradisi Pacu Jalur begitu besar. Ia mulai menari di atas jalur (perahu Pacu Jalur) sejak usia tujuh tahun.
“Perasaan (saya) gembira mengetahui viral mendunia,” ucap Dikha dengan polos saat ditanya wartawan, melansir siaran pers, Kamis (10/7/2025).
![Kisah Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Viral karena Aura Farming dan Mendunia]()
Foto/Media Center Riau.
Yang membuat penampilannya kian spesial adalah fakta bahwa bakat menari itu ia pelajari secara otodidak. Ia tak pernah ikut sanggar tari atau pelatihan formal. Setiap gerakan ia pelajari dari kebiasaan melihat dan mengikuti ayahnya, Jufriono (40), seorang atlet Pacu Jalur yang juga berasal dari jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo.
Dikha dikenal rajin berlatih. Setiap minggu, ia mengikuti latihan tiga kali bersama anak-anak pacuan lainnya. Meskipun hanya anak-anak, mereka berlatih serius untuk tampil maksimal di arena sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Ikut menari di jalur sudah 3 tahun terakhir ini. Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu,” jelas Rani, ibu dari Dikha, melansir laman Media Center Riau.
![Kisah Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Viral karena Aura Farming dan Mendunia]()
Foto/Media Center Riau
Awalnya, menari di ujung perahu bukan hal mudah bagi Dikha. Posisi haluan yang sempit dan licin sempat membuatnya jatuh beberapa kali. Tapi semangat dan keberaniannya terus tumbuh. “Pertama dulu takut, beberapa kali jatuh. Tapi sekarang sudah enggak takut jatuh karena sudah terbiasa. Kan bisa renang,” ujar Dikha sambil tersenyum.
Fenomena “Aura Farming” yang ditimbulkan dari aksinya menjadi semacam metafora baru di media sosial, menghadirkan “vibes positif” dan semangat yang menyentuh siapa saja yang menontonnya. Video Dikha yang menari seolah menyihir dunia, mengangkat nama tradisi Pacu Jalur hingga ke panggung global.
Tak hanya viral di TikTok dan Instagram, gaya menari Dikha menjadi inspirasi gerakan tarian baru yang ditiru selebritas dan atlet internasional. Banyak pihak menilai, Dikha telah membawa budaya lokal ke panggung global dengan cara yang unik dan membanggakan.
Meski kini dielu-elukan bocah penari Pacu Jalur yang viral ini sebagai “superstar dadakan”, Dikha tetap anak biasa yang rendah hati. Ia bersekolah seperti biasa dan menjalani hari-harinya dengan ceria.
Saat ditanya soal cita-cita, Dikha menjawab, “Kedepannya saya akan tetap melanjutkan ini. Cita-cita tentu ingin menjadi tentara, dan kalau bisa juga menjadi Gubernur juga," pungkasnya.
Gerakan energik Dikha sebagai penari coki, penari di haluan perahu Pacu Jalur, menampilkan ritme khas dengan tangan memutar dan tubuh bergoyang seirama kayuhan para pendayung.
Baca juga: Mengenal Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Tak disangka, gayanya ini justru ditiru oleh banyak warganet dunia, bahkan oleh pemain klub-klub sepak bola besar seperti Paris Saint-Germain (PSG), AC Milan, hingga Travis Kelce, pacar dari penyanyi pop dunia Taylor Swift. Di dalam negeri, artis terkenal seperti Luna Maya juga ikut menirukan gaya Dikha.
Puncaknya, pada Rabu, 9 Juli 2025, Dikha secara khusus diundang ke Kementerian Kebudayaan oleh Menteri Fadli Zon. Sebelumnya oleh Pemprov Riau, Dikha dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Riau dan mendapat beasiswa pendidikan, sebagai bentuk apresiasi atas jasanya mempopulerkan budaya lokal.
Baca juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Riau, Provinsi yang Populerkan Pacu Jalur
Profil Rayyan Arkan Dikha, Bocah Penari Pacu Jalur yang Mendunia
Rayyan Arkan Dikha, atau akrab disapa Dikha, lahir pada 28 Desember 2014. Meski usianya masih belia dan kini duduk di bangku kelas 5 SD 013 Pintu Gobang, kecintaannya pada tradisi Pacu Jalur begitu besar. Ia mulai menari di atas jalur (perahu Pacu Jalur) sejak usia tujuh tahun.
“Perasaan (saya) gembira mengetahui viral mendunia,” ucap Dikha dengan polos saat ditanya wartawan, melansir siaran pers, Kamis (10/7/2025).

Foto/Media Center Riau.
Yang membuat penampilannya kian spesial adalah fakta bahwa bakat menari itu ia pelajari secara otodidak. Ia tak pernah ikut sanggar tari atau pelatihan formal. Setiap gerakan ia pelajari dari kebiasaan melihat dan mengikuti ayahnya, Jufriono (40), seorang atlet Pacu Jalur yang juga berasal dari jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo.
Latihan Serius, Prestasi Spontan
Dikha dikenal rajin berlatih. Setiap minggu, ia mengikuti latihan tiga kali bersama anak-anak pacuan lainnya. Meskipun hanya anak-anak, mereka berlatih serius untuk tampil maksimal di arena sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Ikut menari di jalur sudah 3 tahun terakhir ini. Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu,” jelas Rani, ibu dari Dikha, melansir laman Media Center Riau.

Foto/Media Center Riau
Awalnya, menari di ujung perahu bukan hal mudah bagi Dikha. Posisi haluan yang sempit dan licin sempat membuatnya jatuh beberapa kali. Tapi semangat dan keberaniannya terus tumbuh. “Pertama dulu takut, beberapa kali jatuh. Tapi sekarang sudah enggak takut jatuh karena sudah terbiasa. Kan bisa renang,” ujar Dikha sambil tersenyum.
Dari Sungai Kuantan ke Dunia
Fenomena “Aura Farming” yang ditimbulkan dari aksinya menjadi semacam metafora baru di media sosial, menghadirkan “vibes positif” dan semangat yang menyentuh siapa saja yang menontonnya. Video Dikha yang menari seolah menyihir dunia, mengangkat nama tradisi Pacu Jalur hingga ke panggung global.
Tak hanya viral di TikTok dan Instagram, gaya menari Dikha menjadi inspirasi gerakan tarian baru yang ditiru selebritas dan atlet internasional. Banyak pihak menilai, Dikha telah membawa budaya lokal ke panggung global dengan cara yang unik dan membanggakan.
Masa Depan Sang Penari Pacu Jalur
Meski kini dielu-elukan bocah penari Pacu Jalur yang viral ini sebagai “superstar dadakan”, Dikha tetap anak biasa yang rendah hati. Ia bersekolah seperti biasa dan menjalani hari-harinya dengan ceria.
Saat ditanya soal cita-cita, Dikha menjawab, “Kedepannya saya akan tetap melanjutkan ini. Cita-cita tentu ingin menjadi tentara, dan kalau bisa juga menjadi Gubernur juga," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :