Cegah TBC, Mahasiswa FK Unila Tingkatkan Kesadaran dengan Medora Project
Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:56 WIB
loading...
Mahasiswa FK Unila menggelar serangkaian program peningkatan kesadaran masyarakat mengenai TBC. Foto/Unila.
A
A
A
JAKARTA - Tuberkulosis (TBC) menjadi momok yang sangat menakutkan di Indonesia. Setelah India, negeri kita bahkan menduduki peringkat kedua tertinggi. Setiap tahun diperkirakan ada sejuta lebih kasus Tb baru dan ratusan ribu kematian akibat penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium Tuberculosis dan menular melalui udara ini.
“Masyarakat seharusnya dapat lebih waspada,” ujar dr. Chicy Widya Morfi, Sp.P. Apalagi, menurut Dokter Spesialis Paru sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung ( Unila ) ini, penularan Tb kadang sulit disadari.
Baca juga: Perlukah Indonesia Vaksin TBC? Ini Penjelasan Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
Itu sebabnya, mahasiswa kedokteran kampus Unila menggelar serangkaian program peningkatan kesadaran masyarakat mengenai Tb. Sejak akhir Juni lalu hingga 7 Agustus nanti, mereka menyebarkan pengetahuan, menggelar diskusi, focus group discussion (FGD), test dan pre-test, workshop bahkan pemberian penghargaan.
Pengetahuan mengenai gejala, penularan, pentingnya peran Pengawas Menelan Obat (PMO) menjadi materi yang wajib disampaikan dalam peningkatan kesadaran mengenai TBC. Tak hanya itu, pola hidup sehat, pembiasaan makan sehat, termasuk hal sederhana seperti mencuci tangan juga sangat penting diketahui masyarakat.
Baca juga: Vaksin TBC Diuji Coba, Ini Gejala Tuberkulosis yang Patut Diwaspadai
Tidak hanya di sekitar Lampung, sasaran mereka juga hingga ke Jakarta. Dalam sebuah podcast, tim pelaksana menggelar kerja sama dan bincang-bincang dengan komunitas penyandang Tb DKI Jakarta.
Jangkauan penyebaran gagasan yang lebih luas bahkan dirancang melalui radio yang menjangkau pendengar di Lampung dan Semarang, serta mengadakan live instagram hasil kolaborasi dengan Tuberkulosis TV.
Di samping menggaet pelajar, mahasiswa, masyarakat desa, bentuk-bentuk penyuluhan dengan narasumber berkompeten yang diorientasikan dalam rangka mendorong peningkatan mutu kesehatan di Indonesia, mahasiswa FK Unila juga melakukan roadshow ke lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Bandar Lampung.
Proses transfer pengetahuan juga dibuat semudah mungkin. Termasuk dengan menggelar camping ground yang melibatkan masyarakat sasaran yang dituju.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan ke masyarakat dalam penyebaran ilmu dan kewaspadaan penyakit TBC,” kata Ketua Pelaksana Medora Project 2025 FK Unila, Faris Novaldi Firdaus.
Sesuai nama project yang dipilih, menurut Faris, Medora merupakan akronim dari medical dan pandora. Kata ini menjadi simbol mengenai rangkaian acara yang dilaksanakan dengan harapan untuk meningkatkan mutu kesehatan Indonesia, terkhususnya untuk memberantas TBC.
Semangat itu ditampilkan dengan mengusung tema ATHENA, yang dimaksudkan sebagai Action fo Tuberculosis Healt – Elimination, Nurturing, and Awareness.
Rangkaian panjang kegiatan ini sebetulnya merupakan implementasi dari Bulan Bakti, program tahunan pengabdian masyarakat terbesar dari mahasiswa fakultas kedokteran se-Indonesia. Bentuknya berupa kegiatan edukatif, skrining, dan kolaborasi lintas sektor, diselenggarakan di bawah payung Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).
Sepanjang kegiatan, para peserta mengikuti dengan penuh antusias. Respon mereka positif dan aktif berdialog dan mengaku mendapat pengetahuan baru dari paparan yang disampaikan para dokter.
“Masyarakat seharusnya dapat lebih waspada,” ujar dr. Chicy Widya Morfi, Sp.P. Apalagi, menurut Dokter Spesialis Paru sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung ( Unila ) ini, penularan Tb kadang sulit disadari.
Baca juga: Perlukah Indonesia Vaksin TBC? Ini Penjelasan Siti Fadilah Supari dan Guru Besar FKUI
Itu sebabnya, mahasiswa kedokteran kampus Unila menggelar serangkaian program peningkatan kesadaran masyarakat mengenai Tb. Sejak akhir Juni lalu hingga 7 Agustus nanti, mereka menyebarkan pengetahuan, menggelar diskusi, focus group discussion (FGD), test dan pre-test, workshop bahkan pemberian penghargaan.
Pengetahuan mengenai gejala, penularan, pentingnya peran Pengawas Menelan Obat (PMO) menjadi materi yang wajib disampaikan dalam peningkatan kesadaran mengenai TBC. Tak hanya itu, pola hidup sehat, pembiasaan makan sehat, termasuk hal sederhana seperti mencuci tangan juga sangat penting diketahui masyarakat.
Baca juga: Vaksin TBC Diuji Coba, Ini Gejala Tuberkulosis yang Patut Diwaspadai
Tidak hanya di sekitar Lampung, sasaran mereka juga hingga ke Jakarta. Dalam sebuah podcast, tim pelaksana menggelar kerja sama dan bincang-bincang dengan komunitas penyandang Tb DKI Jakarta.
Jangkauan penyebaran gagasan yang lebih luas bahkan dirancang melalui radio yang menjangkau pendengar di Lampung dan Semarang, serta mengadakan live instagram hasil kolaborasi dengan Tuberkulosis TV.
Di samping menggaet pelajar, mahasiswa, masyarakat desa, bentuk-bentuk penyuluhan dengan narasumber berkompeten yang diorientasikan dalam rangka mendorong peningkatan mutu kesehatan di Indonesia, mahasiswa FK Unila juga melakukan roadshow ke lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Bandar Lampung.
Proses transfer pengetahuan juga dibuat semudah mungkin. Termasuk dengan menggelar camping ground yang melibatkan masyarakat sasaran yang dituju.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan ke masyarakat dalam penyebaran ilmu dan kewaspadaan penyakit TBC,” kata Ketua Pelaksana Medora Project 2025 FK Unila, Faris Novaldi Firdaus.
Sesuai nama project yang dipilih, menurut Faris, Medora merupakan akronim dari medical dan pandora. Kata ini menjadi simbol mengenai rangkaian acara yang dilaksanakan dengan harapan untuk meningkatkan mutu kesehatan Indonesia, terkhususnya untuk memberantas TBC.
Semangat itu ditampilkan dengan mengusung tema ATHENA, yang dimaksudkan sebagai Action fo Tuberculosis Healt – Elimination, Nurturing, and Awareness.
Rangkaian panjang kegiatan ini sebetulnya merupakan implementasi dari Bulan Bakti, program tahunan pengabdian masyarakat terbesar dari mahasiswa fakultas kedokteran se-Indonesia. Bentuknya berupa kegiatan edukatif, skrining, dan kolaborasi lintas sektor, diselenggarakan di bawah payung Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).
Sepanjang kegiatan, para peserta mengikuti dengan penuh antusias. Respon mereka positif dan aktif berdialog dan mengaku mendapat pengetahuan baru dari paparan yang disampaikan para dokter.
(nnz)
Lihat Juga :