Kemendikdasmen Tegaskan Praktik Perpeloncoan Dilarang di MPLS 2025

Senin, 14 Juli 2025 - 19:24 WIB
loading...
Kemendikdasmen Tegaskan...
Kemendikdasmen mencanangkan MPLS Ramah menjadi ruang adaptasi murid baru yang menyenangkan, aman dan membangun karakter. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Kemendikdasmen mencanangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah menjadi ruang adaptasi murid baru yang menyenangkan, aman dan membangun karakter. Penegasan dilakukan dengan praktik perpeloncoan yang dilarang penuh terjadi di MPLS.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengatakan, MPLS Ramah tidak boleh diisi dengan kegiatan yang merendahkan martabat siswa, tidak relevan secara edukatif, ataupun menyulitkan peserta didik.

Baca juga: Lirik Lagu Hari Baru, Jingle Resmi MPLS Ramah 2025

Aktivitas seperti membawa barang-barang tidak penting, memberi tugas yang tidak esensial, hingga panggilan yang tidak pantas, menurutnya harus dihindari.

"Kita mencanangkan MPLS Ramah, artinya betul-betul fokus pada pengenalan lingkungan sekolah secara menyenangkan dan membangun, mulai dari proses belajar-mengajar, interaksi sosial, hingga tata tertib sekolah. MPLS Ramah bukan tempat bagi praktik perpeloncoan dalam bentuk apa pun," katanya, melalui siaran pers, Senin (14/7/2025).

Baca juga: 2 Contoh Doa Pembuka MPLS 2025, Penuh Makna dan Harapan

Hal ini disampaikan saat ia meninjau kegiatan MPLS di SMA Negeri 22 Jakarta, Senin (14/7/2025).

Selain penegasan soal larangan perpeloncoan, Wamendikdasmen juga menyampaikan bahwa MPLS Ramah tahun ini mengusung pendekatan pendidikan karakter dan penguatan etika. Salah satu instrumen pendukungnya adalah asesmen awal (diagnostik) yang dirancang untuk memahami kebutuhan belajar murid baru, bukan untuk menguji mereka.

"Asesmen dalam MPLS Ramah bukan ujian. Ini lebih pada pemetaan awal untuk melihat kesiapan, minat, dan potensi peserta didik agar guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran. Ini harus dimaknai secara positif, bukan sesuatu yang menakutkan," jelasnya.

Baca juga: MPLS 2025 Resmi Dimulai, Mendikdasmen Imbau Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Untuk memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan sesuai pedoman, Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Provinsi, dan sekolah membentuk tim pemantau di lapangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga pelaksanaan MPLS Ramah tetap dalam koridor edukatif dan humanis.

Pesan untuk Kakak Kelas dan Komunitas Sekolah

Wamendikdasmen juga menyampaikan pesan khusus kepada para murid senior agar menjadi teladan dan pendamping yang baik bagi adik-adik kelasnya.

Baca juga: 15 Contoh Yel-yel untuk MPLS Ramah 2025 Sehat, Cerdas, Berkarakter

"Kita ingin membangun budaya sekolah yang saling membimbing, bukan membebani. Kakak kelas harus hadir sebagai penyemangat, bukan sumber tekanan. Justru indah rasanya jika pertemuan awal ini menjadi awal dari persaudaraan yang tumbuh di lingkungan sekolah," pungkas Atip.

Kemendikdasmen berharap praktik baik MPLS Ramah yang menekankan keselamatan, keceriaan, dan nilai-nilai karakter positif dapat menjadi standar nasional di seluruh satuan pendidikan.

Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi murid, tempat tumbuhnya ilmu, tumbuhnya harapan, dan tumbuhnya pribadi-pribadi tangguh yang siap menghadapi masa depan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Pertama Puasa 2026...
Hari Pertama Puasa 2026 Siswa Masuk Sekolah? Ini Jadwal Pembelajaran Resmi Pemerintah
Hari Pertama Sekolah...
Hari Pertama Sekolah 2026, Mendikdasmen Pimpin Upacara Bendera di Aceh Tamiang
Awali Semester Genap...
Awali Semester Genap 2026, Sekolah Gelar Pagi Ceria hingga Nyanyi Lagu Hari Baru
Mendikdasmen Instruksikan...
Mendikdasmen Instruksikan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap
Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan...
Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat? Pahami untuk MPLS 2025
2 Contoh Doa Pembuka...
2 Contoh Doa Pembuka MPLS 2025, Penuh Makna dan Harapan
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
TIDAR Desak Pembenahan...
TIDAR Desak Pembenahan Sistem Daycare Nasional Buntut Kekerasan Anak di Little Aresha Yogyakarta
Rekomendasi
Gempa Besar Berkekuatan...
Gempa Besar Berkekuatan M6,7 Guncang Palu Sulteng
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Kisah Vozinha: Kiper...
Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Super Antusias, Audisi...
Super Antusias, Audisi Liga Bintang Juara Tangerang Diikuti Lebih 500 Siswa! Giliran Audisi Depok 23 & 24 Juni Ini
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved