Cerita Riko, Driver Ojol yang Berhasil Menembus IPB University Lewat Jalur Prestasi
Selasa, 15 Juli 2025 - 19:33 WIB
loading...
Riko Jandika, mahasiswa baru IPB University di Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian. Foto/IPB.
A
A
A
JAKARTA - Ini kisah Riko Jandika, mahasiswa baru IPB University yang menginspirasi. Sebelum resmi menjadi mahasiswa, Riko menjalani profesi sebagai driver ojek online (ojol) .
Menurut mahasiswa jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB ini, pekerjaan itu ia ambil untuk mencukupi kebutuhan hidup sekaligus membentuk kemandirian finansial. Keberhasilannya menembus IPB University tak lepas dari prestasinya di bidang Pramuka , yang membawanya diterima melalui Jalur Talenta.
Baca juga: Beasiswa BINUS untuk Nusantara 2025 Diluncurkan, Cek Infonya
Dalam masa transisi selama tiga bulan usai lulus dari SMA Negeri 9 Kota Bogor, Riko tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari penghasilan secara mandiri.
“Saya berpikir untuk mencari pekerjaan. Awalnya ingin kerja di restoran, tapi saya khawatir dengan sistem kontrak dan gaji yang tidak jelas,” kata Riko.
Baca juga: 1.085 Calon Mahasiswa Lulus Jalur Mandiri SM IPB 2025, Ini Link Registrasinya
Akhirnya, ia memilih menjadi driver ojol karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan. Keputusan itu bukan tanpa alasan. “Saya ingin mandiri dan tidak dimanja oleh kehidupan. Saya juga ingin membantu orang tua,” ujarnya.
Pendapatannya sebagai driver ojol ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membantu keluarganya di rumah. “Saya beli kebutuhan sendiri, seperti makanan dan transportasi. Kadang saya juga kasih orang tua beras, minyak, atau uang,” jelasnya.
Baca juga: 4 Beasiswa Terbaik ke Timur Tengah, Kuliah Gratis Tunjangan Fantastis
Kini, setelah resmi menjadi mahasiswa IPB , Riko memutuskan untuk sementara waktu berhenti dari aktivitas ojol demi fokus pada perkuliahan. “Untuk sekarang, saya akan berhenti sementara. Mungkin nanti saya lanjutkan saat libur atau jika ada waktu luang,” ungkapnya.
Riko mengaku sempat merasa canggung bekerja sebagai ojol di usia muda. Namun, pengalaman tersebut memberinya pelajaran penting soal kedewasaan dan ketangguhan mental. “Awalnya gengsi, tapi saya sadar harus kuat. Saya tidak bisa terus dimanjakan,” katanya.
Di akhir, Riko memberikan pesan untuk mahasiswa lain yang sedang menghadapi tantangan serupa. “Tetap semangat. Saya yakin, teman-teman yang berada dalam kondisi sulit punya mental yang kuat dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.
Menurut mahasiswa jurusan Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB ini, pekerjaan itu ia ambil untuk mencukupi kebutuhan hidup sekaligus membentuk kemandirian finansial. Keberhasilannya menembus IPB University tak lepas dari prestasinya di bidang Pramuka , yang membawanya diterima melalui Jalur Talenta.
Baca juga: Beasiswa BINUS untuk Nusantara 2025 Diluncurkan, Cek Infonya
Dalam masa transisi selama tiga bulan usai lulus dari SMA Negeri 9 Kota Bogor, Riko tidak tinggal diam. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari penghasilan secara mandiri.
“Saya berpikir untuk mencari pekerjaan. Awalnya ingin kerja di restoran, tapi saya khawatir dengan sistem kontrak dan gaji yang tidak jelas,” kata Riko.
Baca juga: 1.085 Calon Mahasiswa Lulus Jalur Mandiri SM IPB 2025, Ini Link Registrasinya
Akhirnya, ia memilih menjadi driver ojol karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan. Keputusan itu bukan tanpa alasan. “Saya ingin mandiri dan tidak dimanja oleh kehidupan. Saya juga ingin membantu orang tua,” ujarnya.
Pendapatannya sebagai driver ojol ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta membantu keluarganya di rumah. “Saya beli kebutuhan sendiri, seperti makanan dan transportasi. Kadang saya juga kasih orang tua beras, minyak, atau uang,” jelasnya.
Baca juga: 4 Beasiswa Terbaik ke Timur Tengah, Kuliah Gratis Tunjangan Fantastis
Kini, setelah resmi menjadi mahasiswa IPB , Riko memutuskan untuk sementara waktu berhenti dari aktivitas ojol demi fokus pada perkuliahan. “Untuk sekarang, saya akan berhenti sementara. Mungkin nanti saya lanjutkan saat libur atau jika ada waktu luang,” ungkapnya.
Riko mengaku sempat merasa canggung bekerja sebagai ojol di usia muda. Namun, pengalaman tersebut memberinya pelajaran penting soal kedewasaan dan ketangguhan mental. “Awalnya gengsi, tapi saya sadar harus kuat. Saya tidak bisa terus dimanjakan,” katanya.
Di akhir, Riko memberikan pesan untuk mahasiswa lain yang sedang menghadapi tantangan serupa. “Tetap semangat. Saya yakin, teman-teman yang berada dalam kondisi sulit punya mental yang kuat dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.
(nnz)
Lihat Juga :