Kemendikdasmen Tampilkan Program PKW Tekun Tenun di HUT ke-45 Dekranas

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:30 WIB
loading...
Kemendikdasmen Tampilkan...
Direktorat Kursus dan Pelatihan menampilkan praktik baik Program PKW Tekun Tenun di HUT ke-45 Dekranas.
A A A
JAKARTA - Kemendikdasmen melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) turut berpartisipasi pada pameran dalam rangka Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pada pameran tersebut, Direktorat Kursus dan Pelatihan menampilkan praktik baik Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun.

Program PKW Tekun Tenun merupakan program prioritas dari Direktorat Kursus dan Pelatihan dalam rangka melahirkan para wirausaha muda melalui pengembangan keahlian kerajinan tangan dan pelestarian kekayaan budaya di daerah. Program ini telah dilaksanakan sejak 2020 lalu dengan menggandeng Dekranas dan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah). Hingga saat ini, program ini telah berhasil melahirkan lebih dari 5.500 perajin. Tahun ini, program serupa akan menyasar lebih dari 100 peserta yang merupakan anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS) di Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Banten, dan sebagainya.

Kehadiran hasil karya program PKW Tekun Tenun ini sekaligus menunjukkan dukungan nyata Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK dalam pengembangan industri kreatif nasional dan regenerasi perajin Indonesia.

Produk yang ditampilkan merupakan hasil karya para alumni program PKW Tekun Tenun yang selama ini telah banyak dipasarkan melalui Dekranas dan Dekranasda. Beberapa di antara karya-karya tersebut adalah aneka kain tenun, seperti Tenun Gebeng, Tais Sotis dan Tais Buna, Songket Manggarai, Tenun Aceh, serta berbagai produk kerajinan tangan yang dibuat dari kain-kain tradisional tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa praktik baik program PKW Tekun Tenun memberikan dampak tidak hanya secara ekonomi bagi pesertanya, tetapi juga bentuk dukungan pendidikan vokasi dalam upaya pelestarian kekayaan wastra nusantara,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, di Balikpapan, Rabu (9/7).

Menurut Tatang, jumlah perajin di sejumlah daerah di Indonesia terus berkurang. Tidak banyak anak-anak muda yang mau terjun ke dunia kerajinan tenun. Hal ini membuat tidak ada yang menggantikan perajin-perajin yang sudah mulai sepuh.

“Melalui program PKW Tekun Tenun kami terus mendorong regenerasi perajin yang kami harapkan bisa menjadi pelaku usaha kerajinan di daerah dan mendukung pengembangan,” tambah Tatang.

Dampak Ekonomi dari Program PKW Tekun Tekun

Wiwinda Sari, salah satu peserta pameran menjadi salah satu alumnus program PKW Tekun Tenun yang merasakan manfaat program ini. Sebagai alumni program PKW Tekun 2022, Winda masih aktif menenun hingga saat ini. Ia menjual hasil tenunnya melalui Dekranasda maupun kepada pengepul tenun di daerah di Indralaya, Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Ia pun menjual hasil karya tangannya melalui platform e-commerce dan menerima orderan custom.

“Kebetulan karena saya memang dari keluarga penenun. Jadi sampai sekarang masih aktif menenun dan ilmu dari program PKW Tekun Tenun 2022 lalu benar-benar sangat membantu saya. Apalagi, ada bantuan alat pintal benang dan alat tenun juga sehingga tidak perlu membeli alat tenun yang lumayan mahal,” kata Winda.

Setiap bulannya, Winda biasa menyelesaikan sekitar satu sampai dua lembar kain tenun Gebeng yang merupakan kain tenun tradisional asal Palembang. Setiap lembar kain tenun gebeng buatan ini biasa dijual sekitar Rp1,6 juta untuk ukuran sekitar satu meteran.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Selama 90 Menit di Los...
Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
Berita Terkini
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved