Bingung Bedakan Ikan Nila dan Mujair? Dosen IPB Jelaskan secara Ilmiah
Jum'at, 18 Juli 2025 - 06:00 WIB
loading...
Banyak orang masih sulit membedakan antara ikan nila dan ikan mujair, padahal keduanya kerap dijadikan hidangan favorit di rumah maupun restoran. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang masih sulit membedakan antara ikan nila dan ikan mujair , padahal keduanya kerap dijadikan hidangan favorit di rumah maupun restoran. Meski tampak mirip, kedua jenis ikan air tawar ini berasal dari spesies yang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing.
Menurut Kurnia Anggraini Rahmi, dosen dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University , ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) memiliki perbedaan signifikan dalam morfologi dan karakteristik biologisnya.
Baca juga: Konsumsi Ikan Bisa Menyebabkan Cacingan, Mitos atau Fakta?
Kurnia menjelaskan bahwa ikan nila memiliki bentuk tubuh bulat pipih dengan punggung yang cenderung tinggi. Garis lurus tampak jelas di bagian sirip punggung dan ekornya. Warna tubuhnya biasanya hitam keabu-abuan, dengan sisik yang berukuran besar dan terasa kasar.
“Kepala ikan nila tergolong kecil jika dibandingkan dengan ukuran mulutnya, tapi matanya besar dan tampak menonjol,” ujar Kurnia, melalui siaran pers, Jumat (18/7/2025).
Baca juga: 7 Ikan yang Menyehatkan Ginjal, Patin Rendah Kolesterol
Ia menambahkan, moncong ikan nila berukuran sedang dengan sisik bertipe sikloid. Di bagian pipi terdapat tiga baris sisik. “Sirip punggung dan duburnya tampak tumpul, sementara sirip dada cenderung runcing. Ciri khas lainnya adalah adanya garis vertikal sempit di sirip ekor serta bercak gelap di sudut operkulum,” jelasnya.
Secara ilmiah, ikan nila memiliki rumus sirip sebagai berikut: D XV.10; C 0.17; A VIII.10; P I.5; dan V II.10.
Selain penampilan fisik, kemampuan berkembang biak ikan nila juga luar biasa. Spesies ini mampu melakukan pemijahan berulang setiap 14 hari sebanyak 2–3 kali, sebelum memasuki masa rematurasi. Selama proses pemijahan, ikan nila mengerami telur di dalam mulutnya, dengan satu siklus pemijahan yang bisa berlangsung hingga satu bulan.
Baca juga: 5 Fakta Ikan Sarden, Nomor 4 Ampuh untuk Kesehatan Kulit
Di sisi lain, ikan mujair memiliki ciri morfologi yang berbeda. Sirip punggungnya berwarna hitam dengan ujung kemerahan, dan sirip ekornya tidak memiliki pola garis-garis. Ikan ini juga memiliki gigi faring yang halus serta bentuk kepala dan rahang yang khas, terutama pada jantan dewasa.
“Ciri ikan mujair jantan saat musim kawin antara lain bagian atas kepala yang cekung, tubuh berwarna kehitaman, serta bagian bawah kepala tampak putih. Tepi sirip punggung dan ekor juga terlihat kemerahan,” terang Kurnia.
Baca juga: Hiu Goblin Superlangka Difilmkan untuk Pertama Kalinya
Sementara ikan mujair betina dan anakan menunjukkan pola garis-garis atau belang di bagian tengah tubuh dan punggung. Rumus sirip mujair adalah D XVII.12; C 0.20; A III.10; P II.24; dan V III.10.
Dalam hal reproduksi, ikan mujair tak jauh berbeda dengan nila. Ikan jantan biasanya membuat sarang sebagai tempat pemijahan. Betina dapat menghasilkan hingga 1.775 butir telur matang yang menetas dalam waktu 3 hingga 5 hari. Menariknya, burayak atau anak ikan tetap diasuh di dalam mulut induk betina selama sekitar satu minggu setelah dilepaskan.
“Pemijahan ikan mujair bisa berlangsung lebih dari sekali dalam satu musim, tergantung pada kondisi lingkungan. Bahkan, ikan ini mampu berkembang biak di perairan dengan salinitas tinggi, antara 35 hingga 49 ppt,” tutupnya.
Menurut Kurnia Anggraini Rahmi, dosen dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University , ikan nila (Oreochromis niloticus) dan ikan mujair (Oreochromis mossambicus) memiliki perbedaan signifikan dalam morfologi dan karakteristik biologisnya.
Baca juga: Konsumsi Ikan Bisa Menyebabkan Cacingan, Mitos atau Fakta?
Kurnia menjelaskan bahwa ikan nila memiliki bentuk tubuh bulat pipih dengan punggung yang cenderung tinggi. Garis lurus tampak jelas di bagian sirip punggung dan ekornya. Warna tubuhnya biasanya hitam keabu-abuan, dengan sisik yang berukuran besar dan terasa kasar.
“Kepala ikan nila tergolong kecil jika dibandingkan dengan ukuran mulutnya, tapi matanya besar dan tampak menonjol,” ujar Kurnia, melalui siaran pers, Jumat (18/7/2025).
Baca juga: 7 Ikan yang Menyehatkan Ginjal, Patin Rendah Kolesterol
Ia menambahkan, moncong ikan nila berukuran sedang dengan sisik bertipe sikloid. Di bagian pipi terdapat tiga baris sisik. “Sirip punggung dan duburnya tampak tumpul, sementara sirip dada cenderung runcing. Ciri khas lainnya adalah adanya garis vertikal sempit di sirip ekor serta bercak gelap di sudut operkulum,” jelasnya.
Secara ilmiah, ikan nila memiliki rumus sirip sebagai berikut: D XV.10; C 0.17; A VIII.10; P I.5; dan V II.10.
Selain penampilan fisik, kemampuan berkembang biak ikan nila juga luar biasa. Spesies ini mampu melakukan pemijahan berulang setiap 14 hari sebanyak 2–3 kali, sebelum memasuki masa rematurasi. Selama proses pemijahan, ikan nila mengerami telur di dalam mulutnya, dengan satu siklus pemijahan yang bisa berlangsung hingga satu bulan.
Baca juga: 5 Fakta Ikan Sarden, Nomor 4 Ampuh untuk Kesehatan Kulit
Di sisi lain, ikan mujair memiliki ciri morfologi yang berbeda. Sirip punggungnya berwarna hitam dengan ujung kemerahan, dan sirip ekornya tidak memiliki pola garis-garis. Ikan ini juga memiliki gigi faring yang halus serta bentuk kepala dan rahang yang khas, terutama pada jantan dewasa.
“Ciri ikan mujair jantan saat musim kawin antara lain bagian atas kepala yang cekung, tubuh berwarna kehitaman, serta bagian bawah kepala tampak putih. Tepi sirip punggung dan ekor juga terlihat kemerahan,” terang Kurnia.
Baca juga: Hiu Goblin Superlangka Difilmkan untuk Pertama Kalinya
Sementara ikan mujair betina dan anakan menunjukkan pola garis-garis atau belang di bagian tengah tubuh dan punggung. Rumus sirip mujair adalah D XVII.12; C 0.20; A III.10; P II.24; dan V III.10.
Dalam hal reproduksi, ikan mujair tak jauh berbeda dengan nila. Ikan jantan biasanya membuat sarang sebagai tempat pemijahan. Betina dapat menghasilkan hingga 1.775 butir telur matang yang menetas dalam waktu 3 hingga 5 hari. Menariknya, burayak atau anak ikan tetap diasuh di dalam mulut induk betina selama sekitar satu minggu setelah dilepaskan.
“Pemijahan ikan mujair bisa berlangsung lebih dari sekali dalam satu musim, tergantung pada kondisi lingkungan. Bahkan, ikan ini mampu berkembang biak di perairan dengan salinitas tinggi, antara 35 hingga 49 ppt,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :