Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Afirmasi Nyata

Sabtu, 19 Juli 2025 - 21:20 WIB
loading...
Pendidikan Inklusif...
Komitmen terhadap pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus kembali ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus & Refleksi Sosial Melalui Film Mama Jo. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Komitmen terhadap pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus kembali ditegaskan dalam Diskusi Publik bertajuk “Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus & Refleksi Sosial Melalui Film Mama Jo”

Kegiatan ini menghadirkan tokoh nasional Siti Nurbaya Bakar, mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sebagai pembicara kunci. Dalam forum yang dihadiri berbagai elemen masyarakat ini, Siti menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan inklusif, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Baca juga: Kisah Baida Rani, Guru Madrasah yang Setia Mengajar di Pedalaman 3T demi Anak Negeri

“Peran afirmasi negara jauh lebih penting dibanding hanya sekadar regulasi,” ujar Siti, melalui siaran pers, Sabtu (19/7/2025) pada diskusi yang digelar Manajemen Perpustakaan Panglima Itam Nasdem.

Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab moral dan etis dalam menjamin keadilan sosial bagi seluruh warganya, termasuk kelompok paling rentan seperti anak berkebutuhan khusus (ABK).

Dalam paparannya, Siti memaparkan empat langkah penting yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, kampanye Publik untuk Mengubah Persepsi Pendidikan inklusif membutuhkan perubahan pola pikir.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru 2025, Kemendikdasmen Tegaskan Kurikulum Merdeka dan K13 Tetap Berlaku

“Disabilitas bukan kelemahan, tapi bagian dari keberagaman manusia,” jelas Siti. Ia menyerukan pentingnya edukasi sejak dini di lingkungan sekolah untuk membentuk persepsi yang setara dan inklusif.

Kemudian, pemerintah diminta menyediakan fasilitas umum yang mudah diakses seperti lift, trotoar yang rata, toilet ramah disabilitas, serta informasi dalam format braile, audio, dan bahasa isyarat.

Kemudian, pendidikan inklusif harus menjadi sarana mobilitas sosial, membuka ruang bagi ABK untuk mengembangkan potensi dan mendapatkan kesempatan belajar yang sama.

Siti menegaskan pentingnya pelatihan keterampilan dan kuota kerja di perusahaan untuk penyandang disabilitas. “Dunia kerja bukan hanya menerima ABK, tapi juga mengakui potensi mereka,” ujarnya.

Acara diskusi ini juga menayangkan film Mama Jo, karya sutradara Ineu Rahmawati, yang mengangkat kisah inspiratif seorang ibu dalam membesarkan anak dengan cerebral palsy. Film ini menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan ABK.

Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya terhadap film tersebut dan menyoroti tiga hal Utama, film menunjukkan bahwa cinta seorang ibu adalah kekuatan utama dalam tumbuh kembang ABK. “Menyambut takdir dengan cinta adalah langkah awal dari segalanya,” kata Siti.

Lalu, karakter Jo yang bercita-cita menjadi polisi menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bermimpi besar. Pendidikan harus menciptakan ruang yang menumbuhkan keunikan setiap anak.

"Film ini menjadi cermin sosial bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk hidup bermakna. Empati dan keberterimaan masyarakat menjadi kunci Utama," jelasnya.

Siti menutup pernyataannya dengan pesan mendalam, “Keikhlasan adalah benih. Keberterimaan adalah tanah. Cinta adalah air. Bersama, mereka menumbuhkan kehidupan.”
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
Cara Akses Platform...
Cara Akses Platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen untuk Guru, Siswa, dan Orang Tua
Wamen Stella dan Pramono...
Wamen Stella dan Pramono Anung Bahas Jakarta Jadi Pusat Pendidikan Internasional
Hardiknas 2026, Mendikdasmen...
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Sampaikan Terima Kasih kepada Guru di Seluruh Indonesia
Tema dan Logo Hardiknas...
Tema dan Logo Hardiknas 2026 Lengkap dengan Makna dan Link Unduhan Resmi
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
Rekomendasi
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Berita Terkini
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved