Sekolah Terpadu Sedaya Bintang Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Pelatihan Berkelanjutan
Senin, 21 Juli 2025 - 17:21 WIB
loading...
Sekolah Terpadu Sedaya Bintang resmi memulai langkah operasionalnya dengan menekankan peningkatan kualitas pendidikan. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sekolah Terpadu Sedaya Bintang resmi memulai langkah operasionalnya dengan menekankan peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pengajar.
Dalam rangka menyambut tahun ajaran perdana 2025/2026, sekolah ini menjalankan program pelatihan guru secara terstruktur dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran di dalam kelas.
Pelatihan ini tidak hanya mencakup teori, namun juga praktik langsung bersama pakar pendidikan internasional seperti Prof. Pei-Jung Lin dan Dr. Yeap Ban Har. Selain sesi pelatihan, para guru juga mendapatkan pendampingan berupa coaching on-site serta program Community of Practice (CoP) yang memungkinkan para pendidik untuk saling berbagi praktik terbaik dan refleksi pembelajaran.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Stafsus Gibran Tina Talisa yang Juga Komisaris Pertamina Patra Niaga
Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk, Aida Halim, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.
"Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pembelajaran yang berfokus pada penguatan akademik, pengembangan karakter, serta kompetensi abad ke-21 (Critical Thinking, Communication, Creativity, dan Collaboration) ke dalam seluruh aspek pembelajaran," kata Aida, melalui siaran pers, Senin (21/7/2025).
Peresmian tahap pertama pembangunan gedung Sekolah Terpadu Sedaya Bintang dilakukan pada Sabtu, 19 Juli 2025, sebagai bagian dari komitmen PT Summarecon Agung Tbk dalam pengembangan fasilitas pendidikan di kawasan. Prosesi seremonial dilakukan oleh Komisaris Utama sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, Soetjipto Nagaria, didampingi jajaran pengurus yayasan, direksi Summarecon, serta perwakilan kontraktor dan konsultan.
Ketua Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, Soegianto Nagaria, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat terhadap pembukaan sekolah ini. “Tahap awal ini kami membuka jenjang Kelompok Bermain, TK, dan SD. Terima kasih atas kepercayaan orang tua yang telah memilih Sedaya Bintang sebagai tempat anak-anaknya belajar,” ujarnya.
Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menempatkan lingkungan belajar sebagai elemen penting dalam proses pendidikan, yang dikenal sebagai "guru ketiga". Desain sekolah dilengkapi dengan Learning Corners yang bertujuan mengasah rasa ingin tahu, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, fasilitas seperti Vertical Collaborative Board di jenjang SD dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi antar siswa.
Dalam hal kurikulum, Sedaya Bintang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa dan menerapkan pendekatan trilingual (Mandarin, Inggris, Indonesia). Kurikulum ini juga mengintegrasikan berbagai sumber: Kurikulum Nasional Merdeka Belajar, Pearson Edexcel (berbasis Inggris), dan Kurikulum Matematika Singapura. Pendekatan pembelajarannya mengusung konsep Holistic Education yang menekankan pada perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa secara seimbang.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, sekolah terpadu Sedaya Bintang berharap dapat membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Dalam rangka menyambut tahun ajaran perdana 2025/2026, sekolah ini menjalankan program pelatihan guru secara terstruktur dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pembelajaran di dalam kelas.
Pelatihan ini tidak hanya mencakup teori, namun juga praktik langsung bersama pakar pendidikan internasional seperti Prof. Pei-Jung Lin dan Dr. Yeap Ban Har. Selain sesi pelatihan, para guru juga mendapatkan pendampingan berupa coaching on-site serta program Community of Practice (CoP) yang memungkinkan para pendidik untuk saling berbagi praktik terbaik dan refleksi pembelajaran.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Stafsus Gibran Tina Talisa yang Juga Komisaris Pertamina Patra Niaga
Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk, Aida Halim, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, sekaligus memperkuat pendidikan karakter siswa.
"Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pembelajaran yang berfokus pada penguatan akademik, pengembangan karakter, serta kompetensi abad ke-21 (Critical Thinking, Communication, Creativity, dan Collaboration) ke dalam seluruh aspek pembelajaran," kata Aida, melalui siaran pers, Senin (21/7/2025).
Peresmian tahap pertama pembangunan gedung Sekolah Terpadu Sedaya Bintang dilakukan pada Sabtu, 19 Juli 2025, sebagai bagian dari komitmen PT Summarecon Agung Tbk dalam pengembangan fasilitas pendidikan di kawasan. Prosesi seremonial dilakukan oleh Komisaris Utama sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, Soetjipto Nagaria, didampingi jajaran pengurus yayasan, direksi Summarecon, serta perwakilan kontraktor dan konsultan.
Ketua Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, Soegianto Nagaria, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat terhadap pembukaan sekolah ini. “Tahap awal ini kami membuka jenjang Kelompok Bermain, TK, dan SD. Terima kasih atas kepercayaan orang tua yang telah memilih Sedaya Bintang sebagai tempat anak-anaknya belajar,” ujarnya.
Sekolah Terpadu Sedaya Bintang menempatkan lingkungan belajar sebagai elemen penting dalam proses pendidikan, yang dikenal sebagai "guru ketiga". Desain sekolah dilengkapi dengan Learning Corners yang bertujuan mengasah rasa ingin tahu, keterampilan sosial, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, fasilitas seperti Vertical Collaborative Board di jenjang SD dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi antar siswa.
Dalam hal kurikulum, Sedaya Bintang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa dan menerapkan pendekatan trilingual (Mandarin, Inggris, Indonesia). Kurikulum ini juga mengintegrasikan berbagai sumber: Kurikulum Nasional Merdeka Belajar, Pearson Edexcel (berbasis Inggris), dan Kurikulum Matematika Singapura. Pendekatan pembelajarannya mengusung konsep Holistic Education yang menekankan pada perkembangan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual siswa secara seimbang.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, sekolah terpadu Sedaya Bintang berharap dapat membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
(nnz)
Lihat Juga :