Krisis Dokter Segera Berakhir? Kemendikti Luncurkan Program Cetak Ribuan Spesialis
Selasa, 22 Juli 2025 - 16:09 WIB
loading...
Pemerintah akan membuka ratusan program studi baru dokter spesiaslis dan subspesialis di 57 fakultas kedokteran. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Kemendiktisaintek akan membuka ratusan program studi baru dokter spesiaslis dan subspesialis di 57 fakultas kedokteran. Targetnya adalah untuk meningkatkan lulusan menjadi 6.000 per tahun pada 2030.
Program ini menjadi salah satu langkah Kemendiktisaintek yang secara resmi meluncurkan Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis.
“Pendidikan tinggi harus berorientasi pada akses, mutu, relevansi, dan dampak sesuai misi Asta Cita. Kita perlu menghasilkan tenaga medis yang berkualitas dan hilirisasi riset yang berkontribusi untuk peningkatan sistem pelayanan kesehatan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, melalui siaran pers, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Zahra Wujudkan Mimpi Orang Tua Meski Sudah Tiada
Penambahan program studi baru dan peningkatan kuota mahasiswa dokter spesialis-subspesialis dengan model kemitraan perguruan tinggi menjadi salah satu strategi quick wins program ini.
Kemendiktisaintek bermitra dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang mengoordinasikan 57 FK untuk pembukaan 148 prodi baru dokter spesialis dan subspesialis, serta dengan 350 rumah sakit di tahun 2025-2026.
Dengan akselerasi ini, diharapkan terdapat peningkatan jumlah kuota mahasiswa menjadi 8.000 mahasiswa pada tahun 2026 (peningkatan 2 kali lipat), sehingga terdapat peningkatan lulusan menjadi 6.000/tahun pada tahun 2030.
Baca juga: Ini Solusi Kemendiktisaintek untuk Mahasiswa Retaker Program Profesi Dokter
Kebijakan kuota mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia saat ini berjumlah kurang lebih 18.000 mahasiswa per tahun.
Dengan peningkatan pesat jumlah FK menjadi 144 fakultas pada 2025, ditambah estimasi peningkatan jumlah lulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) setiap tahun dan sekitar 26 FK baru, jumlah lulusan saat ini dapat ditingkatkan menjadi sekitar 15.000 dokter per tahun pada tahun 2030.
Baca juga: Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Pada tahun 2025–2030, diproyeksikan dapat dihasilkan lebih dari 48.000 dokter untuk mengatasi kesenjangan kekurangan dokter berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sampai saat ini terdata 16 FK sudah menjalankan strategi penempatan residen senior, bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Sistem Kesehatan Akademik. Fakultas-fakultas tersebut menempatkan sekitar 200 residen senior untuk spesialis prioritas di berbagai daerah.
Strategi penguatan kerja sama dengan K/L dan stakeholders lain juga terus ditingkatkan, terutama dengan Kemdagri bersama Pemda, dan Kemhan bersama TNI/POLRI. Saat ini 32 provinsi telah terlibat dalam program ini. Sekitar 200 RS milik Pemda dan ~ 40 RS milik TNI/POLRI akan terlibat dalam kemitraan ini.
“Peluncuran program ini merupakan awal aksi kolektif Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemenkes bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi.
Program ini menjadi salah satu langkah Kemendiktisaintek yang secara resmi meluncurkan Program Akselerasi Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tenaga Medis.
“Pendidikan tinggi harus berorientasi pada akses, mutu, relevansi, dan dampak sesuai misi Asta Cita. Kita perlu menghasilkan tenaga medis yang berkualitas dan hilirisasi riset yang berkontribusi untuk peningkatan sistem pelayanan kesehatan,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, melalui siaran pers, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Lolos Kedokteran UGM dan Kuliah Gratis, Zahra Wujudkan Mimpi Orang Tua Meski Sudah Tiada
Penambahan program studi baru dan peningkatan kuota mahasiswa dokter spesialis-subspesialis dengan model kemitraan perguruan tinggi menjadi salah satu strategi quick wins program ini.
Kemendiktisaintek bermitra dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang mengoordinasikan 57 FK untuk pembukaan 148 prodi baru dokter spesialis dan subspesialis, serta dengan 350 rumah sakit di tahun 2025-2026.
Dengan akselerasi ini, diharapkan terdapat peningkatan jumlah kuota mahasiswa menjadi 8.000 mahasiswa pada tahun 2026 (peningkatan 2 kali lipat), sehingga terdapat peningkatan lulusan menjadi 6.000/tahun pada tahun 2030.
Baca juga: Ini Solusi Kemendiktisaintek untuk Mahasiswa Retaker Program Profesi Dokter
Kebijakan kuota mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia saat ini berjumlah kurang lebih 18.000 mahasiswa per tahun.
Dengan peningkatan pesat jumlah FK menjadi 144 fakultas pada 2025, ditambah estimasi peningkatan jumlah lulusan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) setiap tahun dan sekitar 26 FK baru, jumlah lulusan saat ini dapat ditingkatkan menjadi sekitar 15.000 dokter per tahun pada tahun 2030.
Baca juga: Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Pada tahun 2025–2030, diproyeksikan dapat dihasilkan lebih dari 48.000 dokter untuk mengatasi kesenjangan kekurangan dokter berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sampai saat ini terdata 16 FK sudah menjalankan strategi penempatan residen senior, bekerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah Sistem Kesehatan Akademik. Fakultas-fakultas tersebut menempatkan sekitar 200 residen senior untuk spesialis prioritas di berbagai daerah.
Strategi penguatan kerja sama dengan K/L dan stakeholders lain juga terus ditingkatkan, terutama dengan Kemdagri bersama Pemda, dan Kemhan bersama TNI/POLRI. Saat ini 32 provinsi telah terlibat dalam program ini. Sekitar 200 RS milik Pemda dan ~ 40 RS milik TNI/POLRI akan terlibat dalam kemitraan ini.
“Peluncuran program ini merupakan awal aksi kolektif Komite Bersama Kemdiktisaintek dan Kemenkes bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi.
(nnz)
Lihat Juga :