Pendidikan Berbasis Otak dan Studi Longitudinal: Kunci Sekolah HighScope Indonesia Cetak Generasi Unggul
Rabu, 23 Juli 2025 - 13:19 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Kabar gembira bagi dunia pendidikan Bali! Sekolah HighScope Indonesia (SHI) secara resmi membuka cabangnya di Denpasar, tepatnya di Jl. Tukad Buaji No.02, Sesetan. Pembukaan ini menandai kehadiran jaringan SHI ke-15 di Indonesia, yang siap menyambut siswa dari jenjang prasekolah hingga sekolah menengah atas.
Sejak didirikan pada tahun 1996 oleh Antarina S.F. Amir, Sekolah HighScope Indonesia secara konsisten menerapkan sistem pendidikan yang berakar kuat pada penelitian berbasis otak dan studi longitudinal. Pendekatan ini menjadi fondasi utama SHI dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21 sebagai inovator dan pemecah masalah kreatif sejak usia dini.
I Nyoman Parta, S.H, Anggota DPR-RI Dapil Bali dari Komisi X Bidang Pendidikan, dalam sambutannya saat peresmian, memuji fokus pendidikan karakter di HighScope. "Yang saya sukai dari Sekolah HighScope Indonesia adalah sistem yang berfokus pada pendidikan karakter anak sehingga nantinya bisa mencetak generasi muda yang berintegritas. Generasi seperti inilah yang dibutuhkan sebagai pemimpin di masa depan," ujarnya.
Komitmen Lingkungan dan Capaian Prestasi
SHI Denpasar juga menegaskan tekadnya menjadi pelopor pendidikan berwawasan lingkungan di Bali. Komitmen ini diwujudkan melalui inisiatif konkret seperti pemanfaatan Eco-Enzyme, pengaktifan 'Teba Modern' untuk pengelolaan sampah mandiri, serta penggantian karangan bunga dengan tanaman hidup sebagai ucapan selamat.
Antarina S.F. Amir, Founder & CEO HighScope Indonesia dan Founder & CEO Research and Development for Advancement (Redea) Institute, mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan sekolah. "Saya percaya bahwa 'Learning is for everyone. Never stop learning, the sky's the limit.' Di Sekolah HighScope Indonesia, bukan hanya siswa yang belajar. Para guru dan staf juga terus belajar," katanya. Ia menambahkan, "Saya bangga melihat perkembangan sekolah ini dalam kurun waktu satu tahun dengan jumlah siswa meningkat hingga 100%, yang menunjukkan kepercayaan dan antusiasme para orang tua terhadap pendidikan berkualitas bagi putra-putri mereka di SHI Denpasar."
Sejak berdiri, Sekolah HighScope Indonesia telah tumbuh dari 6 guru dan 8 murid menjadi hampir 4.500 siswa dan lebih dari 800 guru terlatih yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Alumni SHI juga telah meniti karier di berbagai bidang dan diterima di 351 universitas di 21 negara, membuktikan keberhasilan pendekatan pendidikan yang diusung.
Acara Grand Opening ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Bali, perwakilan Walikota Denpasar, serta berbagai pejabat dan pemangku kepentingan terkait serta Redea Institute. HighScope Indonesia - Denpasar kini membuka kesempatan bagi anak usia 2,5 tahun hingga remaja di jenjang SMA untuk bergabung dalam lingkungan belajar yang aman, didampingi guru-guru terlatih, dan difasilitasi dengan sarana prasarana ramah lingkungan berstandar keamanan tinggi.
Sejak didirikan pada tahun 1996 oleh Antarina S.F. Amir, Sekolah HighScope Indonesia secara konsisten menerapkan sistem pendidikan yang berakar kuat pada penelitian berbasis otak dan studi longitudinal. Pendekatan ini menjadi fondasi utama SHI dalam menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21 sebagai inovator dan pemecah masalah kreatif sejak usia dini.
I Nyoman Parta, S.H, Anggota DPR-RI Dapil Bali dari Komisi X Bidang Pendidikan, dalam sambutannya saat peresmian, memuji fokus pendidikan karakter di HighScope. "Yang saya sukai dari Sekolah HighScope Indonesia adalah sistem yang berfokus pada pendidikan karakter anak sehingga nantinya bisa mencetak generasi muda yang berintegritas. Generasi seperti inilah yang dibutuhkan sebagai pemimpin di masa depan," ujarnya.
Komitmen Lingkungan dan Capaian Prestasi
SHI Denpasar juga menegaskan tekadnya menjadi pelopor pendidikan berwawasan lingkungan di Bali. Komitmen ini diwujudkan melalui inisiatif konkret seperti pemanfaatan Eco-Enzyme, pengaktifan 'Teba Modern' untuk pengelolaan sampah mandiri, serta penggantian karangan bunga dengan tanaman hidup sebagai ucapan selamat.
Antarina S.F. Amir, Founder & CEO HighScope Indonesia dan Founder & CEO Research and Development for Advancement (Redea) Institute, mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan sekolah. "Saya percaya bahwa 'Learning is for everyone. Never stop learning, the sky's the limit.' Di Sekolah HighScope Indonesia, bukan hanya siswa yang belajar. Para guru dan staf juga terus belajar," katanya. Ia menambahkan, "Saya bangga melihat perkembangan sekolah ini dalam kurun waktu satu tahun dengan jumlah siswa meningkat hingga 100%, yang menunjukkan kepercayaan dan antusiasme para orang tua terhadap pendidikan berkualitas bagi putra-putri mereka di SHI Denpasar."
Sejak berdiri, Sekolah HighScope Indonesia telah tumbuh dari 6 guru dan 8 murid menjadi hampir 4.500 siswa dan lebih dari 800 guru terlatih yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Alumni SHI juga telah meniti karier di berbagai bidang dan diterima di 351 universitas di 21 negara, membuktikan keberhasilan pendekatan pendidikan yang diusung.
Acara Grand Opening ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Bali, perwakilan Walikota Denpasar, serta berbagai pejabat dan pemangku kepentingan terkait serta Redea Institute. HighScope Indonesia - Denpasar kini membuka kesempatan bagi anak usia 2,5 tahun hingga remaja di jenjang SMA untuk bergabung dalam lingkungan belajar yang aman, didampingi guru-guru terlatih, dan difasilitasi dengan sarana prasarana ramah lingkungan berstandar keamanan tinggi.
(aik)
Lihat Juga :