UI Optimalkan Aset Kampus untuk Tingkatkan Pendapatan dan Kualitas Pendidikan
Senin, 28 Juli 2025 - 10:21 WIB
loading...
Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah. Foto/UI.
A
A
A
DEPOK - Universitas Indonesia (UI) berharap bisa mengoptimalkan aset yang dimilikinya untuk membantu peningkatan pendapatan kampus.
Menurut Rektor UI , Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah adanya peningkatan pendapatan kampus berguna untuk mengembangkan kualitas pendidikan, penelitian, dan beasiswa bagi mahasiswa.
“Karena kita ingin mengenalkan potensi bisnis yang bisa dikembangkan di UI yang memberikan dampak dan pendapatan bagi universitas,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Universitas Indonesia Gencar Gaet Mahasiswa Asing Demi Reputasi Global
Hal ini ia sampaikan usai acara Jalan Sehat UI yang berlangsung di Kampus UI Depok, Minggu (27/7). Ikut serta dalam acara Jalan Sehat UI tersebut sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal A. Riza Patria, dan lainnya.
Selain pimpinan UI, ikut juga meramaikan Jalan Sehat sejumlah tokoh publik seperti mantan Menko Polhukam M. Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, mantan Wamen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, serta Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
Lebih lanjut, Prof. Heri menjelaskan, saat ini UI mempunyai potensi aset yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan kampus. UI, tambahnya, memiliki 700 profesor, ribuan doktor, dan aset fisik yang apabila dikelola dengan baik bisa menghasilkan Rp700 miliar.
“Apabila aset ini dikelola dengan produktif, bisa membantu subsidi UKT mahasiswa,” jelasnya.
Prof. Heri mencontohkan saat ini UI sedang berupaya mengembangkan kawasan-kawasan baru termasuk berupaya membuka exit jalan tol. Apabila exit menghadap tol itu sepanjang 2 kilometer dibuka, diperkirakan akan menjadi SCBD baru di selatan Jakarta.
“Karena itu, UI perlu memperkenalkan secara lebih komprehensif kepada stakeholder,” ujarnya.
Dengan silaturahmi ini, ungkap Prof. Heri, UI mengajak pemerintah, pengusaha, dan alumni untuk memberi dukungan terhadap pengembangan kampus. “Dari silaturahmi inilah terbentuk jaringan-jaringan baru yang mendorong kerja sama lanjutan. Kalau UI maju, alumni maju, dan bangsa ini pun akan ikut maju,” pungkasnya.
Menurut Rektor UI , Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah adanya peningkatan pendapatan kampus berguna untuk mengembangkan kualitas pendidikan, penelitian, dan beasiswa bagi mahasiswa.
“Karena kita ingin mengenalkan potensi bisnis yang bisa dikembangkan di UI yang memberikan dampak dan pendapatan bagi universitas,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (28/7/2025).
Baca juga: Universitas Indonesia Gencar Gaet Mahasiswa Asing Demi Reputasi Global
Hal ini ia sampaikan usai acara Jalan Sehat UI yang berlangsung di Kampus UI Depok, Minggu (27/7). Ikut serta dalam acara Jalan Sehat UI tersebut sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Wamen Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal A. Riza Patria, dan lainnya.
Selain pimpinan UI, ikut juga meramaikan Jalan Sehat sejumlah tokoh publik seperti mantan Menko Polhukam M. Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, mantan Wamen Pendidikan Nasional Fasli Jalal, serta Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
Lebih lanjut, Prof. Heri menjelaskan, saat ini UI mempunyai potensi aset yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan kampus. UI, tambahnya, memiliki 700 profesor, ribuan doktor, dan aset fisik yang apabila dikelola dengan baik bisa menghasilkan Rp700 miliar.
“Apabila aset ini dikelola dengan produktif, bisa membantu subsidi UKT mahasiswa,” jelasnya.
Prof. Heri mencontohkan saat ini UI sedang berupaya mengembangkan kawasan-kawasan baru termasuk berupaya membuka exit jalan tol. Apabila exit menghadap tol itu sepanjang 2 kilometer dibuka, diperkirakan akan menjadi SCBD baru di selatan Jakarta.
“Karena itu, UI perlu memperkenalkan secara lebih komprehensif kepada stakeholder,” ujarnya.
Dengan silaturahmi ini, ungkap Prof. Heri, UI mengajak pemerintah, pengusaha, dan alumni untuk memberi dukungan terhadap pengembangan kampus. “Dari silaturahmi inilah terbentuk jaringan-jaringan baru yang mendorong kerja sama lanjutan. Kalau UI maju, alumni maju, dan bangsa ini pun akan ikut maju,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :