UIII dan HCHF Resmikan Deklarasi Jakarta 2025: Komitmen Global untuk Persaudaraan Manusia
Rabu, 30 Juli 2025 - 20:17 WIB
loading...
The International Conference on Human Fraternity yang diselenggarakan bersama UIII dan HCHF merumuskan sebuah deklarasi yang penting untuk persaudaraan manusia. Foto/UIII.
A
A
A
JAKARTA - The International Conference on Human Fraternity yang diselenggarakan bersama oleh Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Higher Committee of Human Fraternity (HCHF), sukses diselenggarakan di Jakarta pada 29-30 Juli 2025.
Acara dua hari ini ditutup dengan pengesahan Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia—sebuah pernyataan yang mencerminkan wawasan dan rekomendasi dari para pembicara dan peserta yang berasal dari beragam latar belakang, termasuk akademisi, pembuat kebijakan, pemimpin agama, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh dunia.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik Asia 2025, Nomor 1 Kampusnya Wamen Stella Christie
Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta. Tokoh-tokoh penting yang hadir antara lain Prof. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, serta perwakilan kedutaan besar asing di Jakarta, termasuk Inggris, Uzbekistan, Maroko, Malaysia, dan masih banyak lagi.
Duta Besar Dr. Khalid Al-Ghaith, Sekretaris Jenderal HCHF, menekankan pentingnya membangun solusi praktis yang berakar pada nilai-nilai bersama.
"Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia bukan sekadar gestur simbolis," ujarnya. "Deklarasi ini merupakan langkah konkret menuju penguatan persaudaraan manusia di dunia di mana konflik dan perpecahan mengancam kemanusiaan kita bersama. Konferensi ini mencerminkan tekad kolektif kita untuk mewujudkan cita-cita menjadi tindakan," ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (30/7/2025).
Deklarasi Jakarta muncul dari musyawarah mendalam di empat bidang utama: persaudaraan lintas batas, hak asasi manusia dan keadilan sosial, peran media dalam menjembatani kesenjangan sosial, dan keadilan lingkungan dalam menghadapi krisis global.
Mengambil wawasan dari diskusi tematik ini, deklarasi ini merangkum komitmen bersama para peserta untuk mendorong dialog inklusif, melindungi martabat manusia, dan membangun kerangka kerja bagi perdamaian dan solidaritas berkelanjutan di dunia yang semakin terfragmentasi.
Prof. Jamhari Makruf, Rektor UIII, menekankan pentingnya deklarasi ini bagi masa depan. “Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia merupakan tonggak bersejarah, tidak hanya bagi UIII tetapi juga bagi upaya perdamaian global,” tegasnya.
“Dengan menjadi tuan rumah bersama konferensi ini, UIII menegaskan kembali perannya sebagai katalisator kepemimpinan intelektual dan moral. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa nilai-nilai kasih sayang, keadilan, dan solidaritas tidak terbatas pada ruang diskusi, tetapi juga diterapkan di ruang kelas, komunitas, dan arena kebijakan.”
Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia berfungsi sebagai dokumen panduan bagi kolaborasi di masa mendatang dalam memajukan nilai-nilai martabat manusia, solidaritas, dan harmoni global.
Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama untuk memajukan koeksistensi damai dan tanggung jawab kolektif, sekaligus meletakkan dasar bagi inisiatif-inisiatif Lembaga Persaudaraan Manusia Indonesia yang baru didirikan.
Acara dua hari ini ditutup dengan pengesahan Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia—sebuah pernyataan yang mencerminkan wawasan dan rekomendasi dari para pembicara dan peserta yang berasal dari beragam latar belakang, termasuk akademisi, pembuat kebijakan, pemimpin agama, dan perwakilan masyarakat sipil dari seluruh dunia.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik Asia 2025, Nomor 1 Kampusnya Wamen Stella Christie
Konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta. Tokoh-tokoh penting yang hadir antara lain Prof. Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia dan ASEAN, serta perwakilan kedutaan besar asing di Jakarta, termasuk Inggris, Uzbekistan, Maroko, Malaysia, dan masih banyak lagi.
Duta Besar Dr. Khalid Al-Ghaith, Sekretaris Jenderal HCHF, menekankan pentingnya membangun solusi praktis yang berakar pada nilai-nilai bersama.
"Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia bukan sekadar gestur simbolis," ujarnya. "Deklarasi ini merupakan langkah konkret menuju penguatan persaudaraan manusia di dunia di mana konflik dan perpecahan mengancam kemanusiaan kita bersama. Konferensi ini mencerminkan tekad kolektif kita untuk mewujudkan cita-cita menjadi tindakan," ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (30/7/2025).
Deklarasi Jakarta muncul dari musyawarah mendalam di empat bidang utama: persaudaraan lintas batas, hak asasi manusia dan keadilan sosial, peran media dalam menjembatani kesenjangan sosial, dan keadilan lingkungan dalam menghadapi krisis global.
Mengambil wawasan dari diskusi tematik ini, deklarasi ini merangkum komitmen bersama para peserta untuk mendorong dialog inklusif, melindungi martabat manusia, dan membangun kerangka kerja bagi perdamaian dan solidaritas berkelanjutan di dunia yang semakin terfragmentasi.
Prof. Jamhari Makruf, Rektor UIII, menekankan pentingnya deklarasi ini bagi masa depan. “Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia merupakan tonggak bersejarah, tidak hanya bagi UIII tetapi juga bagi upaya perdamaian global,” tegasnya.
“Dengan menjadi tuan rumah bersama konferensi ini, UIII menegaskan kembali perannya sebagai katalisator kepemimpinan intelektual dan moral. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa nilai-nilai kasih sayang, keadilan, dan solidaritas tidak terbatas pada ruang diskusi, tetapi juga diterapkan di ruang kelas, komunitas, dan arena kebijakan.”
Deklarasi Jakarta tentang Persaudaraan Manusia berfungsi sebagai dokumen panduan bagi kolaborasi di masa mendatang dalam memajukan nilai-nilai martabat manusia, solidaritas, dan harmoni global.
Deklarasi ini menegaskan komitmen bersama untuk memajukan koeksistensi damai dan tanggung jawab kolektif, sekaligus meletakkan dasar bagi inisiatif-inisiatif Lembaga Persaudaraan Manusia Indonesia yang baru didirikan.
(nnz)