Dauroh Bahasa Arab ke-17 di Universitas Ummul Quro Diikuti 41 Pendidik Indonesia
Senin, 04 Agustus 2025 - 17:30 WIB
loading...
Universitas Ummul Quro’ menyelenggarakan Dauroh Bahasa Arab ke-17 yang diikuti oleh 41 guru dan dosen bahasa Arab asal Indonesia. Foto/Istimewa.
A
A
A
MEKKAH - Universitas Ummul Quro’ secara resmi memulai penyelenggaraan Dauroh Bahasa Arab ke-17 pada Minggu (3/8/2025), yang diikuti oleh 41 guru dan dosen bahasa Arab asal Indonesia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2008 antara Universitas Ummul Quro dan sejumlah mitra pendidikan di Indonesia, seperti Pondok Pesantren Darunnajah / Universitas Darunnajah dan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Universitas Ummul Quro, antara lain Syaikh Dr. Abdurrahman bin Muhammad Al-Juhani selaku Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Al-Bukhari, tokoh penggagas program yang sejak awal konsisten mendukung pelaksanaannya.
Baca juga: Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-5 Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia
Dari pihak Indonesia, hadir Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., selaku Presiden Universitas Darunnajah, bersama Prof. Dr. Irfan Helmy, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh. Partisipasi mereka menjadi simbol pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat jalinan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Program pelatihan ini tidak hanya difokuskan pada penguatan metode pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga berperan sebagai jembatan kebudayaan dan pengembangan hubungan akademik antara Indonesia dan Arab Saudi.
Baca juga: Muktamar ke-5 BEM Pesantren se-Indonesia : Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
Dalam sambutannya, Kyai Sofwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Peningkatan kompetensi para pendidik bahasa Arab merupakan langkah strategis yang akan berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan Islam dan bahasa Arab di Indonesia,” tuturnya.
Adapun dalam pelaksanaan teknis, program ini turut didampingi oleh empat akademisi dari Indonesia yaitu Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A., Dr. Nur Hizbullah, S.Ag., M.Hum, dan Dr. Aang Saeful Milah, M.A. Mereka berperan sebagai fasilitator dan penghubung antara peserta dan pihak Universitas Ummul Quro.
Dengan dukungan penuh dari Universitas Ummul Quro, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kapasitasnya secara maksimal dan membawa manfaat besar bagi kemajuan pengajaran bahasa Arab di tanah air. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mendorong kerja sama internasional yang lebih kuat di bidang pendidikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama yang telah terjalin sejak tahun 2008 antara Universitas Ummul Quro dan sejumlah mitra pendidikan di Indonesia, seperti Pondok Pesantren Darunnajah / Universitas Darunnajah dan Universitas Al-Azhar Indonesia.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Universitas Ummul Quro, antara lain Syaikh Dr. Abdurrahman bin Muhammad Al-Juhani selaku Dekan Fakultas Bahasa Arab dan Syaikh Dr. Hasan Abdul Hamid Al-Bukhari, tokoh penggagas program yang sejak awal konsisten mendukung pelaksanaannya.
Baca juga: Darunnajah Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-5 Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia
Dari pihak Indonesia, hadir Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., selaku Presiden Universitas Darunnajah, bersama Prof. Dr. Irfan Helmy, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh. Partisipasi mereka menjadi simbol pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat jalinan kerja sama pendidikan antara kedua negara.
Program pelatihan ini tidak hanya difokuskan pada penguatan metode pembelajaran bahasa Arab, tetapi juga berperan sebagai jembatan kebudayaan dan pengembangan hubungan akademik antara Indonesia dan Arab Saudi.
Baca juga: Muktamar ke-5 BEM Pesantren se-Indonesia : Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
Dalam sambutannya, Kyai Sofwan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Peningkatan kompetensi para pendidik bahasa Arab merupakan langkah strategis yang akan berdampak besar terhadap kemajuan pendidikan Islam dan bahasa Arab di Indonesia,” tuturnya.
Adapun dalam pelaksanaan teknis, program ini turut didampingi oleh empat akademisi dari Indonesia yaitu Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A., Dr. Nur Hizbullah, S.Ag., M.Hum, dan Dr. Aang Saeful Milah, M.A. Mereka berperan sebagai fasilitator dan penghubung antara peserta dan pihak Universitas Ummul Quro.
Dengan dukungan penuh dari Universitas Ummul Quro, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kapasitasnya secara maksimal dan membawa manfaat besar bagi kemajuan pengajaran bahasa Arab di tanah air. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu mendorong kerja sama internasional yang lebih kuat di bidang pendidikan.
(nnz)
Lihat Juga :