Kisah Hasan, Mahasiswa UNY dengan Nilai UTBK Tertinggi di SNBT 2025
Kamis, 07 Agustus 2025 - 16:00 WIB
loading...
Hasan Baidhowi, mahasiswa baru lolos ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur UTBK SNBT 2025. Foto/UNY.
A
A
A
JAKARTA - Hasan Baidhowi, mahasiswa baru asal Klojen, Malang, Jawa Timur, mencatatkan prestasi membanggakan dengan lolos ke Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur UTBK SNBT 2025.
Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil meraih skor UTBK tertinggi di jenjang S1 UNY, yakni sebesar 775,68, dan diterima di Program Studi S1 Teknik Industri Fakultas Teknik UNY.
Putra dari pasangan Azhari, seorang pengemudi, dan Arwati ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi dalam pendidikan.
Baca juga: Anas Siswa MAN IC Serpong Raih Skor Tertinggi UTBK Matematika 2025, Diterima di UI
Lahir di Bondowoso pada 3 November 2006, Hasan merupakan alumni SMAN 8 Malang yang dikenal tekun dan cerdas sejak duduk di bangku sekolah menengah.
Meski berasal dari latar belakang keluarga sederhana, Hasan tak pernah kehilangan semangat untuk belajar. Ia menyadari bahwa mendapatkan nilai UTBK tertinggi bukan sesuatu yang gampang dan instan. Ada proses panjang yang harus dilalui.
Baca juga: Profil Amadeo Yesa, Peserta CoC dengan Nilai UTBK Tertinggi se-Indonesia
Sejak akhir kelas XI, Hasan mulai mengikuti les privat di rumah demi memperdalam pemahamannya terhadap materi UTBK. Ia juga dikenal pandai membagi waktu antara belajar, beristirahat, dan mengikuti aktivitas lain.
Yang menarik, perjalanan akademik Hasan sempat mengalami perubahan jalur. Awalnya, saat kelas X, ia masuk dalam peminatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun pada kelas XI dan XII, Hasan pindah ke jurusan sosial humaniora (soshum) karena sekolahnya menerapkan Kurikulum Merdeka. Meski demikian, semangatnya untuk masuk jurusan teknik tidak surut.
Baca juga: Kisah Mario Zaqy, Peraih Skor Tertinggi UTBK SNBT 2025 di Unesa
“Walaupun saya mengambil mata pelajaran sosial humaniora, saya tetap belajar tentang teknik industri secara mandiri,” tuturnya, mengutip laman UNS.
Hasan memilih UNY sebagai kampus tujuan utama karena ingin merantau dan menantang dirinya di lingkungan baru. Program Studi Teknik Industri menjadi pilihannya karena merupakan jurusan baru yang menurutnya punya prospek bagus dan sedang berkembang. Dalam seleksi UTBK SNBT 2025, Teknik Industri UNY ia tempatkan sebagai pilihan pertama, sedangkan Teknik Sipil UNY menjadi pilihan kedua.
Tak hanya fokus di akademik, Hasan juga menargetkan untuk aktif dalam kegiatan organisasi kampus. Ia ingin bergabung dalam kepanitiaan mahasiswa serta himpunan mahasiswa jurusan. Bahkan, saat memasuki semester kedua, ia berencana mendaftar di BEM atau UKM robotika yang sesuai dengan minat dan keilmuannya di bidang teknik.
Kisah Hasan menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di seluruh Indonesia, bahwa dengan tekad, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik, siapa pun bisa mengukir prestasi, tak peduli dari mana asalnya.
Dengan semangat tinggi dan nilai akademik yang gemilang, Hasan berharap dapat menjadi pribadi yang bermanfaat, sukses di masa depan, dan mampu membahagiakan kedua orang tuanya.
“Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan kelak menjadi orang yang sukses,” pungkasnya.
Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil meraih skor UTBK tertinggi di jenjang S1 UNY, yakni sebesar 775,68, dan diterima di Program Studi S1 Teknik Industri Fakultas Teknik UNY.
Putra dari pasangan Azhari, seorang pengemudi, dan Arwati ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi dalam pendidikan.
Baca juga: Anas Siswa MAN IC Serpong Raih Skor Tertinggi UTBK Matematika 2025, Diterima di UI
Lahir di Bondowoso pada 3 November 2006, Hasan merupakan alumni SMAN 8 Malang yang dikenal tekun dan cerdas sejak duduk di bangku sekolah menengah.
Meski berasal dari latar belakang keluarga sederhana, Hasan tak pernah kehilangan semangat untuk belajar. Ia menyadari bahwa mendapatkan nilai UTBK tertinggi bukan sesuatu yang gampang dan instan. Ada proses panjang yang harus dilalui.
Baca juga: Profil Amadeo Yesa, Peserta CoC dengan Nilai UTBK Tertinggi se-Indonesia
Sejak akhir kelas XI, Hasan mulai mengikuti les privat di rumah demi memperdalam pemahamannya terhadap materi UTBK. Ia juga dikenal pandai membagi waktu antara belajar, beristirahat, dan mengikuti aktivitas lain.
Yang menarik, perjalanan akademik Hasan sempat mengalami perubahan jalur. Awalnya, saat kelas X, ia masuk dalam peminatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun pada kelas XI dan XII, Hasan pindah ke jurusan sosial humaniora (soshum) karena sekolahnya menerapkan Kurikulum Merdeka. Meski demikian, semangatnya untuk masuk jurusan teknik tidak surut.
Baca juga: Kisah Mario Zaqy, Peraih Skor Tertinggi UTBK SNBT 2025 di Unesa
“Walaupun saya mengambil mata pelajaran sosial humaniora, saya tetap belajar tentang teknik industri secara mandiri,” tuturnya, mengutip laman UNS.
Hasan memilih UNY sebagai kampus tujuan utama karena ingin merantau dan menantang dirinya di lingkungan baru. Program Studi Teknik Industri menjadi pilihannya karena merupakan jurusan baru yang menurutnya punya prospek bagus dan sedang berkembang. Dalam seleksi UTBK SNBT 2025, Teknik Industri UNY ia tempatkan sebagai pilihan pertama, sedangkan Teknik Sipil UNY menjadi pilihan kedua.
Tak hanya fokus di akademik, Hasan juga menargetkan untuk aktif dalam kegiatan organisasi kampus. Ia ingin bergabung dalam kepanitiaan mahasiswa serta himpunan mahasiswa jurusan. Bahkan, saat memasuki semester kedua, ia berencana mendaftar di BEM atau UKM robotika yang sesuai dengan minat dan keilmuannya di bidang teknik.
Kisah Hasan menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di seluruh Indonesia, bahwa dengan tekad, kerja keras, dan manajemen waktu yang baik, siapa pun bisa mengukir prestasi, tak peduli dari mana asalnya.
Dengan semangat tinggi dan nilai akademik yang gemilang, Hasan berharap dapat menjadi pribadi yang bermanfaat, sukses di masa depan, dan mampu membahagiakan kedua orang tuanya.
“Semoga saya bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dan kelak menjadi orang yang sukses,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :