Hampir Setengah Juta Guru di Indonesia Belum Sarjana, Pemerintah Beri Bantuan Afirmasi

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 10:40 WIB
loading...
Hampir Setengah Juta...
Hingga kini, hampir setengah juta guru di Indonesia belum memenuhi kualifikasi minimal pendidikan sarjana (S-1/D-IV). Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Hingga kini, hampir setengah juta guru di Indonesia belum memenuhi kualifikasi minimal pendidikan sarjana (S-1/D-IV), seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Padahal, guru memegang peran kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Berdasarkan Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud, jumlah guru yang belum memiliki ijazah S-1 atau D-IV tersebar di berbagai jenjang pendidikan dengan total mencapai 451.191 guru.

Baca juga: Cara Mencairkan Insentif Guru Rp2,1 Juta Lewat Info GTK, Simak Alurnya

Jumlah terbanyak berasal dari sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal sebanyak 201.568 guru, disusul oleh guru Sekolah Dasar (SD) sebanyak 99.299 guru, dan PAUD formal 98.032 guru.

Sementara itu, 15.927 guru SMK, 7.368 guru SMA, serta 2.125 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) juga tercatat belum berkualifikasi sarjana.

Menjawab tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan Bantuan Afirmasi Kualifikasi S-1/D-IV Guru.

Program ini memberikan kesempatan kepada guru-guru dari PAUD hingga SLB untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang sarjana melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Baca juga: Muhammadiyah Apresiasi Kado HUT RI dari Presiden Prabowo untuk Guru

Pada tahun ini, sebanyak 12.500 guru mendapatkan bantuan afirmasi untuk menempuh pendidikan di 112 perguruan tinggi, dengan total anggaran sebesar Rp37,5 miliar.

Setiap peserta berhak mendapatkan bantuan biaya pendidikan hingga Rp3.000.000 per semester, dengan sistem pembelajaran yang fleksibel, baik daring, luring, maupun gabungan keduanya.

Syarat Peserta Bantuan Afirmasi S-1/D-4 Guru


Guru dari PAUD formal dan nonformal, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

Memiliki ijazah minimal lulusan SMA/sederajat.

Terdata dalam sistem Dapodik.

Berusia maksimal 55 tahun.

Aktif mengajar atau sedang menjalankan penugasan sesuai regulasi.

Memiliki pengalaman pembelajaran relevan dari jalur formal, nonformal, atau informal.

Program studi yang dituju harus sesuai dengan bidang tugasnya. Jika tidak tersedia program studi yang benar-benar linear, peserta dapat memilih program dalam satu rumpun ilmu atau keahlian yang serumpun.

Kuliah Berbasis RPL Tipe A

Sistem perkuliahan dalam program ini menggunakan RPL Tipe A, di mana pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya akan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan skema ini, proses perkuliahan dapat berlangsung lebih efisien, tanpa mengabaikan kualitas.

Para guru yang mengikuti program ini tetap bisa menjalankan tugas mengajar karena jadwal kuliah disesuaikan agar tidak mengganggu jam kerja. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan diri guru tanpa mengorbankan tanggung jawab utama mereka di sekolah.

Salah Satu dari Tiga “Kado Guru” dari Presiden Prabowo


Bantuan afirmasi ini merupakan bagian dari tiga “kado istimewa” yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Dua program lainnya adalah Insentif bagi Guru Non-ASN dan Bantuan Subsidi Upah bagi Guru PAUD Nonformal.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Dibuka hingga 13 Juli,...
Dibuka hingga 13 Juli, Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad 2026
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Rekomendasi
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved