Viral Sri Mulyani Singgung Gaji Guru dan Dosen Rendah, Ini Riwayat Pendidikannya
Senin, 11 Agustus 2025 - 16:14 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi sorotan publik setelah pidatonya mengenai gaji guru dan dosen yang rendah viral. Foto/Diktisaintek.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali menjadi sorotan publik setelah pidatonya mengenai gaji guru dan dosen yang rendah viral di media sosial.
Dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sri Mulyani mempertanyakan apakah masalah rendahnya gajiguru dan dosenharus sepenuhnya dibiayai keuangan negara, atau dapat diatasi dengan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Tunjangan Guru Belum Cair? Periksa Kembali Nomor Rekening
Dalam paparannya, Sri Mulyani menyebut bahwa alokasi dana pendidikan dari APBN 2025 mencapai Rp724,3 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa profesi guru dan dosen masih sering dianggap kurang dihargai karena gajinya yang kecil.
"Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara," ujar Sri Mulyani, dikutip dari kanal YouTube ITB.
Baca juga: Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya Sesuai Aturan Terbaru
Sri Mulyani kemudian memicu perdebatan dengan mempertanyakan:
"Apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat."
Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBN, peningkatan kesejahteraan guru dan dosen akan sulit tercapai secara maksimal.
Sri Mulyani lahir di Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus 1962. Ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Bandar Lampung (1975–1978) dan SMA Negeri 3 Semarang (1978–1981).
Melansir laman Kemenkeu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi pada 1986.
Baca juga: Anggota DPR Juliyatmono Sebut Gaji Guru Standarnya Harus Rp25 Juta Per Bulan
Perjalanan akademiknya berlanjut di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Di sana, ia meraih Master of Science bidang Ekonomi Kebijakan (1990) dan Ph.D. bidang Ekonomi (1992).
Dengan keahlian di bidang keuangan publik, kebijakan fiskal, dan ekonomi tenaga kerja, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002–2004).
Ia kemudian dipercaya menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (2004), dan pada 2005 diangkat sebagai Menteri Keuangan.
Di masa kepemimpinannya, Kementerian Keuangan mengalami reformasi besar, biaya utang negara menurun, dan kepercayaan investor meningkat.
Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia (2006) oleh Emerging Markets dan Euromoney, serta masuk daftar wanita paling berpengaruh versi Globe Asia (2007) dan Forbes (2008).
Pada 2010–2016, ia menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebelum kembali menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo (2016–2024) dan Presiden Prabowo Subianto (2024–sekarang).
Sri Mulyani telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Best Minister in the World (2018) di Dubai, serta Finance Minister of the Year – East Asia Pacific dari Global Markets dan FinanceAsia. Pada 12 Desember 2023, ia menerima gelar Doctor of Laws (Honoris Causa) dari Australian National University.
M/G Shofwatuzzahro
Dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sri Mulyani mempertanyakan apakah masalah rendahnya gajiguru dan dosenharus sepenuhnya dibiayai keuangan negara, atau dapat diatasi dengan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Tunjangan Guru Belum Cair? Periksa Kembali Nomor Rekening
Dalam paparannya, Sri Mulyani menyebut bahwa alokasi dana pendidikan dari APBN 2025 mencapai Rp724,3 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa profesi guru dan dosen masih sering dianggap kurang dihargai karena gajinya yang kecil.
"Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara," ujar Sri Mulyani, dikutip dari kanal YouTube ITB.
Baca juga: Berapa Gaji Guru PPPK dan PNS 2025? Ini Rinciannya Sesuai Aturan Terbaru
Sri Mulyani kemudian memicu perdebatan dengan mempertanyakan:
"Apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat."
Menurutnya, jika hanya mengandalkan APBN, peningkatan kesejahteraan guru dan dosen akan sulit tercapai secara maksimal.
Riwayat Pendidikan Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani lahir di Tanjung Karang, Lampung, 26 Agustus 1962. Ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Bandar Lampung (1975–1978) dan SMA Negeri 3 Semarang (1978–1981).
Melansir laman Kemenkeu, ia melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi pada 1986.
Baca juga: Anggota DPR Juliyatmono Sebut Gaji Guru Standarnya Harus Rp25 Juta Per Bulan
Perjalanan akademiknya berlanjut di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Di sana, ia meraih Master of Science bidang Ekonomi Kebijakan (1990) dan Ph.D. bidang Ekonomi (1992).
Karier dan Prestasi Sri Mulyani
Dengan keahlian di bidang keuangan publik, kebijakan fiskal, dan ekonomi tenaga kerja, Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Executive Director IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara (2002–2004).
Ia kemudian dipercaya menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (2004), dan pada 2005 diangkat sebagai Menteri Keuangan.
Di masa kepemimpinannya, Kementerian Keuangan mengalami reformasi besar, biaya utang negara menurun, dan kepercayaan investor meningkat.
Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia (2006) oleh Emerging Markets dan Euromoney, serta masuk daftar wanita paling berpengaruh versi Globe Asia (2007) dan Forbes (2008).
Pada 2010–2016, ia menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebelum kembali menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Joko Widodo (2016–2024) dan Presiden Prabowo Subianto (2024–sekarang).
Sri Mulyani telah meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Best Minister in the World (2018) di Dubai, serta Finance Minister of the Year – East Asia Pacific dari Global Markets dan FinanceAsia. Pada 12 Desember 2023, ia menerima gelar Doctor of Laws (Honoris Causa) dari Australian National University.
M/G Shofwatuzzahro
(nnz)
Lihat Juga :