ITB dan Unpad Hadirkan Peraih Nobel Brian Schmidt di Kuliah Umum KSTI 2025
Rabu, 13 Agustus 2025 - 14:19 WIB
loading...
ITB dan Unpad hadirkan 2 ilmuwan kelas dunia di KSTI 2025. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sebagai bagian dari rangkaian Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, Institut Teknologi Bandung (I TB ) melalui Departemen Fisika FMIPA bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran ( Unpad ) menyelenggarakan kuliah umum yang menghadirkan dua ilmuwan kelas dunia.
Brian Schmidt, peraih Nobel Fisika 2011 atas penemuan percepatan ekspansi alam semesta, dan Chennupati Jagadish, Presiden Australian Academy of Science (AAS).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para ilmuwan terkemuka dengan komunitas akademik Indonesia, memperkuat kolaborasi global, serta memperkaya wawasan keilmuan nasional, sejalan dengan visi KSTI 2025 untuk membangun SDM unggul, inovatif, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Profil Pendidikan Bupati Pati Sudewo yang Menaikkan dan Membatalkan PBB 250 Persen
Kuliah umum di ITB digelar di ruang heritage Laboratorium Bosscha, Departemen Fisika—ruang bergaya teater dengan bangku dan kursi kayu jati antik yang telah digunakan sejak 1924, dilengkapi papan tulis hitam dan kapur tulis. Nuansa historis ini menjadi kontras sekaligus harmonis dengan pembahasan yang berfokus pada tantangan dan peluang masa depan sains dan teknologi.
Brian Schmidt membuka sesi dengan menekankan sifat dinamis dan tak terduga dari masa depan sains. “Saya tidak dapat memprediksi masa depan. Untuk memecahkan masalah yang terus berubah secara dinamis, kita membutuhkan teknik baru,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (13/8/2025).
Brian Schmidt, peraih Nobel Fisika 2011 atas penemuan percepatan ekspansi alam semesta, dan Chennupati Jagadish, Presiden Australian Academy of Science (AAS).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para ilmuwan terkemuka dengan komunitas akademik Indonesia, memperkuat kolaborasi global, serta memperkaya wawasan keilmuan nasional, sejalan dengan visi KSTI 2025 untuk membangun SDM unggul, inovatif, dan berdaya saing global menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Profil Pendidikan Bupati Pati Sudewo yang Menaikkan dan Membatalkan PBB 250 Persen
Kuliah umum di ITB digelar di ruang heritage Laboratorium Bosscha, Departemen Fisika—ruang bergaya teater dengan bangku dan kursi kayu jati antik yang telah digunakan sejak 1924, dilengkapi papan tulis hitam dan kapur tulis. Nuansa historis ini menjadi kontras sekaligus harmonis dengan pembahasan yang berfokus pada tantangan dan peluang masa depan sains dan teknologi.
Brian Schmidt membuka sesi dengan menekankan sifat dinamis dan tak terduga dari masa depan sains. “Saya tidak dapat memprediksi masa depan. Untuk memecahkan masalah yang terus berubah secara dinamis, kita membutuhkan teknik baru,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (13/8/2025).
Lihat Juga :