Universitas Budi Luhur Ikut Serta di KKN Tematik Merajut Nusantara 2025
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 19:22 WIB
loading...
Universitas Budi Luhur ikut serta di program KKN Tematik Merajut Nusantara 2025 di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Pulau Flores (NTT). Foto/UBL.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Budi Luhur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui KKN Tematik Merajut Nusantara 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli hingga 10 Agustus 2025 di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Pulau Flores (NTT).
Universitas Budi Luhur ditunjuk sebagai Focal Point KKN Tematik Merajut Nusantara III, yang berperan mengawal kelancaran pelaksanaan KKN lintas perguruan tinggi.
Baca juga: MNC University, PTS Peserta KKN Tematik Merajut Nusantara, dan LLDIKTI 3 Apresiasi Kegiatan Peduli Stunting Kalbe Farma di Kabupaten Ngada
Mengusung tema Bersama, Lebih Berdampak kegiatan KKN Tematik ini merupakan wujud kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah III Jakarta dan 27 perguruan tinggi lain di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III dengan jumlah peserta mencapai 100 orang. Fokus pengabdian diarahkan pada tiga bidang utama yang mendukung Astacita Pemerintah : pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.
Di bidang pendidikan, tim KKN Tematik berperan aktif membangun kualitas SDM melalui pembelajaran deep learning. Mahasiswa dan dosen memberikan sosialisasi serta pelatihan kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Riung, sehingga metode pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Pada bidang kesehatan, dilakukan penyuluhan mengenai stunting, gizi seimbang, pola hidup sehat, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian multivitamin. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
Sementara di bidang ekonomi kreatif, peserta KKN Tematik mengangkat potensi wisata Riung, khususnya destinasi 17 Pulau. Promosi dilakukan melalui pembuatan cenderamata seperti kaos dengan desain khas 17 Pulau, serta pelatihan promosi digital melalui media sosial sehingga peningkatan pemasaran digital dapat meningkatkan penghasilan warga.
Wakil Ketua KKN Tematik 2025 Merajut Nusantara sekaligus dosen Universitas Budi Luhur Muhammad Nur Farid Toha menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Tahun 2025, pelaksanaan program kembali dilaksanakan ke Indonesia bagian timur sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan pembangunan dan penguatan kapasitas sosial masyarakat di wilayah tertinggal,” ujarnya.
Tri Munanto sebagai Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III mengungkapkan harapannya atas keberlanjutan program ini. "Semoga program kerja yang sudah dijalankan di 10 desa ini dapat terus dilanjutkan dan tidak berhenti sampai di sini," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menegaskan pentingnya peran generasi muda. "Kegiatan ini adalah bukti nyata bagaimana kaum muda mengambil peran aktif di tengah masyarakat sebagai agen-agen perubahan. Mari kita jadikan hasil karya ini sebagai motivasi untuk masa depan," ungkapnya.
KKN Tematik Merajut Nusantara 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat mampu dan menciptakan perubahan positif, mengembangkan potensi daerah, dan memperkenalkan keindahan Indonesia di kancah nasional hingga internasional serta melahirkan pemimpin yang berdampak.
Universitas Budi Luhur ditunjuk sebagai Focal Point KKN Tematik Merajut Nusantara III, yang berperan mengawal kelancaran pelaksanaan KKN lintas perguruan tinggi.
Baca juga: MNC University, PTS Peserta KKN Tematik Merajut Nusantara, dan LLDIKTI 3 Apresiasi Kegiatan Peduli Stunting Kalbe Farma di Kabupaten Ngada
Mengusung tema Bersama, Lebih Berdampak kegiatan KKN Tematik ini merupakan wujud kolaborasi antara LLDIKTI Wilayah III Jakarta dan 27 perguruan tinggi lain di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III dengan jumlah peserta mencapai 100 orang. Fokus pengabdian diarahkan pada tiga bidang utama yang mendukung Astacita Pemerintah : pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif.
Di bidang pendidikan, tim KKN Tematik berperan aktif membangun kualitas SDM melalui pembelajaran deep learning. Mahasiswa dan dosen memberikan sosialisasi serta pelatihan kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Riung, sehingga metode pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Pada bidang kesehatan, dilakukan penyuluhan mengenai stunting, gizi seimbang, pola hidup sehat, pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, dan pembagian multivitamin. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, yang berharap kegiatan serupa terus berlanjut.
Sementara di bidang ekonomi kreatif, peserta KKN Tematik mengangkat potensi wisata Riung, khususnya destinasi 17 Pulau. Promosi dilakukan melalui pembuatan cenderamata seperti kaos dengan desain khas 17 Pulau, serta pelatihan promosi digital melalui media sosial sehingga peningkatan pemasaran digital dapat meningkatkan penghasilan warga.
Wakil Ketua KKN Tematik 2025 Merajut Nusantara sekaligus dosen Universitas Budi Luhur Muhammad Nur Farid Toha menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Tahun 2025, pelaksanaan program kembali dilaksanakan ke Indonesia bagian timur sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan pembangunan dan penguatan kapasitas sosial masyarakat di wilayah tertinggal,” ujarnya.
Tri Munanto sebagai Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III mengungkapkan harapannya atas keberlanjutan program ini. "Semoga program kerja yang sudah dijalankan di 10 desa ini dapat terus dilanjutkan dan tidak berhenti sampai di sini," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menegaskan pentingnya peran generasi muda. "Kegiatan ini adalah bukti nyata bagaimana kaum muda mengambil peran aktif di tengah masyarakat sebagai agen-agen perubahan. Mari kita jadikan hasil karya ini sebagai motivasi untuk masa depan," ungkapnya.
KKN Tematik Merajut Nusantara 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat mampu dan menciptakan perubahan positif, mengembangkan potensi daerah, dan memperkenalkan keindahan Indonesia di kancah nasional hingga internasional serta melahirkan pemimpin yang berdampak.
(nnz)
Lihat Juga :