Lomba Video Animasi Nasional UBL Dorong Tumbuhnya Industri Kreatif

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:00 WIB
loading...
Lomba Video Animasi...
Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar lomba video animasi nasional 2025 untuk mendorong tumbuhnya industri kreatif di Tanah Air. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Rektor Universitas Budi Luhur (UBL) , ⁠Prof. Dr. Agus Setyo Budi mengatakan, lomba video animasi nasional 2025 mendorong tumbuhnya industri kreatif di Tanah Air.

Selain itu, event ini juga mampu mengikis gap antara teori yang diterima mahasiswa di kampus dan kebutuhan industri.

Hal tersebut disampaikan Agus Setyo pada Malam Puncak Acara “Awarding Night Lomba Video Animasi” yang digelar di kampus Universitas Budi Luhur Jakarta, Selasa malam (19/8/2025).

Baca juga: Jejak Pendidikan Nafa Urbach, Bela Tunjangan DPR Rp50 juta dan Bikin Warganet Murka

"Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini menjadikan link and match lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri," kata Prof. Agus, melalui siaran pers, Jumat (22/8/2025).

Lomba video merupakan kolaborasi spesial antara INDOPOSCO X Universitas Budi Luhur (UBL).

Hadir pada acara ini Julian Bongsoikromo, perwakilan Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Rektor Universitas Budi Luhur, ⁠Prof. Dr. Agus Setyo Budi.

Hadir pula Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, Ph.D; Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Agustini Rahayu; Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos, Syarif Hidayatullah.

Prof Agus mengingatkan para peserta agar tidak berhenti di tingkat lomba video animasi nasional 2025 saja, akan tetapi harus terus berkarya.

"Apa yang dilakukan hari ini untuk menatap masa depan. Ini hanya langkah awal, dan kegiatan ini harus dilakukan kontinyu," pesannya.

Hal yang sama diungkapkan Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos Syarif Hidayatullah. Ia mengatakan, mahasiswa lulusan Teknologi Informasi harus mampu menguasai animasi.

Lomba video animasi nasional 2025 ini, menurutnya, menjadi langkah awal para calon-calon animator Indonesia.

"Para peserta jangan berhenti di event ini. Ini hanya awal saja, lihat bagaimana film animasi Jumbo bisa menarik lebih dari 10 juta penonton," ungkap Syarif.

"Kalian harus bisa melampaui karya Jumbo. Bukan saja di tingkat nasional tapi juga tingkat internasional," sambungnya.

Di tempat yang sama, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya mengatakan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, dirinya ingin sekali melihat kemampuan kampus-kampus dalam mengelola film animasi.

"Pak Wapres ingin sekali melihat kampus-kampus mana yang memiliki laboratorium animasi. Insya Allah akan kita jadwalkan melihat laboratorium milik UBL," ujar Aditya.

Ia menuturkan, ke depan industri digital dan AI akan berkembang pesat. Bahkan negara seperti Laos dan Kuba kini berlomba-lomba mengembangkan industri digital.

"Ke depan ini (digital dan AI) akan jadi game changer. Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini luar biasa, dan bisa menjadi awal untuk membangun ekosistem," tutur Aditya.

Ia mencontohkan pesatnya perkembangan teknologi di negara China, banyak sekali teknologi yang belum pernah ditemukan di Indonesia. Seperti mobil tanpa sopir, yang sudah menjadi kendaraan umum masyarakat China.

Lalu juga ada 40 rumah sakit yang tidak lagi menggunakan tenaga medis atau dokter. Sehingga pasien bisa melakukan konsultasi dan mendapatkan layanan kesehatan dengan bantuan alat-alat teknologi digital dan AI.

Lebih jauh Aditya menuturkan, event lomba video animasi 2025 ini bukan sekedar kompetisi semata, akan tetapi menjadi wadah untuk melihat talenta-talenta Indonesia di bidang film animasi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Agustini Rahayu mengatakan, potensi film animasi di Indonesia sangat besar, apalagi pascafilm Jumbo yang menarik lebih dari 10 juta penonton di Indonesia.

"Sukses film animasi Jumbo menjadikan animator Indonesia semangat. Dan ini jadi titik terang industri animasi dan video di Tanah Air," jelasnya.

Agustini menyebut, perkembangan film animasi di Indonesia saat ini sangat luar biasa. Pada dekade terakhir pertumbuhannya mencapai 26 persen pertahun.

"Dengan keberhasilan film animasi Jumbo, kita harus membangun animator-animator yang lebih berkualitas lagi," katanya.

Sebab, lanjutnya, animator Indonesia bukan lagi amatir. Banyak animator Indonesia terlibat dalam film-film animasi dunia, salah satunya dalam film animasi Avengers.

"Dalam film animasi Jumbo ada 463 animator dilibatkan. Sebagus Jumbo saja perlu waktu panjang. Jadi harus bersabar, ke depan pembuatan film animasi bisa dibantu dengan AI," ujar Agustini.

"Jadi AI ancaman animasi atau tidak? Sebetulnya tidak, tapi kehadiran AI justru membantu dengan nilai kreatif yang lebih tinggi. Kita tidak bisa menutup mata dengan teknologi," imbuhnya.

Agustini mengaku bangga dan mendukung program lomba video animasi nasional 2025. Apalagi tema lomba tersebut sesuai untuk mempersiapkan film animasi ke depan.

"Kami siap mendukung terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif. Sehingga film animasi kita banyak dan mendunia serta animator kita juga berdaya saing global," ucapnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Profil Faris Budiman...
Profil Faris Budiman Annas, Dosen yang Kampanyekan Literasi Kesehatan Anak Lewat Animasi
Dua Guru Besar Baru...
Dua Guru Besar Baru Dikukuhkan, Budi Luhur University Tegaskan Komitmen Kualitas Akademik
Universitas Budi Luhur...
Universitas Budi Luhur Nyalakan 1.000 Lilin untuk Korban Banjir Sumatera
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Global, UBL Jalin Kolaborasi Internasional di Taiwan
Ciptakan Dunia Animasi...
Ciptakan Dunia Animasi Tak Terbatas, ANIMAKini 2025 Angkat Tema Aurora Arcana
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Ciptakan Ketidakpastian Baru
MNC Licensing Ajak Keluarga...
MNC Licensing Ajak Keluarga Merayakan Liburan Sekolah Bersama Shaun the Sheep Holiday in My Hometown di Pakuwon Mall Solo
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Rekomendasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Berita Terkini
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Program Beasiswa Eramet...
Program Beasiswa Eramet Beyond Angkatan Perdana Resmi Ditutup
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved