Prof. Dr. Ali Muktiyanto Resmi Dilantik sebagai Rektor UT Periode 2025–2030
Senin, 25 Agustus 2025 - 18:17 WIB
loading...
Universitas Terbuka (UT) resmi memasuki era baru kepemimpinan dengan dilantiknya Prof. Dr. Ali Muktiyanto sebagai Rektor UT periode 2025–2030. Foto/UT.
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Universitas Terbuka (UT) resmi memasuki era baru kepemimpinan dengan dilantiknya Prof. Dr. Ali Muktiyanto sebagai Rektor UT periode 2025–2030, menggantikan Dr. Mohamad Yunus dan Prof. Ojat Darojat yang memimpin pada periode sebelumnya.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) UT tentang Pemberhentian Rektor UT 2021–2025 dan Pengangkatan Rektor UT 2025–2030. Sebelumnya, Prof. Ali Muktiyanto menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum.
Baca juga: Berjasa di Bidang Pendidikan, Mendikdasmen Raih Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Ali menegaskan bahwa UT tengah menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi dan globalisasi pendidikan tinggi. Menurutnya, integrasi teknologi digital dalam pendidikan jarak jauh menciptakan peluang sekaligus tantangan baru.
“Digitalisasi dan globalisasi mengubah wajah pendidikan tinggi nasional maupun dunia. Universitas Terbuka harus mampu melakukan diferensiasi, diversifikasi, serta menghadirkan model pendidikan tinggi yang cepat, fleksibel, dan terorganisir,” ujar Prof. Ali, Senin (25/8/2025).
Baca juga: MNC University Luncurkan Program Beasiswa untuk Petugas Damkar dan Pegawai Toko Swalayan
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama global, branding internasional, dan inovasi pembelajaran berkelanjutan agar UT tetap kompetitif di kancah global.
Selama lima tahun ke depan, Prof. Ali akan menjalankan lima strategi utama pengembangan UT yang dijabarkan ke dalam lima belas program prioritas: Empowering Entrepreneurship, Improving Education Access and Quality, Impactful Research and Innovation, Global Competitiveness, serta Good Governance and Cultural Transformation.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh terbaik di dunia dan berdampak dalam
memperluas jangkauan pendidikan tinggi yang inklusif, memperkuat riset dan inovasi yang berdampak, serta mencetak lulusan kompeten dan berdaya saing global.
Dengan kepemimpinan baru ini, Universitas Terbuka diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pionir pendidikan jarak jauh di Indonesia serta memperluas kontribusi di tingkat global.
Ketua MWA UT, Prof. Ainun Naim, menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa UT saat ini telah menembus 700 ribu orang, tersebar di seluruh pelosok Indonesia hingga mancanegara.
“Universitas Terbuka berkomitmen memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas akses pendidikan. Dukungan dari pemerintah juga sangat penting, khususnya dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan,” tegas Prof. Ainun.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menilai kepemimpinan baru UT sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas.
“Banyak calon mahasiswa yang terkendala biaya atau lokasi. UT hadir sebagai solusi untuk memastikan pendidikan tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Majelis Wali Amanat (MWA) UT tentang Pemberhentian Rektor UT 2021–2025 dan Pengangkatan Rektor UT 2025–2030. Sebelumnya, Prof. Ali Muktiyanto menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum.
Baca juga: Berjasa di Bidang Pendidikan, Mendikdasmen Raih Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo
Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Ali menegaskan bahwa UT tengah menghadapi perubahan besar akibat digitalisasi dan globalisasi pendidikan tinggi. Menurutnya, integrasi teknologi digital dalam pendidikan jarak jauh menciptakan peluang sekaligus tantangan baru.
“Digitalisasi dan globalisasi mengubah wajah pendidikan tinggi nasional maupun dunia. Universitas Terbuka harus mampu melakukan diferensiasi, diversifikasi, serta menghadirkan model pendidikan tinggi yang cepat, fleksibel, dan terorganisir,” ujar Prof. Ali, Senin (25/8/2025).
Baca juga: MNC University Luncurkan Program Beasiswa untuk Petugas Damkar dan Pegawai Toko Swalayan
Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama global, branding internasional, dan inovasi pembelajaran berkelanjutan agar UT tetap kompetitif di kancah global.
Selama lima tahun ke depan, Prof. Ali akan menjalankan lima strategi utama pengembangan UT yang dijabarkan ke dalam lima belas program prioritas: Empowering Entrepreneurship, Improving Education Access and Quality, Impactful Research and Innovation, Global Competitiveness, serta Good Governance and Cultural Transformation.
Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh terbaik di dunia dan berdampak dalam
memperluas jangkauan pendidikan tinggi yang inklusif, memperkuat riset dan inovasi yang berdampak, serta mencetak lulusan kompeten dan berdaya saing global.
Dengan kepemimpinan baru ini, Universitas Terbuka diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pionir pendidikan jarak jauh di Indonesia serta memperluas kontribusi di tingkat global.
Ketua MWA UT, Prof. Ainun Naim, menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa UT saat ini telah menembus 700 ribu orang, tersebar di seluruh pelosok Indonesia hingga mancanegara.
“Universitas Terbuka berkomitmen memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas akses pendidikan. Dukungan dari pemerintah juga sangat penting, khususnya dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan,” tegas Prof. Ainun.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menilai kepemimpinan baru UT sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas.
“Banyak calon mahasiswa yang terkendala biaya atau lokasi. UT hadir sebagai solusi untuk memastikan pendidikan tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat,” ungkapnya.
(nnz)
Lihat Juga :