Tim Robot ITS Sabet Dua Penghargaan ABU Robocon 2025 di Mongolia
Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
Tim ABU Robocon ITS (merah) saat bertanding melawan tim robot basket dari India di kompetisi ABU Robocon 2025 di Mongolia. Foto/ITS.
A
A
A
JAKARTA - Tim ABU Robocon dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali sukses menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional.
Setelah raih juara Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025, tim robot ITS yang mewakili Indonesia berhasil sabet penghargaan Best Design dan Kajima Award dalam ajang final ABU Robocon 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia, Minggu (24/8) waktu setempat.
Baca juga: Buktikan kepada Dunia, China Gelar Olimpiade Robot
Ketua Tim ABU Robocon ITS Hafiedz Rosyada mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih timnya dalam pertandingan bertema robot basket se-Asia Pasifik tersebut.
Hafiedz mengaku ia bersama timnya tidak menyangka bisa mendapatkan gelar Best Design Award melalui dua robot basket yang dirancangnya. “Penghargaan tersebut kami dapatkan mungkin berkat desain unik pada robot penerima passing dan mekanisme dribble,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Hafiedz, keunggulan desain tersebut berkat sinergi dua robot andalan timnya yakni Kuroko dan Kagami. Kuroko adalah robot basket dengan dribbling akurat dan menembak yang memiliki tinggi 150 sentimeter.
Baca juga: Kakek Berusia 75 Tahun Ceraikan Istrinya setelah Jatuh Cinta dengan Gadis yang Dihasilkan AI
Sementara itu, robot Kagami dengan tinggi 170 sentimeter dirancang khusus untuk menerima umpan dan menembakkan bola basket ke dalam keranjang.
Selain itu, tim robot dengan nama Rivera ini juga dianugerahi Kajima Award. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari salah satu perusahaan sponsor asal Jepang yang bergerak di bidang infrastruktur. Meskipun tidak berhasil meraih gelar juara pertama, Hafiedz menyampaikan bahwa timnya sangat merasa terhormat karena dapat mewakili Indonesia dan bertanding bersama dengan negara-negara lain se-Asia Pasifik.
Baca juga: Ini Robot Hamil Humanoid Pertama di Dunia Picu Kontroversi di China
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut juga mengakui bahwa level kompetisi di Mongolia ini sangatlah berbeda. Robot-robot dari negara lain dinilai jauh lebih lincah dan memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan lawan-lawan di tingkat nasional. “Di kompetisi yang lebih ketat ini, kami fokus pada optimasi robot basket yang sudah ada serta memperbanyak latihan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penghargaan, tim Rivera memandang bahwa pengalaman ini adalah hal yang paling berharga. Hafiedz menyoroti pentingnya proses dalam pencapaian ITS mewakili ajang ABU Robocon 2025 ini. “Penghargaan hanyalah benda duniawi biasa, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan semangat keras untuk juara,” tegasnya menyemangati.
Setelah raih juara Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2025, tim robot ITS yang mewakili Indonesia berhasil sabet penghargaan Best Design dan Kajima Award dalam ajang final ABU Robocon 2025 di Ulaanbaatar, Mongolia, Minggu (24/8) waktu setempat.
Baca juga: Buktikan kepada Dunia, China Gelar Olimpiade Robot
Ketua Tim ABU Robocon ITS Hafiedz Rosyada mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih timnya dalam pertandingan bertema robot basket se-Asia Pasifik tersebut.
Hafiedz mengaku ia bersama timnya tidak menyangka bisa mendapatkan gelar Best Design Award melalui dua robot basket yang dirancangnya. “Penghargaan tersebut kami dapatkan mungkin berkat desain unik pada robot penerima passing dan mekanisme dribble,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Hafiedz, keunggulan desain tersebut berkat sinergi dua robot andalan timnya yakni Kuroko dan Kagami. Kuroko adalah robot basket dengan dribbling akurat dan menembak yang memiliki tinggi 150 sentimeter.
Baca juga: Kakek Berusia 75 Tahun Ceraikan Istrinya setelah Jatuh Cinta dengan Gadis yang Dihasilkan AI
Sementara itu, robot Kagami dengan tinggi 170 sentimeter dirancang khusus untuk menerima umpan dan menembakkan bola basket ke dalam keranjang.
Selain itu, tim robot dengan nama Rivera ini juga dianugerahi Kajima Award. Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari salah satu perusahaan sponsor asal Jepang yang bergerak di bidang infrastruktur. Meskipun tidak berhasil meraih gelar juara pertama, Hafiedz menyampaikan bahwa timnya sangat merasa terhormat karena dapat mewakili Indonesia dan bertanding bersama dengan negara-negara lain se-Asia Pasifik.
Baca juga: Ini Robot Hamil Humanoid Pertama di Dunia Picu Kontroversi di China
Mahasiswa Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut juga mengakui bahwa level kompetisi di Mongolia ini sangatlah berbeda. Robot-robot dari negara lain dinilai jauh lebih lincah dan memiliki level yang berbeda dibandingkan dengan lawan-lawan di tingkat nasional. “Di kompetisi yang lebih ketat ini, kami fokus pada optimasi robot basket yang sudah ada serta memperbanyak latihan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar penghargaan, tim Rivera memandang bahwa pengalaman ini adalah hal yang paling berharga. Hafiedz menyoroti pentingnya proses dalam pencapaian ITS mewakili ajang ABU Robocon 2025 ini. “Penghargaan hanyalah benda duniawi biasa, yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, berkembang, dan semangat keras untuk juara,” tegasnya menyemangati.
(nnz)
Lihat Juga :