Kunci Rahasia Sahara, Mahasiswa Termuda IPB yang Baru Berusia 15 Tahun
Selasa, 02 September 2025 - 16:09 WIB
loading...
Baru berusia 15 tahun 8 bulan, Sahara Anggelina Putri menjadi mahasiswa termuda IPB University. Foto/IPB.
A
A
A
JAKARTA - Baru berusia 15 tahun 8 bulan, Sahara Anggelina Putri menjadi mahasiswa termuda IPB University. Sahara diterima menjadi mahasiswa Sekolah Vokasi, Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian.
Lulusan SMAN 1 Parakansalak, Sukabumi ini berhasil diterima di kampus yang berlokasi di Bogor ini melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan menempatkan IPB sebagai PTN piihan pertama.
Baca juga: Kisah Safhira, Mahasiswa Termuda ITS yang Baru Berusia 15 Tahun
Perkenalannya dengan IPB University datang dari media sosial, ditambah dengan dorongan kuat dari keluarganya. “IPB University itu salah satu kampus terbaik di Indonesia. Keluarga juga sangat mendukung, sehingga saya semakin termotivasi untuk mendaftar," katanya melalui siaran pers, Selasa (2/9/2025).
Sahara kecil memang telah menunjukkan minat belajar dan kemampuan akademik yang menonjol. Ia menempuh pendidikan anak usia dini (PAUD) selama satu tahun.
Baca juga: Baru Berusia 15 Tahun Yuyun Maemunah Diterima di Unesa, Cita-cita Jadi Guru
Ketika melihat teman-temannya mulai masuk sekolah dasar (SD), Sahara bersikeras tidak ingin bersekolah lagi kecuali langsung ke SD. Meski saat itu usianya belum genap 4 tahun, orang tuanya tetap mendaftarkannya dengan status “anak bawang”.
“Namun, waktu itu ada seorang guru yang melihat saya sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung. Beliau yang mendorong agar saya diterima sebagai murid resmi,” kenangnya menceritakan kisahnya masuk SD.
Keputusan inilah yang menjadi awal perjalanan Sahara menempuh pendidikan lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya. Kini, langkah Sahara berlanjut hingga ke IPB University.
Baca juga: Keren Banget, Siswi Berusia 15 Tahun Ini Berhasil Lulus SNBP 2025 di Unair
Meski lebih muda dari teman-temannya, Sahara tidak merasa minder. Ia justru menjadikan perbedaan usia ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan menjaga konsistensi belajar.
Setiap malam, ia meluangkan waktu selama satu jam untuk melakukan deep learning, mengulas kembali pembelajaran yang didapatkannya di kelas.
“Setiap malam saya usahakan belajar ulang sekitar satu jam. Dengan begitu, saya bisa lebih memahami materi sekaligus melatih cara berpikir kritis dan mendalam,” ungkapnya.
Selain fokus pada perkuliahan, Sahara juga sudah mulai menata rencana masa depannya. Ia ingin memanfaatkan waktu kuliah di IPB University untuk membangun fondasi yang kuat, baik secara akademik maupun keterampilan praktis.
“Saya ingin mencari pekerjaan sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Harapannya, apa yang saya pelajari bisa benar-benar bermanfaat, tidak hanya bagi diri saya, tetapi juga untuk masyarakat,” katanya.
Di tengah era yang menuntut kecepatan dan daya saing tinggi, perjalanan Sahara menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan tekad mampu membuka jalan menuju masa depan yang cerah.
Lulusan SMAN 1 Parakansalak, Sukabumi ini berhasil diterima di kampus yang berlokasi di Bogor ini melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan menempatkan IPB sebagai PTN piihan pertama.
Baca juga: Kisah Safhira, Mahasiswa Termuda ITS yang Baru Berusia 15 Tahun
Awal Mula Kenal IPB
Perkenalannya dengan IPB University datang dari media sosial, ditambah dengan dorongan kuat dari keluarganya. “IPB University itu salah satu kampus terbaik di Indonesia. Keluarga juga sangat mendukung, sehingga saya semakin termotivasi untuk mendaftar," katanya melalui siaran pers, Selasa (2/9/2025).
Sahara kecil memang telah menunjukkan minat belajar dan kemampuan akademik yang menonjol. Ia menempuh pendidikan anak usia dini (PAUD) selama satu tahun.
Baca juga: Baru Berusia 15 Tahun Yuyun Maemunah Diterima di Unesa, Cita-cita Jadi Guru
Ketika melihat teman-temannya mulai masuk sekolah dasar (SD), Sahara bersikeras tidak ingin bersekolah lagi kecuali langsung ke SD. Meski saat itu usianya belum genap 4 tahun, orang tuanya tetap mendaftarkannya dengan status “anak bawang”.
“Namun, waktu itu ada seorang guru yang melihat saya sudah mampu membaca, menulis, dan berhitung. Beliau yang mendorong agar saya diterima sebagai murid resmi,” kenangnya menceritakan kisahnya masuk SD.
Keputusan inilah yang menjadi awal perjalanan Sahara menempuh pendidikan lebih cepat dibandingkan anak-anak seusianya. Kini, langkah Sahara berlanjut hingga ke IPB University.
Baca juga: Keren Banget, Siswi Berusia 15 Tahun Ini Berhasil Lulus SNBP 2025 di Unair
Kunci Sukses Sahara
Meski lebih muda dari teman-temannya, Sahara tidak merasa minder. Ia justru menjadikan perbedaan usia ini sebagai motivasi untuk terus berkembang. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan menjaga konsistensi belajar.
Setiap malam, ia meluangkan waktu selama satu jam untuk melakukan deep learning, mengulas kembali pembelajaran yang didapatkannya di kelas.
“Setiap malam saya usahakan belajar ulang sekitar satu jam. Dengan begitu, saya bisa lebih memahami materi sekaligus melatih cara berpikir kritis dan mendalam,” ungkapnya.
Ingin Beri Manfaat bagi Masyarakat
Selain fokus pada perkuliahan, Sahara juga sudah mulai menata rencana masa depannya. Ia ingin memanfaatkan waktu kuliah di IPB University untuk membangun fondasi yang kuat, baik secara akademik maupun keterampilan praktis.
“Saya ingin mencari pekerjaan sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Harapannya, apa yang saya pelajari bisa benar-benar bermanfaat, tidak hanya bagi diri saya, tetapi juga untuk masyarakat,” katanya.
Di tengah era yang menuntut kecepatan dan daya saing tinggi, perjalanan Sahara menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan tekad mampu membuka jalan menuju masa depan yang cerah.
(nnz)
Lihat Juga :