PB PGRI Imbau Guru Tetap Fokus Mengajar di Tengah Dinamika Nasional
Rabu, 03 September 2025 - 11:43 WIB
loading...
PB PGRI mengimbau guru untuk tetap fokus mengajar dan menyerukan persatuan dan kedamaian. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - PB PGRI mengeluarkan pernyataan sikap menyusul aksi penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil saat ini. Salah satunya adalah imbauan kepada guru untuk tetap fokus mengajar dan menyerukan persatuan dan kedamaian.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, pihaknya memberikan dukungan moral, empati dan solidaritas sebagai sesama anak bangsa terhadap penyampaikan aspirasi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Baca juga: Terungkap! Ada Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominalnya hingga Rp200 Ribu
"Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Bapak Affan Kurniawan, dan
beberapa korban lainnya dalam peristiwa yang seharusnya dapat bersama-sama kita cegah," katanya, melalui siaran pers, Rabu (3/9/2025).
Untuk itu, PB PGRI pun mengajak seluruh anggota PGRI, seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan bahwa penyampaian aspirasi dilakukan secara konstruktif dan menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkis.
PGRI mengajak seluruh guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, perdamaian, dan kondusivitas bangsa. "Perjuangan akan lebih kuat apabila solidaritas ini dibangun dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan saling menghormati," lanjutnya.
Baca juga: Polisi Kejar Aktor Intelektual dan Aliran Dana Demo Ricuh di Jakarta
Selain itu, tambahnya, PB PGRI juga mengajak seluruh anggota, guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk tetap fokus melaksanakan tugas mulia mengajar dan mendidik serta melayani anak didik dengan penuh asah, asih, dan asuh, serta menghormati perbedaan.
"Pengurus Besar PGRI menghimbau para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk aktif membuat narasi dan konten yang positif di media sosial menguatkan persatuan, menyerukan kedamaian, dan mendukung upaya pemerintah dan semua pihak dalam menjaga ketenangan masyarakat. Media sosial hendaknya menjadi ruang edukasi, inspirasi, dan pemersatu bangsa," tambahnya.
Selain itu, Unifah menjelaskan, PB PGRI menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat atas perhatianya pada dunia pendidikan, kualitas, perlindungan, dan kesejahteraan guru baik guru negeri maupun swasta, guru ASN maupun honorer.
"Semoga pemerintah senantiasa memprioritaskan akses dan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan 20 % anggaran pendidikan hanya untuk pendidikan termasuk mendorong penghargaaan sertifikasi guru dalam batang tubuh RUU Sisdiknas yang saat ini tengah dibahas di Parlemen," katanya.
Pengurus Besar PGRI percaya bahwa menyuarakan pendapat melalui dialog yang sehat, konstruktif, adil, dan konsisten menjadi bagian penting dalam memahami permasalahan bangsa untuk dapat segera diselesaikan. "Mari bersama-sama kita terus berjuang dengan cara yang bermartabat demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi mengatakan, pihaknya memberikan dukungan moral, empati dan solidaritas sebagai sesama anak bangsa terhadap penyampaikan aspirasi mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat yang berjuang untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Baca juga: Terungkap! Ada Iming-iming Uang ke Peserta Demo Ricuh, Nominalnya hingga Rp200 Ribu
"Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Bapak Affan Kurniawan, dan
beberapa korban lainnya dalam peristiwa yang seharusnya dapat bersama-sama kita cegah," katanya, melalui siaran pers, Rabu (3/9/2025).
Untuk itu, PB PGRI pun mengajak seluruh anggota PGRI, seluruh guru, pendidik dan tenaga kependidikan bahwa penyampaian aspirasi dilakukan secara konstruktif dan menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkis.
PGRI mengajak seluruh guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk terus menjaga persatuan, kesatuan, perdamaian, dan kondusivitas bangsa. "Perjuangan akan lebih kuat apabila solidaritas ini dibangun dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan saling menghormati," lanjutnya.
Baca juga: Polisi Kejar Aktor Intelektual dan Aliran Dana Demo Ricuh di Jakarta
Selain itu, tambahnya, PB PGRI juga mengajak seluruh anggota, guru, pendidik dan tenaga kependidikan untuk tetap fokus melaksanakan tugas mulia mengajar dan mendidik serta melayani anak didik dengan penuh asah, asih, dan asuh, serta menghormati perbedaan.
"Pengurus Besar PGRI menghimbau para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk aktif membuat narasi dan konten yang positif di media sosial menguatkan persatuan, menyerukan kedamaian, dan mendukung upaya pemerintah dan semua pihak dalam menjaga ketenangan masyarakat. Media sosial hendaknya menjadi ruang edukasi, inspirasi, dan pemersatu bangsa," tambahnya.
Selain itu, Unifah menjelaskan, PB PGRI menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat atas perhatianya pada dunia pendidikan, kualitas, perlindungan, dan kesejahteraan guru baik guru negeri maupun swasta, guru ASN maupun honorer.
"Semoga pemerintah senantiasa memprioritaskan akses dan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan 20 % anggaran pendidikan hanya untuk pendidikan termasuk mendorong penghargaaan sertifikasi guru dalam batang tubuh RUU Sisdiknas yang saat ini tengah dibahas di Parlemen," katanya.
Pengurus Besar PGRI percaya bahwa menyuarakan pendapat melalui dialog yang sehat, konstruktif, adil, dan konsisten menjadi bagian penting dalam memahami permasalahan bangsa untuk dapat segera diselesaikan. "Mari bersama-sama kita terus berjuang dengan cara yang bermartabat demi masa depan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :