Dukung Energi Hijau di Indonesia, UKRIDA Luncurkan Program Profesi Insinyur
Rabu, 03 September 2025 - 13:37 WIB
loading...
Peresmian PSPPI dan pemukulan gong oleh Warek II UKRIDA Oktavia, S.E., M.S.Ak., CA, Jumat (29/8/2025) di Auditorium Kampus II UKRIDA, Jakarta.. Foto/UKRIDA.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) resmi meluncurkan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) sebagai wujud nyata dukungan terhadap transisi energi hijau yang menjadi komitmen Pemerintah Indonesia.
Melalui program studi ini, UKRIDA bertekad mencetak insinyur profesional yang berintegritas, berorientasi pada keberlanjutan (green engineering), serta siap menjawab tantangan era digital.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie daam sambutan virtualnya dari kediaman Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, menegaskan pentingnya peran PSPPI UKRIDA.
Baca juga: Mengintip Gaji Insinyur Minyak di Arab Saudi yang Capai Ratusan Juta per Bulan
“Insinyur Indonesia yang dihasilkan PSPPI UKRIDA akan menjadi lokomotif inovasi hijau, mengakselerasi transformasi digital, serta memastikan setiap solusi teknik berorientasi pada keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, kehadiran insinyur baru dari perguruan tinggi menjadi pondasi penting bagi percepatan reindustrialisasi nasional. Peresmian PSPPI UKRIDA berlangsung di Auditorium Kampus II UKRIDA, Jakarta, Jumat (29/8/2025) yang juga dirangkaikan dengan talkshow inspiratif bertajuk Masa Depan Keinsinyuran Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Teguh Haryono, Sekretaris Jenderal PII, mengungkapkan kondisi ketertinggalan jumlah insinyur Indonesia dibanding negara ASEAN lainnya. “Vietnam memiliki 9.000 insinyur per satu juta penduduk, sedangkan Indonesia baru mencapai 2.671. Artinya, Indonesia masih membutuhkan sekitar satu juta insinyur tambahan untuk menopang pembangunan nasional,” jelasnya.
Melalui program studi ini, UKRIDA bertekad mencetak insinyur profesional yang berintegritas, berorientasi pada keberlanjutan (green engineering), serta siap menjawab tantangan era digital.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie daam sambutan virtualnya dari kediaman Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, menegaskan pentingnya peran PSPPI UKRIDA.
Baca juga: Mengintip Gaji Insinyur Minyak di Arab Saudi yang Capai Ratusan Juta per Bulan
“Insinyur Indonesia yang dihasilkan PSPPI UKRIDA akan menjadi lokomotif inovasi hijau, mengakselerasi transformasi digital, serta memastikan setiap solusi teknik berorientasi pada keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (3/9/2025).
Ia menambahkan, kehadiran insinyur baru dari perguruan tinggi menjadi pondasi penting bagi percepatan reindustrialisasi nasional. Peresmian PSPPI UKRIDA berlangsung di Auditorium Kampus II UKRIDA, Jakarta, Jumat (29/8/2025) yang juga dirangkaikan dengan talkshow inspiratif bertajuk Masa Depan Keinsinyuran Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Teguh Haryono, Sekretaris Jenderal PII, mengungkapkan kondisi ketertinggalan jumlah insinyur Indonesia dibanding negara ASEAN lainnya. “Vietnam memiliki 9.000 insinyur per satu juta penduduk, sedangkan Indonesia baru mencapai 2.671. Artinya, Indonesia masih membutuhkan sekitar satu juta insinyur tambahan untuk menopang pembangunan nasional,” jelasnya.
Lihat Juga :