Pendidikan George Soros, Miliarder yang Diduga sebagai Dalang Demo Ricuh di Indonesia
Kamis, 04 September 2025 - 10:23 WIB
loading...
George Soros beberapa waktu lalu oleh media Rusia, Sputnik menjadi otak di balik demo ricuh yang terjadi di Indonesia. Foto/Instagram @etnow.
A
A
A
JAKARTA - Miliarder Yahudi George Soros beberapa waktu lalu oleh media Rusia, Sputnik diduga menjadi otak di balik demo ricuh yang terjadi di Indonesia. Publik pun menyoroti pribadi George Soros, termasuk riwayat pendidikannya.
Laporan Sputnik ini berdasarkan analis geopolitik yang berfokus pada hubungan internasional. Salah satunya Angela Giuliano yang mencurigai munculnya symbol bendera bajak laut "One Piece" sebagai pengaruh esksternal yang menjadi perdebatan di Indonesia.
Baca juga: Miliarder Yahudi George Soros, NED, dan Dugaan Dalang Demo Ricuh di Indonesia
Soros, yang aktif sejak tahun 1990-an dengan lebih dari USD8 miliar di seluruh dunia dan mendukung kelompok-kelompok seperti TIFA, mungkin juga berkontribusi.
Giuliano mengatakan dugaan keterlibatan mereka menimbulkan pertanyaan tentang agenda tersembunyi yang perlu ditelusuri. "Selain itu, ini terkait dengan fokus Indo-Pasifik baru-baru ini di tengah ketegangan seperti konflik Kamboja-Thailand, yang mengisyaratkan motif geopolitik," ujarnya.
"Ini persis seperti yang terjadi di Serbia. G7 menginginkan diktator lain yang didukung Amerika Serikat, seperti Soeharto di masa lalu," imbuh Jeff J Brown, penulis The China Trilogy dan pendiri Seek Truth From Facts Foundation.
Baca juga: Media Rusia: Miliarder Yahudi George Soros Diduga Dalangi Demo Ricuh di Indonesia
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak sesuai dengan agenda mereka karena dia sedang meningkatkan hubungan dengan China, Rusia, SCO, dan BRICS.
George Soros adalah pengusaha Hungaria-Amerika terkemuka dan filantropis terkenal dunia. Melansir BBC, Soros lahir di Budapest tahun 1930. Ayahnya adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai pengacara.
Ketika Nazi berkuasa, Soros dan keluarganya terpaksa hidup berpisah dengan membawa dokumen palsu yang menyamarkan agama mereka.
Pada usia 17 tahun ia bermigrasi ke Inggris dan meraih gelar sarjana di London School of Economics (LSE) sambal bekerja paruh Waktu sebagai kuli kereta api an pelayan klub malan.
Soros kemudian melanjutkan kuliahnya hingga meraih gelar doctor di LSE. Ia belajar di Bawah bimbingan filsuf Karl Popper yang terkenal karena seruannya untuk demokrasi liberal barat di tahun-tahun pascaperang.
Asupan ilmu mengenai "masyarakat terbuka" inilah yang sangat mempengaruhi ideologi dan karier keuangan George Soros.
Ia mengawali kerajaan bisnisnya dengan bekerja di perbankan investasi di London. Pada 1956 ia beremigrasi ke Amerika Serikat, menghabiskan Waktu di beberapa perusahaan di New York, sebelum mendirikan dana lindung nilai miliknya sendiri pada tahun 1970, hingga kini menjadi sosok miliarder terkemuka dunia.
Itulah sekilas riwayat pendidikan George Soros yang disebut media Rusia sebagai dalang demonstrasi di Indonesia. Semoga bermanfaat.
Laporan Sputnik ini berdasarkan analis geopolitik yang berfokus pada hubungan internasional. Salah satunya Angela Giuliano yang mencurigai munculnya symbol bendera bajak laut "One Piece" sebagai pengaruh esksternal yang menjadi perdebatan di Indonesia.
Baca juga: Miliarder Yahudi George Soros, NED, dan Dugaan Dalang Demo Ricuh di Indonesia
Soros, yang aktif sejak tahun 1990-an dengan lebih dari USD8 miliar di seluruh dunia dan mendukung kelompok-kelompok seperti TIFA, mungkin juga berkontribusi.
Giuliano mengatakan dugaan keterlibatan mereka menimbulkan pertanyaan tentang agenda tersembunyi yang perlu ditelusuri. "Selain itu, ini terkait dengan fokus Indo-Pasifik baru-baru ini di tengah ketegangan seperti konflik Kamboja-Thailand, yang mengisyaratkan motif geopolitik," ujarnya.
"Ini persis seperti yang terjadi di Serbia. G7 menginginkan diktator lain yang didukung Amerika Serikat, seperti Soeharto di masa lalu," imbuh Jeff J Brown, penulis The China Trilogy dan pendiri Seek Truth From Facts Foundation.
Baca juga: Media Rusia: Miliarder Yahudi George Soros Diduga Dalangi Demo Ricuh di Indonesia
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto tidak sesuai dengan agenda mereka karena dia sedang meningkatkan hubungan dengan China, Rusia, SCO, dan BRICS.
Riwayat Pendidikan George Soros
George Soros adalah pengusaha Hungaria-Amerika terkemuka dan filantropis terkenal dunia. Melansir BBC, Soros lahir di Budapest tahun 1930. Ayahnya adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai pengacara.
Ketika Nazi berkuasa, Soros dan keluarganya terpaksa hidup berpisah dengan membawa dokumen palsu yang menyamarkan agama mereka.
Pada usia 17 tahun ia bermigrasi ke Inggris dan meraih gelar sarjana di London School of Economics (LSE) sambal bekerja paruh Waktu sebagai kuli kereta api an pelayan klub malan.
Soros kemudian melanjutkan kuliahnya hingga meraih gelar doctor di LSE. Ia belajar di Bawah bimbingan filsuf Karl Popper yang terkenal karena seruannya untuk demokrasi liberal barat di tahun-tahun pascaperang.
Asupan ilmu mengenai "masyarakat terbuka" inilah yang sangat mempengaruhi ideologi dan karier keuangan George Soros.
Ia mengawali kerajaan bisnisnya dengan bekerja di perbankan investasi di London. Pada 1956 ia beremigrasi ke Amerika Serikat, menghabiskan Waktu di beberapa perusahaan di New York, sebelum mendirikan dana lindung nilai miliknya sendiri pada tahun 1970, hingga kini menjadi sosok miliarder terkemuka dunia.
Itulah sekilas riwayat pendidikan George Soros yang disebut media Rusia sebagai dalang demonstrasi di Indonesia. Semoga bermanfaat.
(nnz)
Lihat Juga :