Mengenal Japan University Football Championship, Pencetak Bintang Sepak Bola Dunia
Kamis, 04 September 2025 - 14:43 WIB
loading...
Japan University Football Championship merupakan salah satu kompetisi sepak bola tingkat universitas paling bergengsi di Jepang. Foto/Instagram Kaoru Mitoma.
A
A
A
JAKARTA - Japan University Football Championship merupakan salah satu kompetisi sepak bola tingkat universitas paling bergengsi di Jepang yang memainkan peran penting dalam pembentukan pemain-pemain profesional kelas dunia.
Lewat turnamen yang mempertemukan tim-tim kampus terbaik dari Jepang, liga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pemain-pemain sepak bola muda.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Pratama Arhan, Pesepak Bola yang Menggugat Cerai Azizah Salsha
Japan University Football Championship, yang secara nasional dikenal sebagai Intercollegiate merupakan turnamen sepak bola antar-universitas di Jepang. Sejak tahun 2013 hingga tahun 2023, turnamen ini diikuti oleh 24 tim universitas dari seluruh penjuru negeri.
Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1953, turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan kepada tim-tim universitas dari daerah atau yang peringkatnya lebih rendah untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Coach Justin, Pundit Bola Indonesia Lulusan Universitas di Amsterdam dan KNVB
Sistem kualifikasinya mirip dengan Japanese Regional Football Champions League, di mana tim-tim terbaik dari masing-masing wilayah lolos ke putaran utama.
Meski begitu, juara turnamen ini tidak otomatis mendapat tempat di kompetisi lain. Jika universitas ingin lolos ke Piala Kaisar (Emperor’s Cup), mereka harus mengikuti kualifikasi tingkat prefektur dan bersaing melawan klub-klub senior non-universitas.
Meski demikian, kejuaraan ini tetap sangat penting bagi para pemain sepak bola universitas, karena menjadi ajang unjuk kemampuan dan pengembangan karier.
Baca juga: Pendidikan Claudia Scheunemann, Pesepak Bola Wanita Indonesia Pertama yang Gabung Klub Eropa
Di Jepang, tim sepak bola sekolah menengah dan universitas sangat dihargai. Walaupun kejuaraan tingkat SMA sering mendapat lebih banyak sorotan media, turnamen universitas tetap berperan besar dalam membina pemain-pemain hebat.
Banyak pemain tim nasional Jepang pernah tampil dalam kompetisi ini atau membela tim universitas semasa muda mereka.
Contoh terbaru adalah Kaoru Mitoma, pemain timnas Jepang yang bermain untuk Universitas Tsukuba hingga tahun 2019. Ia menyatakan bahwa struktur sepak bola dan pendidikan di universitas sangat membantu mempersiapkannya untuk dunia profesional.
Mayoritas pemain yang tampil di kompetisi ini melanjutkan karier mereka sebagai pemain sepak bola profesional maupun semi-profesional setelah lulus dari universitas masing-masing.
Tahun 2023 menjadi edisi terakhir dengan format 24 tim, dimana 8 tim langsung masuk ke babak kedua. Mulai tahun 2024, format turnamen berubah menjadi 28 tim. Hasil babak pendahuluan menentukan 16 tim yang masuk ke Final Round, dan 12 tim lainnya mengikuti Strengthening Round, semacam putaran penguatan atau klasifikasi tambahan.
M/G Shofwatuzzahro
Lewat turnamen yang mempertemukan tim-tim kampus terbaik dari Jepang, liga ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pemain-pemain sepak bola muda.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Pratama Arhan, Pesepak Bola yang Menggugat Cerai Azizah Salsha
Penjelasan Singkat Tentang Japan University Football Championship
Japan University Football Championship, yang secara nasional dikenal sebagai Intercollegiate merupakan turnamen sepak bola antar-universitas di Jepang. Sejak tahun 2013 hingga tahun 2023, turnamen ini diikuti oleh 24 tim universitas dari seluruh penjuru negeri.
Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1953, turnamen ini bertujuan memberikan kesempatan kepada tim-tim universitas dari daerah atau yang peringkatnya lebih rendah untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Coach Justin, Pundit Bola Indonesia Lulusan Universitas di Amsterdam dan KNVB
Sistem kualifikasinya mirip dengan Japanese Regional Football Champions League, di mana tim-tim terbaik dari masing-masing wilayah lolos ke putaran utama.
Meski begitu, juara turnamen ini tidak otomatis mendapat tempat di kompetisi lain. Jika universitas ingin lolos ke Piala Kaisar (Emperor’s Cup), mereka harus mengikuti kualifikasi tingkat prefektur dan bersaing melawan klub-klub senior non-universitas.
Meski demikian, kejuaraan ini tetap sangat penting bagi para pemain sepak bola universitas, karena menjadi ajang unjuk kemampuan dan pengembangan karier.
Baca juga: Pendidikan Claudia Scheunemann, Pesepak Bola Wanita Indonesia Pertama yang Gabung Klub Eropa
Di Jepang, tim sepak bola sekolah menengah dan universitas sangat dihargai. Walaupun kejuaraan tingkat SMA sering mendapat lebih banyak sorotan media, turnamen universitas tetap berperan besar dalam membina pemain-pemain hebat.
Banyak pemain tim nasional Jepang pernah tampil dalam kompetisi ini atau membela tim universitas semasa muda mereka.
Contoh terbaru adalah Kaoru Mitoma, pemain timnas Jepang yang bermain untuk Universitas Tsukuba hingga tahun 2019. Ia menyatakan bahwa struktur sepak bola dan pendidikan di universitas sangat membantu mempersiapkannya untuk dunia profesional.
Mayoritas pemain yang tampil di kompetisi ini melanjutkan karier mereka sebagai pemain sepak bola profesional maupun semi-profesional setelah lulus dari universitas masing-masing.
Tahun 2023 menjadi edisi terakhir dengan format 24 tim, dimana 8 tim langsung masuk ke babak kedua. Mulai tahun 2024, format turnamen berubah menjadi 28 tim. Hasil babak pendahuluan menentukan 16 tim yang masuk ke Final Round, dan 12 tim lainnya mengikuti Strengthening Round, semacam putaran penguatan atau klasifikasi tambahan.
M/G Shofwatuzzahro
(nnz)
Lihat Juga :