697 Mahasiswa Baru Unibang Jalani PKKMB 2025, Begini Harapan Rektor
Kamis, 11 September 2025 - 16:39 WIB
loading...
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Bhakti Asih (Unibang) Tangerang 2025 diikuti oleh 697 mahasiswa baru. Foto/Unibang.
A
A
A
JAKARTA - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru ( PKKMB ) di Universitas Bhakti Asih (Unibang) Tangerang 2025 diikuti oleh 697 mahasiswa baru. Unibang pun berharap ratusan mahasiswa baru ini bisa menjalani perkuliahan dengan lancar hingga menjadi SDM unggul.
Rektor Universitas Bhakti Asih Paristiyanti Nurwandani mengatakan mahasiswa baru ini mesti memiliki kemampuan soft skill dan hard skill. Sehingga mencetak lulusan-lulusan yang harmonis, berakhlak mulia, beradaptasi dan juga kritis, kreatif, serta berintegritas.
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
“Empat tahun ke depan kami ingin jadikan mahasiswa-mahasiswa ini menjadi SDM-SDM (sumber daya manusia) yang unggul,” ujar Paristiyanti di Kampus Unibang, Tangerang, Rabu (10/9/25).
Menurut mantan Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta ini, Unibang sangat mendukung program Kampus Berdampak dari Kemendiktisaintek. Karena, program tersebut, perguruan tinggi tidak saja berdampak pada lingkungan kampus tetapi juga berdampak secara nasional dan global.
“Kita ingin menghasilkan lulusan SDM yang selalu bersinergi harmonis. Kemudian berakhlak mulia, beradaptasi. Kemudian dia juga kritis, kreatif. Saya sangat yakin ‘DUIT’ yang dititipkan untuk mahasiswa kami akan menjadi amanah,” tandasnya
Paristiyanti mengungkapkan kutipan DUIT itu disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IV Wilayah Jawa Barat dan Banten, Lukman, yang merupakan akronim dari: Doa, Usaha, Integritas dan Transformasi.
"Kami mendapat titipan bahwa mahasiswa itu harus punya DUIT: satu doa, dua usaha, ketiga integritas dan transformasi," katanya.
Ia mengharapkan mahasiswa baru menjadi ekosistem yang baik, utamanya bagi berjalannya Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Sehingga menjadi SDM yang unggul dan betul-betul bisa menjadi berdampak bagi dirinya, bagi orang tuanya, bagi Tangerang, bagi Banten, dan bagi Indonesia dan dunia,” tutur Paris.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman mengatakan, mahasiswa di perguruan tinggi dituntut menguasai bahasa Inggris. Sehingga saat mereka lulus tidak lagi takut bekerja di dalam atau di luar negeri.
“Mahasiswa di perguruan tinggi harus menguasai bahasa Inggris supaya saat lulus mereka enggak takut mau bekerja di Indonesia atau di luar negeri,” ujar Lukman.
Ia menuturkan, lulusan perguruan tinggi memiliki banyak peluang. Namun, saat ini tantangan terbesar bagi mahasiswa adalah perkembangan teknologi. “Dimana pun mereka (lulusan perguruan tinggi) masih banyak memiliki peluang. Tentu saja mereka harus ditantang untuk menjadi generasi unggul di 2045 nanti, sebab, kenapa? karena mereka adalah generasi emas penerus bangsa. Mereka akan ditempa di kampus Unibang,” imbuhnya.
Lukman mengatakan proses seorang siswa menjadi mahasiswa merupakan jalan hijrah. Mahasiswa baru membuka lembaran baru untuk meraih cita-citanya. “Nah karena itu dia harus bersiap diri selama empat tahun masa kuliah ini, berhijrah. Supaya ketika lulus dari Unibang dia memiliki peluang sukses dan menjawab tantangan,” kata Lukman.
Ketua Yayasan Bhakti Asih Karang Tengah Tangerang, Sulaiman Ratman, mengatakan Unibang setiap tahun akan terus melakukan pengembangan, utamanya dari sisi akademik.
“Insyaallah makin ke depan makin berkembang Unibang itu. Kami dari Yayasan, sebagai penyelenggara universitas ini, akan selalu memberikan fasilitasi sesuai dengan kebutuhan apa yang disampaikan nanti oleh Ibu Rektor,” kata Sulaiman.
Rektor Universitas Bhakti Asih Paristiyanti Nurwandani mengatakan mahasiswa baru ini mesti memiliki kemampuan soft skill dan hard skill. Sehingga mencetak lulusan-lulusan yang harmonis, berakhlak mulia, beradaptasi dan juga kritis, kreatif, serta berintegritas.
Baca juga: Mahasiswa Untar Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo soal Tantangan dan Soft Skill
“Empat tahun ke depan kami ingin jadikan mahasiswa-mahasiswa ini menjadi SDM-SDM (sumber daya manusia) yang unggul,” ujar Paristiyanti di Kampus Unibang, Tangerang, Rabu (10/9/25).
Menurut mantan Kepala LLDikti Wilayah III Jakarta ini, Unibang sangat mendukung program Kampus Berdampak dari Kemendiktisaintek. Karena, program tersebut, perguruan tinggi tidak saja berdampak pada lingkungan kampus tetapi juga berdampak secara nasional dan global.
“Kita ingin menghasilkan lulusan SDM yang selalu bersinergi harmonis. Kemudian berakhlak mulia, beradaptasi. Kemudian dia juga kritis, kreatif. Saya sangat yakin ‘DUIT’ yang dititipkan untuk mahasiswa kami akan menjadi amanah,” tandasnya
Paristiyanti mengungkapkan kutipan DUIT itu disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) IV Wilayah Jawa Barat dan Banten, Lukman, yang merupakan akronim dari: Doa, Usaha, Integritas dan Transformasi.
"Kami mendapat titipan bahwa mahasiswa itu harus punya DUIT: satu doa, dua usaha, ketiga integritas dan transformasi," katanya.
Ia mengharapkan mahasiswa baru menjadi ekosistem yang baik, utamanya bagi berjalannya Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Sehingga menjadi SDM yang unggul dan betul-betul bisa menjadi berdampak bagi dirinya, bagi orang tuanya, bagi Tangerang, bagi Banten, dan bagi Indonesia dan dunia,” tutur Paris.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman mengatakan, mahasiswa di perguruan tinggi dituntut menguasai bahasa Inggris. Sehingga saat mereka lulus tidak lagi takut bekerja di dalam atau di luar negeri.
“Mahasiswa di perguruan tinggi harus menguasai bahasa Inggris supaya saat lulus mereka enggak takut mau bekerja di Indonesia atau di luar negeri,” ujar Lukman.
Ia menuturkan, lulusan perguruan tinggi memiliki banyak peluang. Namun, saat ini tantangan terbesar bagi mahasiswa adalah perkembangan teknologi. “Dimana pun mereka (lulusan perguruan tinggi) masih banyak memiliki peluang. Tentu saja mereka harus ditantang untuk menjadi generasi unggul di 2045 nanti, sebab, kenapa? karena mereka adalah generasi emas penerus bangsa. Mereka akan ditempa di kampus Unibang,” imbuhnya.
Lukman mengatakan proses seorang siswa menjadi mahasiswa merupakan jalan hijrah. Mahasiswa baru membuka lembaran baru untuk meraih cita-citanya. “Nah karena itu dia harus bersiap diri selama empat tahun masa kuliah ini, berhijrah. Supaya ketika lulus dari Unibang dia memiliki peluang sukses dan menjawab tantangan,” kata Lukman.
Ketua Yayasan Bhakti Asih Karang Tengah Tangerang, Sulaiman Ratman, mengatakan Unibang setiap tahun akan terus melakukan pengembangan, utamanya dari sisi akademik.
“Insyaallah makin ke depan makin berkembang Unibang itu. Kami dari Yayasan, sebagai penyelenggara universitas ini, akan selalu memberikan fasilitasi sesuai dengan kebutuhan apa yang disampaikan nanti oleh Ibu Rektor,” kata Sulaiman.
(nnz)
Lihat Juga :