Seminar dan Workshop K3 Berbasis Teknologi, UWKS Siapkan Lulusan SMK Jadi Tenaga Kerja Global
Senin, 22 September 2025 - 20:36 WIB
loading...
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) berupaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun pendanaan 2025. Foto/Masdarul.
A
A
A
SURABAYA - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) berupaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun pendanaan 2025. Kegiatan ini terlaksana melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup kemitraan bersama SMK Negeri 2 Bangkalan.
Program ini mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Berbasis Teknologi untuk Membangun Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global.”
Baca juga: Rekrutmen PAPK TNI 2025 Resmi Dibuka, Syarat, Jadwal, dan Jurusan yang Dibutuhkan
Tim pelaksana terdiri dari dosen lintas bidang, yaitu Andaryati, Akbar Bayu Kresno Suharso, dan Teguh Pribadi Ikhsan.
Rangkaian kegiatan ini meliputi seminar dan workshop yang diikuti seluruh siswa dan guru SMKN 2 Bangkalan.
Peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam dunia konstruksi, khususnya di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0.
Menurut ketua tim, Akbar Bayu Kresno, SMKN 2 Bangkalan memiliki potensi besar dalam mencetak lulusan berkualitas dengan dukungan pemanfaatan teknologi terkini.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia Raih Juara 2 dan 3 di Teknofest 2025 Istanbul
“Saya mengapresiasi para peserta yang sangat aktif bertanya dan berdiskusi terkait sistem K3 dalam dunia konstruksi. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat memacu semangat siswa untuk terus meningkatkan kompetensi mereka ke depannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/9/2025)
Selama workshop, peserta mendapat kesempatan praktik langsung menggunakan perangkat teknologi pendukung sistem manajemen K3. Mulai dari aplikasi monitoring keselamatan kerja, penggunaan sensor keselamatan, hingga sistem pelaporan digital berbasis teknologi.
Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami konsep K3, tetapi juga terampil dalam mengaplikasikan standar keselamatan sesuai regulasi internasional.
Kepala SMKN 2 Bangkalan, Nur Hazizah, mengapresiasi program ini. “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari UWKS ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru kami. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal penting bagi lulusan, baik yang akan terjun langsung ke dunia kerja maupun yang melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” tuturnya.
Dia menekankan, penguasaan teknologi dalam bidang K3 menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program ini, UWKS berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah vokasi di Jawa Timur serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang lulus dan SMKN 2 Bangkalan optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis berbasis teknologi serta kesadaran tinggi akan pentingnya keselamatan kerja.
Program ini mengangkat tema “Peningkatan Kompetensi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Berbasis Teknologi untuk Membangun Lulusan Unggul dan Berdaya Saing Global.”
Baca juga: Rekrutmen PAPK TNI 2025 Resmi Dibuka, Syarat, Jadwal, dan Jurusan yang Dibutuhkan
Tim pelaksana terdiri dari dosen lintas bidang, yaitu Andaryati, Akbar Bayu Kresno Suharso, dan Teguh Pribadi Ikhsan.
Seminar dan Workshop K3 Berbasis Teknologi
Rangkaian kegiatan ini meliputi seminar dan workshop yang diikuti seluruh siswa dan guru SMKN 2 Bangkalan.
Peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam dunia konstruksi, khususnya di era Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0.
Menurut ketua tim, Akbar Bayu Kresno, SMKN 2 Bangkalan memiliki potensi besar dalam mencetak lulusan berkualitas dengan dukungan pemanfaatan teknologi terkini.
Baca juga: Mahasiswa Indonesia Raih Juara 2 dan 3 di Teknofest 2025 Istanbul
“Saya mengapresiasi para peserta yang sangat aktif bertanya dan berdiskusi terkait sistem K3 dalam dunia konstruksi. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat memacu semangat siswa untuk terus meningkatkan kompetensi mereka ke depannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (22/9/2025)
Selama workshop, peserta mendapat kesempatan praktik langsung menggunakan perangkat teknologi pendukung sistem manajemen K3. Mulai dari aplikasi monitoring keselamatan kerja, penggunaan sensor keselamatan, hingga sistem pelaporan digital berbasis teknologi.
Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami konsep K3, tetapi juga terampil dalam mengaplikasikan standar keselamatan sesuai regulasi internasional.
Kepala SMKN 2 Bangkalan, Nur Hazizah, mengapresiasi program ini. “Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dari UWKS ini sangat bermanfaat bagi siswa dan guru kami. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal penting bagi lulusan, baik yang akan terjun langsung ke dunia kerja maupun yang melanjutkan studi ke jenjang berikutnya,” tuturnya.
Dia menekankan, penguasaan teknologi dalam bidang K3 menjadi nilai tambah bagi lulusan SMK agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan Pendanaan
Kegiatan ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program ini, UWKS berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah vokasi di Jawa Timur serta meningkatkan peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang lulus dan SMKN 2 Bangkalan optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis berbasis teknologi serta kesadaran tinggi akan pentingnya keselamatan kerja.
(nnz)
Lihat Juga :