Perkuat Kewibawaan Akademik, UKRIDA Tambah Deretan Guru Besar Muda
Rabu, 24 September 2025 - 14:27 WIB
loading...
Prof. Dr. Hery Winoto Tj., S.E., M.M. dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA. Foto/UKRIDA.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Kristen Krida Wacana ( UKRIDA ) kembali menorehkan prestasi melalui pengukuhan Prof. Dr. Hery Winoto Tj., S.E., M.M. sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKRIDA.
Dengan usia 47 tahun, Prof. Hery menjadi alumni pertama FEB UKRIDA yang meraih gelar Profesor sekaligus bergabung menjadi deretan profesor muda di UKRIDA.
Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan SK Profesor oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, pada 26 Agustus 2025 yang lalu.
Baca juga: Rekrutmen PAPK TNI 2025 Resmi Dibuka, Syarat, Jadwal, dan Jurusan yang Dibutuhkan
Selain itu, berdasarkan keputusan resmi, Prof. Hery diangkat sebagai Profesor dalam ranting ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis terhitung 1 Juli 2025.
Prof Hery lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat, pada 1978. Perjalanannya di UKRIDA dimulai pada 1996. Ia menjadi pemimpin Majalah Berita Krida Wacana dan tampil sebagai sosok visioner dan komunikator ulung yang mampu menyalakan semangat serta memotivasi rekan-rekannya untuk maju bersama.
Setelah meraih gelar Sarjana Manajemen pada tahun 2000, Prof. Hery melanjutkan studi Magister Manajemen sekaligus mengembangkan karier profesional. Ia dipercaya sebagai Supervisor di PT Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk. sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai Asisten Wakil Rektor III UKRIDA.
Sejak 2001, ia mengabdikan diri sebagai dosen FEB UKRIDA, berbagi ilmu di berbagai institusi pendidikan, dan sejak 2003 aktif sebagai konsultan serta trainer profesional dengan pendekatan inspiratif.
Sebagai Ketua Humas dan Penerimaan Mahasiswa, bersama tim, ia memperkuat citra universitas dan meningkatkan minat calon mahasiswa baru. Kreativitasnya mendorong promosi UKRIDA ke level berikutnya ketika menjabat sebagai Direktur Marketing dan Public Relations, memperluas jaringan kemitraan dan memperkokoh posisi UKRIDA di tengah kompetisi pendidikan tinggi.
Peran berikutnya sebagai Direktur Pengembangan Budaya Organisasi membawanya memimpin berbagai inisiatif inovatif untuk membangun budaya kerja kolaboratif dan produktif. Puncaknya, sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen, ia mendorong peningkatan kualitas akademik, riset, dan reputasi nasional program pascasarjana UKRIDA.
Reputasi akademiknya semakin kokoh setelah meraih Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran pada 2015 dengan fokus pada strategi Sumber Daya Manusia (SDM), budaya organisasi, inovasi manajemen.
Prof. Hery adalah peneliti produktif dengan 794 sitasi Google Scholar, penguji eksternal program doktor, editor jurnal, serta anggota organisasi bergengsi seperti ISEI, FMI, ADI, FUBLIN, AACIM, dan Asosiasi Profesor Indonesia.
Sertifikasi profesional seperti CPHR®, CHCP-A, COMS, dan CEAP semakin menegaskan kapasitasnya sebagai penghubung antara teori dan praktik. Penghargaan Outstanding Lecturer Award (2022 & 2025) dan apresiasi dari Ikatan Dosen Katolik Indonesia (2023) menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya.
Dalam pidato pengukuhannya,
Prof. Hery menekankan pentingnya penguatan kualitas SDM perguruan tinggi agar riset Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, selaras dengan visi nasional pendidikan tinggi.
“Pendidikan adalah usaha kemanusiaan yang menuntut dedikasi, kerja sama, inovasi, dan etika. Peningkatan kualitas dosen, kolaborasi strategis , pemanfaatan teknologi, dan perencanaan berkelanjutan adalah kunci memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat nasional dan global,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Sebuah simbol harapan bahwa kerja keras, integritas, dan semangat inovasi dapat membuka pintu kesuksesan. Wani Devita Gunardi, Sekretaris Senat UKRIDA, juga menegaskan bahwa keberhasilan ini semakin meneguhkan tekad UKRIDA untuk terus mencetak pemimpin di bidang pendidikan yang membawa dampak positif di tengah masyarakat.
Dengan usia 47 tahun, Prof. Hery menjadi alumni pertama FEB UKRIDA yang meraih gelar Profesor sekaligus bergabung menjadi deretan profesor muda di UKRIDA.
Pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan SK Profesor oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, pada 26 Agustus 2025 yang lalu.
Baca juga: Rekrutmen PAPK TNI 2025 Resmi Dibuka, Syarat, Jadwal, dan Jurusan yang Dibutuhkan
Selain itu, berdasarkan keputusan resmi, Prof. Hery diangkat sebagai Profesor dalam ranting ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis terhitung 1 Juli 2025.
Prof Hery lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat, pada 1978. Perjalanannya di UKRIDA dimulai pada 1996. Ia menjadi pemimpin Majalah Berita Krida Wacana dan tampil sebagai sosok visioner dan komunikator ulung yang mampu menyalakan semangat serta memotivasi rekan-rekannya untuk maju bersama.
Setelah meraih gelar Sarjana Manajemen pada tahun 2000, Prof. Hery melanjutkan studi Magister Manajemen sekaligus mengembangkan karier profesional. Ia dipercaya sebagai Supervisor di PT Jasuindo Tiga Perkasa, Tbk. sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai Asisten Wakil Rektor III UKRIDA.
Sejak 2001, ia mengabdikan diri sebagai dosen FEB UKRIDA, berbagi ilmu di berbagai institusi pendidikan, dan sejak 2003 aktif sebagai konsultan serta trainer profesional dengan pendekatan inspiratif.
Sebagai Ketua Humas dan Penerimaan Mahasiswa, bersama tim, ia memperkuat citra universitas dan meningkatkan minat calon mahasiswa baru. Kreativitasnya mendorong promosi UKRIDA ke level berikutnya ketika menjabat sebagai Direktur Marketing dan Public Relations, memperluas jaringan kemitraan dan memperkokoh posisi UKRIDA di tengah kompetisi pendidikan tinggi.
Peran berikutnya sebagai Direktur Pengembangan Budaya Organisasi membawanya memimpin berbagai inisiatif inovatif untuk membangun budaya kerja kolaboratif dan produktif. Puncaknya, sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Manajemen, ia mendorong peningkatan kualitas akademik, riset, dan reputasi nasional program pascasarjana UKRIDA.
Reputasi akademiknya semakin kokoh setelah meraih Doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran pada 2015 dengan fokus pada strategi Sumber Daya Manusia (SDM), budaya organisasi, inovasi manajemen.
Prof. Hery adalah peneliti produktif dengan 794 sitasi Google Scholar, penguji eksternal program doktor, editor jurnal, serta anggota organisasi bergengsi seperti ISEI, FMI, ADI, FUBLIN, AACIM, dan Asosiasi Profesor Indonesia.
Sertifikasi profesional seperti CPHR®, CHCP-A, COMS, dan CEAP semakin menegaskan kapasitasnya sebagai penghubung antara teori dan praktik. Penghargaan Outstanding Lecturer Award (2022 & 2025) dan apresiasi dari Ikatan Dosen Katolik Indonesia (2023) menjadi bukti pengakuan atas dedikasinya.
Dalam pidato pengukuhannya,
Prof. Hery menekankan pentingnya penguatan kualitas SDM perguruan tinggi agar riset Indonesia mampu bersaing di panggung internasional, selaras dengan visi nasional pendidikan tinggi.
“Pendidikan adalah usaha kemanusiaan yang menuntut dedikasi, kerja sama, inovasi, dan etika. Peningkatan kualitas dosen, kolaborasi strategis , pemanfaatan teknologi, dan perencanaan berkelanjutan adalah kunci memperkuat daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tingkat nasional dan global,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu (24/9/2025).
Sebuah simbol harapan bahwa kerja keras, integritas, dan semangat inovasi dapat membuka pintu kesuksesan. Wani Devita Gunardi, Sekretaris Senat UKRIDA, juga menegaskan bahwa keberhasilan ini semakin meneguhkan tekad UKRIDA untuk terus mencetak pemimpin di bidang pendidikan yang membawa dampak positif di tengah masyarakat.
(nnz)
Lihat Juga :