Sosiolog IPB: Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk Jadi Simbol Pembangkangan Sipil

Jum'at, 26 September 2025 - 13:42 WIB
loading...
Sosiolog IPB: Gerakan...
Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Foto/Dok/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk kini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Gerakan ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap fasilitas pengawalan pejabat di jalan raya yang dinilai kerap disalahgunakan. Respons cepat datang dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri langsung mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara penggunaan sirene dan rotator di jalan. Polri juga sedang menyusun ulang aturan baru agar penggunaan sirene hanya boleh dilakukan pada kondisi tertentu dan benar-benar darurat.

Baca juga: Dukung Setop Tot Tot Wuk Wuk, Qodari Ingatkan Pejabat Nggak Boleh Flexing

Tak hanya itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga mengeluarkan surat edaran yang menegaskan agar para pejabat tidak lagi sembarangan menggunakan fasilitas sirene maupun strobo saat berkendara.

Sosiolog IPB University, Dr Ivanovich Agusta, menilai fenomena ini bukan sekadar tren biasa. Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bentuk civil disobedience atau pembangkangan sipil.

“Masyarakat kini sedang memproduksi sanksi sosial yang lebih keras dibandingkan otoritas negara,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Baca juga: Sirene Tot Tot Wuk Wuk Tak Terdengar meski Lalin Sudirman-Thamrin Padat Pagi Ini

Ivanovich, yang juga dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB, menjelaskan ada beberapa pemicu munculnya pembangkangan sipil ini. Di antaranya, diabaikannya aturan hukum, menumpuknya kejengkelan publik, serta menguatnya semangat sipil pasca demonstrasi massal akhir Agustus 2025. Media sosial kemudian memperbesar gaung gerakan ini lewat tagline “Stop Tot Tot Wuk Wuk” yang viral.

Sirene Jadi Simbol Arogansi Elite


Bagi masyarakat, penggunaan strobo dan sirene kerap dianggap sebagai bentuk penyalahgunaan, meski dalam beberapa kasus legal. Persepsi negatif itu tumbuh karena adanya kesenjangan antara aturan formal dan praktik di lapangan, diperparah oleh kesan arogansi serta ketidakadilan sosial.

Baca juga: Kekuatan Protes Warganet: Gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk Paksa Polisi Bekukan Sementara Sirine Pengawalan

Bentuk penyalahgunaan yang sering dikeluhkan publik antara lain penggunaan untuk aktivitas non-darurat, pemakaian yang terlalu sering, gaya berkendara intimidatif, hingga membahayakan pengguna jalan lain. Kondisi ini semakin menegaskan adanya privilese bagi elite.

Minimnya penegakan hukum juga membuat pelanggaran berulang dan publik semakin tidak percaya pada sistem darurat.

“Yang kini membahayakan, respons publik saat mendengar sirene menjadi skeptis,” kata Dr Ivanovich.

Menurutnya, dampak lain dari penyalahgunaan sirene adalah turunnya kepercayaan masyarakat terhadap instruksi petugas di lapangan, bahkan memicu resistensi hingga ketegangan horizontal antar pengguna jalan. Situasi inilah yang akhirnya berpotensi membentuk pembangkangan sipil.

Solidaritas Publik Menguat


Ivanovich menambahkan, resistensi publik ini justru melahirkan solidaritas baru di jalan raya.

“Pengguna jalan yang selama ini terjebak macet kini menguatkan solidaritas publik dan kesadaran kolektif, hingga akhirnya membentuk norma baru kesetaraan posisi di jalan raya. Di pihak lain, elite pun mulai menahan diri, setidaknya dalam beberapa minggu ke depan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa penolakan publik ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, lahir mekanisme kontrol sosial yang efektif untuk menekan arogansi pejabat. Tapi di sisi lain, ada risiko terganggunya tatanan sosial dan keselamatan publik jika tidak disertai kebijakan yang jelas.

“Sirene dan strobo harus digunakan terbatas sesuai undang-undang. Tanpa itu, resistensi publik akan terus menguat,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Pantang Menyerah, Peserta...
Pantang Menyerah, Peserta UTBK 2026 Ini Ujian Pakai Kursi Roda di IPB
Penangkapan Massal Ikan...
Penangkapan Massal Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Efektif? Pakar IPB Sarankan Ini
Dugaan Pelecehan Seksual...
Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa Viral, IPB Janji Tindak Tegas
IPB Run 2026 Usung Tema...
IPB Run 2026 Usung Tema Lestari untuk Bumi, Target 22 Ribu Pelari
IPB Buka 2.481 Kursi...
IPB Buka 2.481 Kursi SNBT 2026, Berapa Skor UTBK yang Jadi Penentu Kelulusan?
ISRAEL MENCEKAM! Hizbullah...
ISRAEL MENCEKAM! Hizbullah Lakukan Balas Dendam, Sirene Kota Nahariya Berbunyi
IPB Dorong Pemanfaatan...
IPB Dorong Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Partisipasi Eiger di...
Partisipasi Eiger di IPB Career Days 2026 Buka Peluang Karier Industri Ekowisata
Rekomendasi
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved