Almamater Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot karena MBG Sebabkan Keracunan Massal
Minggu, 28 September 2025 - 17:13 WIB
loading...
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) jadi sorotan karena kasus keracunan MBG di sejumlah daerah. Foto/Agi Ilmam.
A
A
A
JAKARTA - Nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana , tengah ramai diperbincangkan publik. Ia jadi sorotan setelah meminta maaf terkait dugaan keracunan ribuan anak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengumumkan pembentukan tim khusus perbaikan.
Dalam perkembangannya, Presiden Prabowo Subianto pun turun tangan dengan memanggil Dadan untuk dimintai laporan. Prabowo menegaskan perlunya peningkatan tata kelola sekaligus memberikan arahan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki koki terlatih dan dilengkapi alat rapid test untuk memeriksa kualitas makanan.
Baca juga: SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi Kasus Keracunan MBG
Dadan melaporkan jumlah kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi sepanjang pelaksanaan program. Pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus kejadian. Sementara pada 1 Agustus hingga 27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.
Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang. Dadan menambahkan, faktor lain yang turut memicu insiden tersebut adalah kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).
Baca juga: Instruksi Prabowo Atasi Kasus Keracunan MBG: SPPG Dilengkapi CCTV dan Alat Sterilisasi
Selain pernyataannya soal pentingnya minum susu 2 liter sehari yang sempat viral, riwayat pendidikan Dadan juga menarik untuk dibahas. Sebab, kiprahnya sebagai akademisi dan ilmuwan serangga ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya dipercaya Presiden untuk memimpin BGN.
Menjawab pertanyaan publik tentang kepala BGN Dadan Hindayana lulusan mana, jejak akademiknya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB University). Pada tahun 1990, ia meraih gelar sarjana di bidang Proteksi Tanaman.
Tidak berhenti di situ, Dadan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tahun 1997, ia berhasil menamatkan studi S2 di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Jerman, dengan fokus pada Entomologi Terapan. Dua tahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi tambahan di Leibniz Universität Hannover, Jerman, yang memperkaya kompetensinya.
Baca juga: Prabowo Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perbaikan Tata Kelola MBG
Dadan lalu kembali ke Tanah Air untuk menempuh pendidikan doktoral. Ia kembali ke IPB University dan meraih gelar doktor dalam Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman pada tahun 2000. Rangkaian pendidikan ini menunjukkan betapa panjang perjalanan akademik yang ditempuhnya hingga akhirnya dikenal sebagai pakar entomologi.
Sebelum resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024, Dadan Hindayana lebih dulu dikenal sebagai dosen pascasarjana di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University. Ia aktif mengajar, meneliti, dan mempublikasikan karya ilmiah di bidang entomologi.
Bahkan menurut data Science and Technology Index (SINTA) Kemendikbudristek, Dadan memiliki skor 643 dengan 13 jurnal yang sudah disitasi pada 2024. Salah satu penelitiannya berjudul “Keanekaragaman dan Peran Fungsional Serangga Ordo Cleopatra di Area Reklamasi Pascatambang Batu Bara di Berau, Kalimantan Timur” yang diterbitkan pada 2023.
Penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94/P Tahun 2024 menandai langkah baru dalam pengelolaan gizi nasional.
M/G Nesya Naila Naulia
Dalam perkembangannya, Presiden Prabowo Subianto pun turun tangan dengan memanggil Dadan untuk dimintai laporan. Prabowo menegaskan perlunya peningkatan tata kelola sekaligus memberikan arahan agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki koki terlatih dan dilengkapi alat rapid test untuk memeriksa kualitas makanan.
Baca juga: SPPG Bermasalah Ditutup Sementara untuk Evaluasi dan Investigasi Kasus Keracunan MBG
Dadan melaporkan jumlah kejadian luar biasa (KLB) yang terjadi sepanjang pelaksanaan program. Pada periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025, terbentuk 2.391 SPPG dengan 24 kasus kejadian. Sementara pada 1 Agustus hingga 27 September 2025 bertambah 7.244 SPPG dengan 47 kasus kejadian.
Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang. Dadan menambahkan, faktor lain yang turut memicu insiden tersebut adalah kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).
Baca juga: Instruksi Prabowo Atasi Kasus Keracunan MBG: SPPG Dilengkapi CCTV dan Alat Sterilisasi
Selain pernyataannya soal pentingnya minum susu 2 liter sehari yang sempat viral, riwayat pendidikan Dadan juga menarik untuk dibahas. Sebab, kiprahnya sebagai akademisi dan ilmuwan serangga ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya dipercaya Presiden untuk memimpin BGN.
Almameter Kepala BGN Dadan Hindayana, dari IPB Hingga Jerman
Menjawab pertanyaan publik tentang kepala BGN Dadan Hindayana lulusan mana, jejak akademiknya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB University). Pada tahun 1990, ia meraih gelar sarjana di bidang Proteksi Tanaman.
Tidak berhenti di situ, Dadan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tahun 1997, ia berhasil menamatkan studi S2 di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Jerman, dengan fokus pada Entomologi Terapan. Dua tahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi tambahan di Leibniz Universität Hannover, Jerman, yang memperkaya kompetensinya.
Baca juga: Prabowo Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perbaikan Tata Kelola MBG
Dadan lalu kembali ke Tanah Air untuk menempuh pendidikan doktoral. Ia kembali ke IPB University dan meraih gelar doktor dalam Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman pada tahun 2000. Rangkaian pendidikan ini menunjukkan betapa panjang perjalanan akademik yang ditempuhnya hingga akhirnya dikenal sebagai pakar entomologi.
Dari Akademisi Hingga Kepala Badan Gizi Nasional
Sebelum resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024, Dadan Hindayana lebih dulu dikenal sebagai dosen pascasarjana di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University. Ia aktif mengajar, meneliti, dan mempublikasikan karya ilmiah di bidang entomologi.
Bahkan menurut data Science and Technology Index (SINTA) Kemendikbudristek, Dadan memiliki skor 643 dengan 13 jurnal yang sudah disitasi pada 2024. Salah satu penelitiannya berjudul “Keanekaragaman dan Peran Fungsional Serangga Ordo Cleopatra di Area Reklamasi Pascatambang Batu Bara di Berau, Kalimantan Timur” yang diterbitkan pada 2023.
Penunjukan Dadan sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94/P Tahun 2024 menandai langkah baru dalam pengelolaan gizi nasional.
M/G Nesya Naila Naulia
(nnz)
Lihat Juga :