Peneliti UNJ Inisiasi Gim Literasi Gerak untuk Pembelajaran Tari SMP
Senin, 29 September 2025 - 21:34 WIB
loading...
Peneliti UNJ Dinny Devi Triana siap meluncurkan gim interaktif untuk pembelajaran tari siswa SMP. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) , Dinny Devi Triana siap meluncurkan gim interaktif untuk pembelajaran tari siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) . Gim bertajuk Literasi Gerak tersebut bakal segera mengudara di Google Play Store dalam waktu dekat.
Gim ini merupakan kelanjutan dari projek penempuhan gelar Guru Besar yang ditempuh Dinny pada tahun 2023 silam. Sebelumnya, wanita yang juga Dosen ini memperkenalkan E-Assessment, sebuah platform untuk menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar jarak jauh.
Baca juga: MNC University Fasilitasi Forum OSIS DKI Jakarta Gathering untuk Tingkatkan Kolaborasi dan Kepemimpinan Pelajar
Sementara gim dengan model E-Assessment, yang diberi judul Literasi Gerak, menggunakan notasi laban sebagai pemandu gerak. Dalam pengaplikasiannya, siswa-siswi diharuskan melakukan gerak sesuai simbol kaki dan tangan berdasarkan notasi yang ditampilkan pada aplikasi gim.
“Guru dapat memantau skor dan hasil rekaman permainan melalui E-Assessment. Guru akan mengetahui perkembangan kinestetik siswa melalui e-assessment yang mendiagnosa peroleh skor di setiap Gerakan,” kata Dinny, melalui siaran pers, Senin (29/9/2025).
Untuk diketahui, notasi laban adalah sistem pencatatan gerakan tarian menggunakan simbol yang terstandarisasi. Seperti notasi balok pada musik, notasi ini mendeskripsikan, merekam dan menganalisa gerakan manusia secara sistematis.
Baca juga: Si Jamu dan Si Palu, Jembatan Sinergi Universitas Ciputra dan Universitas Jember
“Penelitian ini bertujuan mengembangkan model E-Assessment Literasi Gerak berbasis notasi tari laban untuk mendiagnostik kecerdasan kinestetik dengan sistem penskoran yang valid dan akurat,” lanjut dosen bergelar Profesor ini.
Prototipe gim ini lantas diuji coba ke sebanyak 10 SMP sepanjang Agustus hingga September 2025. Sembilan di antaranya tersebar di berbagai penjuru Jakarta, sedangkan satu uji coba dilakukan di Banten.
Sembilan sekolah di Jakarta yang dilakukan uji coba aplikasi yakni SMPN 215 (Jakarta Barat), SMPN 159 (Jakarta Barat), SMPN 39 (Jakarta Pusat), SMPN 216 (Jakarta Pusat), SMPN 254 (Jakarta Selatan), SMPN 238 (Jakarta Pusat), SMPN 62 (Jakarta Timur), SMPN 283 (Jakarta Timur) dan SMP Mekar Tanjung (Jakarta Utara).
Sementara satu sekolah di Banten yang kebagian uji coba aplikasi adalah SMPN 16 Kota Serang. Dinny menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan penerapan pembelajaran tari bisa relevan dengan pelajar generasi alpha.
“Assessment yang mengintegrasikan teknologi digital menyelaraskan perkembangan abad ke-21 dalam penerapan pembelajaran mendalam, karena prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan dapat dirasakan siswa dalam model ini,” paparnya.
“Pada pembelajaran tari, penilaian tidak hanya menilai keterampilan gerak, tetapi juga mencakup aspek kognitif dan afektif,” imbuh wanita kelahiran Karawang ini.
Lebih lanjut, Dinny berharap aplikasi Literasi Gerak bisa digunakan secara luas di berbagai penjuru Tanah Air. Dengan begitu, para pelajar di Indonesia bisa merasakan sensasi belajar seni tari yang interaktif dan menyenangakan.
“Semoga Literasi Gerak ini tidak hanya bermanfaat untuk kecerdasan otak, tetapi juga wadah belajar sambil bermain. Aplikasi ini diharapkan bisa digunakan secara luas dan meningkatkan motivasi belajar,” tandasnya.
Guru SMPN 216 Jakarta, Khoirunnisa berterima kasih anak didiknya mendapat kesempatan mencicipi langsung aplikasi interaktif tersebut. Ica, sapaan akrabnya, berharap penelitian berjalan lancar hingga hari peluncuran aplikasi.
“Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada murid-murid memberikan pengalaman praktik langsung terhadap aplikasi dan web. Keren banget, anak-anak happy semoga penelitiannya sukses,” ucap Ica.
Para siswi juga cukup antusias dan menyambut baik uji coba Literasi Gerak. Salah satu siswi SMPN 216, Keivana mengaku gembira lantaran mendapat pengetahuan baru mengenai notasi gerak tari.
“Kami mendapat banyak sekali pengalaman baru dan pengetahuan yang baru dari mulai gerakan-gerakan tari yang menggunakan aplikasi dan juga informasi-informasi bagan dari gerakan kakinya sampai tangannya,” ucap Keivana.
Senada dengan Keivana, Khaira juga antusias dengan adanya uji coba aplikasi tersebut. Gadis berkerudung ini menyebut kegiatan uji coba model E-Assessment menghadirkan pengetahuan baru, tidak hanya mengenai notasi gerak tari tetapi juga sejarahnya.
“Hari ini juga seru banget belajarnya, bukan hanya tentang mengenal gerakan baru, tetapi juga mengenal simbol dan juga penemu dari simbol gerakan tari,” sahut Khaira.
Gim ini merupakan kelanjutan dari projek penempuhan gelar Guru Besar yang ditempuh Dinny pada tahun 2023 silam. Sebelumnya, wanita yang juga Dosen ini memperkenalkan E-Assessment, sebuah platform untuk menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar jarak jauh.
Baca juga: MNC University Fasilitasi Forum OSIS DKI Jakarta Gathering untuk Tingkatkan Kolaborasi dan Kepemimpinan Pelajar
Sementara gim dengan model E-Assessment, yang diberi judul Literasi Gerak, menggunakan notasi laban sebagai pemandu gerak. Dalam pengaplikasiannya, siswa-siswi diharuskan melakukan gerak sesuai simbol kaki dan tangan berdasarkan notasi yang ditampilkan pada aplikasi gim.
“Guru dapat memantau skor dan hasil rekaman permainan melalui E-Assessment. Guru akan mengetahui perkembangan kinestetik siswa melalui e-assessment yang mendiagnosa peroleh skor di setiap Gerakan,” kata Dinny, melalui siaran pers, Senin (29/9/2025).
Untuk diketahui, notasi laban adalah sistem pencatatan gerakan tarian menggunakan simbol yang terstandarisasi. Seperti notasi balok pada musik, notasi ini mendeskripsikan, merekam dan menganalisa gerakan manusia secara sistematis.
Baca juga: Si Jamu dan Si Palu, Jembatan Sinergi Universitas Ciputra dan Universitas Jember
“Penelitian ini bertujuan mengembangkan model E-Assessment Literasi Gerak berbasis notasi tari laban untuk mendiagnostik kecerdasan kinestetik dengan sistem penskoran yang valid dan akurat,” lanjut dosen bergelar Profesor ini.
Prototipe gim ini lantas diuji coba ke sebanyak 10 SMP sepanjang Agustus hingga September 2025. Sembilan di antaranya tersebar di berbagai penjuru Jakarta, sedangkan satu uji coba dilakukan di Banten.
Sembilan sekolah di Jakarta yang dilakukan uji coba aplikasi yakni SMPN 215 (Jakarta Barat), SMPN 159 (Jakarta Barat), SMPN 39 (Jakarta Pusat), SMPN 216 (Jakarta Pusat), SMPN 254 (Jakarta Selatan), SMPN 238 (Jakarta Pusat), SMPN 62 (Jakarta Timur), SMPN 283 (Jakarta Timur) dan SMP Mekar Tanjung (Jakarta Utara).
Sementara satu sekolah di Banten yang kebagian uji coba aplikasi adalah SMPN 16 Kota Serang. Dinny menjelaskan aplikasi tersebut diciptakan penerapan pembelajaran tari bisa relevan dengan pelajar generasi alpha.
“Assessment yang mengintegrasikan teknologi digital menyelaraskan perkembangan abad ke-21 dalam penerapan pembelajaran mendalam, karena prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan dapat dirasakan siswa dalam model ini,” paparnya.
“Pada pembelajaran tari, penilaian tidak hanya menilai keterampilan gerak, tetapi juga mencakup aspek kognitif dan afektif,” imbuh wanita kelahiran Karawang ini.
Lebih lanjut, Dinny berharap aplikasi Literasi Gerak bisa digunakan secara luas di berbagai penjuru Tanah Air. Dengan begitu, para pelajar di Indonesia bisa merasakan sensasi belajar seni tari yang interaktif dan menyenangakan.
“Semoga Literasi Gerak ini tidak hanya bermanfaat untuk kecerdasan otak, tetapi juga wadah belajar sambil bermain. Aplikasi ini diharapkan bisa digunakan secara luas dan meningkatkan motivasi belajar,” tandasnya.
Guru SMPN 216 Jakarta, Khoirunnisa berterima kasih anak didiknya mendapat kesempatan mencicipi langsung aplikasi interaktif tersebut. Ica, sapaan akrabnya, berharap penelitian berjalan lancar hingga hari peluncuran aplikasi.
“Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada murid-murid memberikan pengalaman praktik langsung terhadap aplikasi dan web. Keren banget, anak-anak happy semoga penelitiannya sukses,” ucap Ica.
Para siswi juga cukup antusias dan menyambut baik uji coba Literasi Gerak. Salah satu siswi SMPN 216, Keivana mengaku gembira lantaran mendapat pengetahuan baru mengenai notasi gerak tari.
“Kami mendapat banyak sekali pengalaman baru dan pengetahuan yang baru dari mulai gerakan-gerakan tari yang menggunakan aplikasi dan juga informasi-informasi bagan dari gerakan kakinya sampai tangannya,” ucap Keivana.
Senada dengan Keivana, Khaira juga antusias dengan adanya uji coba aplikasi tersebut. Gadis berkerudung ini menyebut kegiatan uji coba model E-Assessment menghadirkan pengetahuan baru, tidak hanya mengenai notasi gerak tari tetapi juga sejarahnya.
“Hari ini juga seru banget belajarnya, bukan hanya tentang mengenal gerakan baru, tetapi juga mengenal simbol dan juga penemu dari simbol gerakan tari,” sahut Khaira.
(nnz)
Lihat Juga :