Profil Anindityo Arifiadi, Lulusan Teknik Metalurgi ITB yang Kini Berkarier di Volkswagen Group
Senin, 13 Oktober 2025 - 16:06 WIB
loading...
Lulusan Teknik Metalurgi ITB, Anindityo Arifiadi, kini berkarier di perusahaan otomotif raksasa dunia Volkswagen Group. Foto/IG Anindityo.
A
A
A
JAKARTA - Siapa sangka, lulusan Teknik Metalurgi asal Institut Teknologi Bandung (ITB) bisa menembus industri otomotif raksasa dunia sekelas Volkswagen Group di Jerman.
Dia adalah Anindityo Arifiadi, atau akrab disapa Tio, seorang ilmuwan muda Indonesia yang kini menjabat sebagai Materials Development Expert di PowerCo SE, anak perusahaan Volkswagen Group yang fokus mengembangkan baterai kendaraan listrik (EV).
Perjalanan karier Tio bukanlah hal yang instan. Dari laboratorium kampus hingga riset internasional, ia membuktikan bahwa inovasi, keberanian, dan kerja keras mampu membawa anak bangsa ke panggung dunia.
Baca juga: Cerita Albert Lukas, Dinobatkan Jadi Mahasiswa Berprestasi ITB 2025 Berkat Inovasi Sosial
Anindityo Arifiadi merupakan lulusan Teknik Metalurgi ITB dengan IPK hampir sempurna, 3.90 dari 4.00, dan menempati peringkat 1 dari 65 mahasiswa di departemennya. Selama kuliah, ia dikenal aktif di berbagai organisasi mahasiswa, termasuk Ikatan Mahasiswa Metalurgi (IMMG) ITB dan Liga Film Mahasiswa ITB.
Tak berhenti di situ, Tio melanjutkan studi S2 di Seoul National University, Korea Selatan, mengambil jurusan Materials Science and Engineering, dengan IPK 4.20 dari 4.30. Ia menerima Beasiswa Brain Korea 21 dan International Student Scholarship atas prestasi akademiknya.
Baca juga: Profil Devit Febriansyah, Anak Kuli Angkut Kayu dari Sumbar yang Lolos ITB Tanpa Tes
Langkahnya kian gemilang saat diterima di University of Münster, Jerman, tempat ia meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Materials Science & Electrochemistry dengan IPK 0.7 (setara magna cum laude dalam sistem Jerman). Selama masa doktoralnya, Tio bergabung di Martin Winter’s Lab salah satu laboratorium elektrokimia paling bergengsi di Eropa dan menjadi peneliti di MEET Battery Research Center.
Di sela aktivitas akademik, ia sempat menjabat sebagai Vice President ECS Student Chapter Münster, di mana ia mengorganisir berbagai acara ilmiah bersama pakar dari Tesla, Samsung SDI, dan LG Energy Solution.
Baca juga: Inovasi Skrining Kanker Serviks Berbasis AI Mahasiswa UI dan ITB Raih Juara di Qatar
Di sana, ia bertanggung jawab mengembangkan material katoda untuk sel baterai generasi baru, yang menjadi komponen utama dalam kendaraan listrik Volkswagen, Audi, hingga Porsche. Ia memimpin dan berkolaborasi dengan para peneliti internasional untuk menciptakan baterai yang lebih efisien, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Sebelum bergabung di Volkswagen Group, Tio telah berpengalaman di berbagai institusi global seperti Seoul National University, FuturePlay (Korea Selatan), dan TKM Development Japan, tempat ia terlibat dalam proyek biofuel senilai lebih dari USD 700 ribu untuk Indonesia.
Kini, Tio tercatat memiliki 25 publikasi ilmiah internasional dengan lebih dari 90 sitasi, sebagaimana tercantum di akun ResearchGate miliknya. Fokus penelitiannya berkisar pada baterai lithium-ion, elektrolit berperforma tinggi, serta rekayasa material ramah lingkungan untuk kendaraan listrik.
Kontribusinya di bidang ini sejalan dengan visi global menuju transisi energi bersih dan net zero emission. Tak heran, ia menjadi salah satu peneliti muda Indonesia yang paling berpengaruh di bidang teknologi baterai dan energi masa depan.
M/G Nesya Naila Naulia
Dia adalah Anindityo Arifiadi, atau akrab disapa Tio, seorang ilmuwan muda Indonesia yang kini menjabat sebagai Materials Development Expert di PowerCo SE, anak perusahaan Volkswagen Group yang fokus mengembangkan baterai kendaraan listrik (EV).
Perjalanan karier Tio bukanlah hal yang instan. Dari laboratorium kampus hingga riset internasional, ia membuktikan bahwa inovasi, keberanian, dan kerja keras mampu membawa anak bangsa ke panggung dunia.
Baca juga: Cerita Albert Lukas, Dinobatkan Jadi Mahasiswa Berprestasi ITB 2025 Berkat Inovasi Sosial
Profil Singkat Anindityo Arifiadi
Anindityo Arifiadi merupakan lulusan Teknik Metalurgi ITB dengan IPK hampir sempurna, 3.90 dari 4.00, dan menempati peringkat 1 dari 65 mahasiswa di departemennya. Selama kuliah, ia dikenal aktif di berbagai organisasi mahasiswa, termasuk Ikatan Mahasiswa Metalurgi (IMMG) ITB dan Liga Film Mahasiswa ITB.
Tak berhenti di situ, Tio melanjutkan studi S2 di Seoul National University, Korea Selatan, mengambil jurusan Materials Science and Engineering, dengan IPK 4.20 dari 4.30. Ia menerima Beasiswa Brain Korea 21 dan International Student Scholarship atas prestasi akademiknya.
Baca juga: Profil Devit Febriansyah, Anak Kuli Angkut Kayu dari Sumbar yang Lolos ITB Tanpa Tes
Langkahnya kian gemilang saat diterima di University of Münster, Jerman, tempat ia meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Materials Science & Electrochemistry dengan IPK 0.7 (setara magna cum laude dalam sistem Jerman). Selama masa doktoralnya, Tio bergabung di Martin Winter’s Lab salah satu laboratorium elektrokimia paling bergengsi di Eropa dan menjadi peneliti di MEET Battery Research Center.
Di sela aktivitas akademik, ia sempat menjabat sebagai Vice President ECS Student Chapter Münster, di mana ia mengorganisir berbagai acara ilmiah bersama pakar dari Tesla, Samsung SDI, dan LG Energy Solution.
Baca juga: Inovasi Skrining Kanker Serviks Berbasis AI Mahasiswa UI dan ITB Raih Juara di Qatar
Perjalanan Karier dari Peneliti Hingga Ahli Material di Volkswagen Group
Setelah menyelesaikan masa risetnya di MEET Battery Research Center, Anindityo kini berkarier penuh di PowerCo SE – Volkswagen Group, yang berpusat di Salzgitter, Niedersachsen, Jerman.Di sana, ia bertanggung jawab mengembangkan material katoda untuk sel baterai generasi baru, yang menjadi komponen utama dalam kendaraan listrik Volkswagen, Audi, hingga Porsche. Ia memimpin dan berkolaborasi dengan para peneliti internasional untuk menciptakan baterai yang lebih efisien, tahan lama, dan ramah lingkungan.
Sebelum bergabung di Volkswagen Group, Tio telah berpengalaman di berbagai institusi global seperti Seoul National University, FuturePlay (Korea Selatan), dan TKM Development Japan, tempat ia terlibat dalam proyek biofuel senilai lebih dari USD 700 ribu untuk Indonesia.
Kini, Tio tercatat memiliki 25 publikasi ilmiah internasional dengan lebih dari 90 sitasi, sebagaimana tercantum di akun ResearchGate miliknya. Fokus penelitiannya berkisar pada baterai lithium-ion, elektrolit berperforma tinggi, serta rekayasa material ramah lingkungan untuk kendaraan listrik.
Kontribusinya di bidang ini sejalan dengan visi global menuju transisi energi bersih dan net zero emission. Tak heran, ia menjadi salah satu peneliti muda Indonesia yang paling berpengaruh di bidang teknologi baterai dan energi masa depan.
M/G Nesya Naila Naulia
(nnz)
Lihat Juga :