Kuliah Umum MNC University, Angela Tanoesoedibjo Paparkan 5 Soft Skill Penting bagi Mahasiswa
Senin, 13 Oktober 2025 - 17:16 WIB
loading...
Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo saat menjadi pembicara dalam kegiatan PKKMB di MNC University, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (13/10/2025). Foto/Aldhi Chandra S.
A
A
A
JAKARTA - Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo menekankan lima keterampilan nonteknis ( soft skill ) yang wajib dimiliki oleh para mahasiswa. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru di MNC University, Kedoya, Jakarta Barat, Senin (13/10/2025).
Mulanya, Angela mengingatkan, saat ini manusia hidup di era VUCA. Di mana, seluruhnya saling berhubungan.
“Apa itu VUCA? V-nya adalah volatile, U-nya adalah uncertain, tidak jelas. C-nya adalah complex, dan A-nya adalah ambiguity. Kita hidup di era Vuca hari ini, kenapa? Karena kita memang dunia ini sudah sangat-sangat connected. Coba bayangkan isu di satu negara lain itu bisa berdampak terhadap harga pangan di Indonesia, harga energi di Indonesia,” ucap Angela.
Baca juga: MNC University Gelar Seminar AI for Education bagi Guru SKB/PKBM se-DKI Jakarta
“Bisa dibayangkan semua kebijakan-kebijakan yang ada, geopolitik. Dan bahkan kalau adik-adik pegang handphone, TikTok trend yang terjadi itu semua connected di seluruh dunia, yang membuat hidup as we know it semakin rumit, semakin kompleks,” sambung dia.
Ia merujuk terhadap satu lembaga yakni World Economic Forum. Di mana, para pemimpin di forum tersebut mengatakan ada lima soft skill yang harus dimiliki generasi muda.
Baca juga: MNC University Hadir di Edu-Fair SMAN 94 Jakarta, Disambut Antusias dengan Program Beasiswa Hingga 100%
“Mereka mengatakan ada 5 soft skill yang harus dimiliki generasi muda hari ini supaya bisa menghadapi era VUCA di masa depan. Kalau kalian serius tentang masa depan kalian, terapkan 5 ini dari hari ini,” ujar dia.
Pertama adalah Learn How to Learn. Yakni mengembangkan keterampilan untuk menjadi pembelajar yang lebih efektif dan mandiri.
“Bagaimana apa yang kita pelajari itu kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Belajar itu juga perlu namanya untuk curious, untuk selalu penasaran apa sih caranya gimana sih, apa sih konsepnya, mencoba memahami,” ujarnya.
Baca juga: MNC University Gandeng Timedoor Academy Gelar Sharing Session tentang Karier di Jepang
Yang kedua adalah think with data, act with empathy. Ia menuturkan “Data adalah the new oil kalau banyak orang bilang. Karena hari ini kita hidup di era data, tapi data tanpa analisa itu percuma. Kamu punya sekian banyak data-data tapi kamu tidak bisa menganalisanya, percuma,” imbuhnya.
“Jadi apa yang harus kita miliki? Ability untuk bisa critical thinking, membaca data itu dengan konteks, itu penting sekali. Untuk kita bisa punya konteks, tentu kita harus punya wawasan,” kata dia.
Soft skill berikutnya adalah communicate with clarity atau berkomunikasi dengan jelas. Ia menerangkan, soft skill komunikasi ini banyak yang belum menyadari.
Ia menjelaskan, berkomunikasi itu tidak hanya sekedar berbicara, tidak cuma sekedar mengeluarkan kata-kata. Tetapi, harus mengetahui apa yang ingin disampaikan dan cara menyampaikannya.
“Jadi know your audience is very important. Know the context apa yang ingin kalian sampaikan dan speak with clarity. Apa sih yang ingin kalian share? Ini semua bisa dipelajari. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar dia.
Yang keempat adalah collaborate across differences.
“Ini kenapa penting? Karena hari ini adik-adik sekalian, terutama Indonesia, kita hidup di negara yang multikultural. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Poin terpenting adalah bagaimana kita menggunakan perbedaan ini sebagai suatu kekuatan,” jelas dia.
Soft skill yang terakhir adalah Lead with Purpose. Soft skill ini, menurutnya, paling penting untuk generasi muda. Ia menjelaskan, dalam perjalanan ke depannya pasti akan ada tantangan yang dihadapi.
“Saya ingin adik-adik mengingat kembali, why? Why are we doing this? Why are you here? Ingat itu. Karena when you know your purpose, itu akan menjadi kompas dalam kehidupan kalian,” tuturnya.
“Jadi istilahnya, kalian naik gunung, nyasar, buka itu kompasnya lagi. Dia akan menunjukkan jalannya kembali. Agar adik-adik bisa sampai pada tujuan. Ya mungkin adalah belok-beloknya dikit. Tapi keluar kompas, kembali lagi ke tujuan. Belok lagi terjerumus, buka kompasnya. Ingat, why are we here today?,” pungkasnya.
Mulanya, Angela mengingatkan, saat ini manusia hidup di era VUCA. Di mana, seluruhnya saling berhubungan.
“Apa itu VUCA? V-nya adalah volatile, U-nya adalah uncertain, tidak jelas. C-nya adalah complex, dan A-nya adalah ambiguity. Kita hidup di era Vuca hari ini, kenapa? Karena kita memang dunia ini sudah sangat-sangat connected. Coba bayangkan isu di satu negara lain itu bisa berdampak terhadap harga pangan di Indonesia, harga energi di Indonesia,” ucap Angela.
Baca juga: MNC University Gelar Seminar AI for Education bagi Guru SKB/PKBM se-DKI Jakarta
“Bisa dibayangkan semua kebijakan-kebijakan yang ada, geopolitik. Dan bahkan kalau adik-adik pegang handphone, TikTok trend yang terjadi itu semua connected di seluruh dunia, yang membuat hidup as we know it semakin rumit, semakin kompleks,” sambung dia.
Ia merujuk terhadap satu lembaga yakni World Economic Forum. Di mana, para pemimpin di forum tersebut mengatakan ada lima soft skill yang harus dimiliki generasi muda.
Baca juga: MNC University Hadir di Edu-Fair SMAN 94 Jakarta, Disambut Antusias dengan Program Beasiswa Hingga 100%
“Mereka mengatakan ada 5 soft skill yang harus dimiliki generasi muda hari ini supaya bisa menghadapi era VUCA di masa depan. Kalau kalian serius tentang masa depan kalian, terapkan 5 ini dari hari ini,” ujar dia.
Pertama adalah Learn How to Learn. Yakni mengembangkan keterampilan untuk menjadi pembelajar yang lebih efektif dan mandiri.
“Bagaimana apa yang kita pelajari itu kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Belajar itu juga perlu namanya untuk curious, untuk selalu penasaran apa sih caranya gimana sih, apa sih konsepnya, mencoba memahami,” ujarnya.
Baca juga: MNC University Gandeng Timedoor Academy Gelar Sharing Session tentang Karier di Jepang
Yang kedua adalah think with data, act with empathy. Ia menuturkan “Data adalah the new oil kalau banyak orang bilang. Karena hari ini kita hidup di era data, tapi data tanpa analisa itu percuma. Kamu punya sekian banyak data-data tapi kamu tidak bisa menganalisanya, percuma,” imbuhnya.
“Jadi apa yang harus kita miliki? Ability untuk bisa critical thinking, membaca data itu dengan konteks, itu penting sekali. Untuk kita bisa punya konteks, tentu kita harus punya wawasan,” kata dia.
Soft skill berikutnya adalah communicate with clarity atau berkomunikasi dengan jelas. Ia menerangkan, soft skill komunikasi ini banyak yang belum menyadari.
Ia menjelaskan, berkomunikasi itu tidak hanya sekedar berbicara, tidak cuma sekedar mengeluarkan kata-kata. Tetapi, harus mengetahui apa yang ingin disampaikan dan cara menyampaikannya.
“Jadi know your audience is very important. Know the context apa yang ingin kalian sampaikan dan speak with clarity. Apa sih yang ingin kalian share? Ini semua bisa dipelajari. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar dia.
Yang keempat adalah collaborate across differences.
“Ini kenapa penting? Karena hari ini adik-adik sekalian, terutama Indonesia, kita hidup di negara yang multikultural. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Poin terpenting adalah bagaimana kita menggunakan perbedaan ini sebagai suatu kekuatan,” jelas dia.
Soft skill yang terakhir adalah Lead with Purpose. Soft skill ini, menurutnya, paling penting untuk generasi muda. Ia menjelaskan, dalam perjalanan ke depannya pasti akan ada tantangan yang dihadapi.
“Saya ingin adik-adik mengingat kembali, why? Why are we doing this? Why are you here? Ingat itu. Karena when you know your purpose, itu akan menjadi kompas dalam kehidupan kalian,” tuturnya.
“Jadi istilahnya, kalian naik gunung, nyasar, buka itu kompasnya lagi. Dia akan menunjukkan jalannya kembali. Agar adik-adik bisa sampai pada tujuan. Ya mungkin adalah belok-beloknya dikit. Tapi keluar kompas, kembali lagi ke tujuan. Belok lagi terjerumus, buka kompasnya. Ingat, why are we here today?,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :