Mahasiswa Baru MNC University Antusias Ikuti Kuliah Umum Angela Tanoesoedibjo
Senin, 13 Oktober 2025 - 17:38 WIB
loading...
Momen Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo (tengah) berswafoto bersama para mahasiswa baru MNC University pada PKKMB MNC University 2025. Foto/Aldhi Chandra S.
A
A
A
JAKARTA - Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo menjadi pembicara pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di MNC University , Kedoya, Jakarta Barat, Senin (13/10/2025). Seluruh mahasiswa aktif mendengar materi yang disampaikan Angela.
Mayoritas mahasiswa yang mengenakan pakaian batik tersebut tampak serius mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Angela Tanoesodibjo.
Mereka juga terlihat merangkum poin-poin dari paparan yang disampaikan Angela melalui buku catatan dan folder ponsel miliknya.
Baca juga: Kuliah Umum MNC University, Angela Tanoesoedibjo Paparkan 5 Soft Skill Penting bagi Mahasiswa
Bahkan, para mahasiswa juga tampak semangat saat adanya sesi tanya jawab dengan Angela. Angela pun tampak mendengar hingga menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa MNC University.
Setelah pemberian materi, para mahasiswa juga antusias untuk berswafoto dengan Angela. Ia pun tak sungkan untuk berswafoto bersama mahasiswa-mahasiswi MNC University.
Dalam paparannya, Angela mengingatkan, saat ini manusia hidup di era VUCA. Di mana, seluruhnya saling berhubungan.
Baca juga: Satu-Satunya dari Indonesia, MNC University Pamerkan Kelas Eksekutif di Future Festival 2025
“Apa itu VUCA? V-nya adalah volatile, U-nya adalah uncertain, tidak jelas. C-nya adalah complex, dan A-nya adalah ambiguity. Kita hidup di era Vuca hari ini, kenapa? Karena kita memang dunia ini sudah sangat-sangat connected. Coba bayangkan isu di satu negara lain itu bisa berdampak terhadap harga pangan di Indonesia, harga energi di Indonesia,” ucap Angela.
“Bisa dibayangkan semua kebijakan-kebijakan yang ada, geopolitik. Dan bahkan kalau adik-adik pegang handphone, TikTok trend yang terjadi itu semua connected di seluruh dunia, yang membuat hidup as we know it semakin rumit, semakin kompleks,” sambung dia.
Ia merujuk terhadap satu lembaga yakni World Economic Forum. Di mana, para pemimpin di forum tersebut mengatakan ada lima soft skill yang harus dimiliki generasi muda.
Baca juga: MNC University Jalin Kerja Sama dengan Desa Wisata Penglipuran untuk Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat
“Mereka mengatakan ada 5 soft skill yang harus dimiliki generasi muda hari ini supaya bisa menghadapi era VUCA di masa depan. Kalau kalian serius tentang masa depan kalian, terapkan 5 ini dari hari ini,” ujar dia.
Pertama adalah Learn How to Learn. Yakni mengembangkan keterampilan untuk menjadi pembelajar yang lebih efektif dan mandiri.
“Bagaimana apa yang kita pelajari itu kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Belajar itu juga perlu namanya untuk curious, untuk selalu penasaran apa sih caranya gimana sih, apa sih konsepnya, mencoba memahami,” ujarnya.
Baca juga: Prodi Sains Komunikasi MNC University: Cetak Generasi Kreatif, Inovatif, dan Siap Industri
Yang kedua adalah think with data, act with empathy. Ia menuturkan “Data adalah the new oil kalau banyak orang bilang. Karena hari ini kita hidup di era data, tapi data tanpa analisa itu percuma. Kamu punya sekian banyak data-data tapi kamu tidak bisa menganalisanya, percuma,” imbuhnya.
“Jadi apa yang harus kita miliki? Ability untuk bisa critical thinking, membaca data itu dengan konteks, itu penting sekali. Untuk kita bisa punya konteks, tentu kita harus punya wawasan,” kata dia.
Soft skill berikutnya adalah communicate with clarity atau berkomunikasi dengan jelas. Ia menerangkan, soft skill komunikasi ini banyak yang belum menyadari.
Ia menjelaskan, berkomunikasi itu tidak hanya sekedar berbicara, tidak cuma sekedar mengeluarkan kata-kata. Tetapi, harus mengetahui apa yang ingin disampaikan dan cara menyampaikannya.
“Jadi know your audience is very important. Know the context apa yang ingin kalian sampaikan dan speak with clarity. Apa sih yang ingin kalian share? Ini semua bisa dipelajari. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar dia.
Yang keempat adalah collaborate across differences.
“Ini kenapa penting? Karena hari ini adik-adik sekalian, terutama Indonesia, kita hidup di negara yang multikultural. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Poin terpenting adalah bagaimana kita menggunakan perbedaan ini sebagai suatu kekuatan,” jelas dia.
Soft skill yang terakhir adalah Lead with Purpose. Soft skill ini, menurutnya, paling penting untuk generasi muda. Ia menjelaskan, dalam perjalanan ke depannya pasti akan ada tantangan yang dihadapi.
“Saya ingin adik-adik mengingat kembali, why? Why are we doing this? Why are you here? Ingat itu. Karena when you know your purpose, itu akan menjadi kompas dalam kehidupan kalian,” tuturnya.
“Jadi istilahnya, kalian naik gunung, nyasar, buka itu kompasnya lagi. Dia akan menunjukkan jalannya kembali. Agar adik-adik bisa sampai pada tujuan. Ya mungkin adalah belok-beloknya dikit. Tapi keluar kompas, kembali lagi ke tujuan. Belok lagi terjerumus, buka kompasnya. Ingat, why are we here today?,” pungkasnya.
Mayoritas mahasiswa yang mengenakan pakaian batik tersebut tampak serius mendengarkan paparan yang disampaikan oleh Angela Tanoesodibjo.
Mereka juga terlihat merangkum poin-poin dari paparan yang disampaikan Angela melalui buku catatan dan folder ponsel miliknya.
Baca juga: Kuliah Umum MNC University, Angela Tanoesoedibjo Paparkan 5 Soft Skill Penting bagi Mahasiswa
Bahkan, para mahasiswa juga tampak semangat saat adanya sesi tanya jawab dengan Angela. Angela pun tampak mendengar hingga menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh para mahasiswa MNC University.
Setelah pemberian materi, para mahasiswa juga antusias untuk berswafoto dengan Angela. Ia pun tak sungkan untuk berswafoto bersama mahasiswa-mahasiswi MNC University.
Dalam paparannya, Angela mengingatkan, saat ini manusia hidup di era VUCA. Di mana, seluruhnya saling berhubungan.
Baca juga: Satu-Satunya dari Indonesia, MNC University Pamerkan Kelas Eksekutif di Future Festival 2025
“Apa itu VUCA? V-nya adalah volatile, U-nya adalah uncertain, tidak jelas. C-nya adalah complex, dan A-nya adalah ambiguity. Kita hidup di era Vuca hari ini, kenapa? Karena kita memang dunia ini sudah sangat-sangat connected. Coba bayangkan isu di satu negara lain itu bisa berdampak terhadap harga pangan di Indonesia, harga energi di Indonesia,” ucap Angela.
“Bisa dibayangkan semua kebijakan-kebijakan yang ada, geopolitik. Dan bahkan kalau adik-adik pegang handphone, TikTok trend yang terjadi itu semua connected di seluruh dunia, yang membuat hidup as we know it semakin rumit, semakin kompleks,” sambung dia.
Ia merujuk terhadap satu lembaga yakni World Economic Forum. Di mana, para pemimpin di forum tersebut mengatakan ada lima soft skill yang harus dimiliki generasi muda.
Baca juga: MNC University Jalin Kerja Sama dengan Desa Wisata Penglipuran untuk Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat
“Mereka mengatakan ada 5 soft skill yang harus dimiliki generasi muda hari ini supaya bisa menghadapi era VUCA di masa depan. Kalau kalian serius tentang masa depan kalian, terapkan 5 ini dari hari ini,” ujar dia.
Pertama adalah Learn How to Learn. Yakni mengembangkan keterampilan untuk menjadi pembelajar yang lebih efektif dan mandiri.
“Bagaimana apa yang kita pelajari itu kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Belajar itu juga perlu namanya untuk curious, untuk selalu penasaran apa sih caranya gimana sih, apa sih konsepnya, mencoba memahami,” ujarnya.
Baca juga: Prodi Sains Komunikasi MNC University: Cetak Generasi Kreatif, Inovatif, dan Siap Industri
Yang kedua adalah think with data, act with empathy. Ia menuturkan “Data adalah the new oil kalau banyak orang bilang. Karena hari ini kita hidup di era data, tapi data tanpa analisa itu percuma. Kamu punya sekian banyak data-data tapi kamu tidak bisa menganalisanya, percuma,” imbuhnya.
“Jadi apa yang harus kita miliki? Ability untuk bisa critical thinking, membaca data itu dengan konteks, itu penting sekali. Untuk kita bisa punya konteks, tentu kita harus punya wawasan,” kata dia.
Soft skill berikutnya adalah communicate with clarity atau berkomunikasi dengan jelas. Ia menerangkan, soft skill komunikasi ini banyak yang belum menyadari.
Ia menjelaskan, berkomunikasi itu tidak hanya sekedar berbicara, tidak cuma sekedar mengeluarkan kata-kata. Tetapi, harus mengetahui apa yang ingin disampaikan dan cara menyampaikannya.
“Jadi know your audience is very important. Know the context apa yang ingin kalian sampaikan dan speak with clarity. Apa sih yang ingin kalian share? Ini semua bisa dipelajari. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar dia.
Yang keempat adalah collaborate across differences.
“Ini kenapa penting? Karena hari ini adik-adik sekalian, terutama Indonesia, kita hidup di negara yang multikultural. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Poin terpenting adalah bagaimana kita menggunakan perbedaan ini sebagai suatu kekuatan,” jelas dia.
Soft skill yang terakhir adalah Lead with Purpose. Soft skill ini, menurutnya, paling penting untuk generasi muda. Ia menjelaskan, dalam perjalanan ke depannya pasti akan ada tantangan yang dihadapi.
“Saya ingin adik-adik mengingat kembali, why? Why are we doing this? Why are you here? Ingat itu. Karena when you know your purpose, itu akan menjadi kompas dalam kehidupan kalian,” tuturnya.
“Jadi istilahnya, kalian naik gunung, nyasar, buka itu kompasnya lagi. Dia akan menunjukkan jalannya kembali. Agar adik-adik bisa sampai pada tujuan. Ya mungkin adalah belok-beloknya dikit. Tapi keluar kompas, kembali lagi ke tujuan. Belok lagi terjerumus, buka kompasnya. Ingat, why are we here today?,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :