Bahaya Mikroplastik di Air Hujan Jakarta, Pakar IPB Ingatkan Risiko Ancaman Ini

Senin, 20 Oktober 2025 - 20:42 WIB
loading...
Bahaya Mikroplastik...
Temuan mengenai kandungan mikroplastik (MP) dalam air hujan di Jakarta menimbulkan kekhawatiran baru terkait pencemaran di wilayah perkotaan. Foto/Aldhi Chandra.
A A A
JAKARTA - Temuan mengenai kandungan mikroplastik (MP) dalam air hujan di Jakarta menimbulkan kekhawatiran baru terkait pencemaran di wilayah perkotaan.

Guru Besar IPB University dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof Etty Riani, menyebut fenomena ini secara ilmiah sangat mungkin terjadi.

Baca juga: Mikroplastik Telah Masuk ke Organ Tubuh Manusia di Semua Negara

Menurut Prof Etty, mikroplastik, khususnya yang berukuran sangat kecil seperti nanoplastik, memiliki massa ringan sehingga mudah terbawa ke atmosfer.

“Partikel ini bisa berasal dari berbagai sumber di darat seperti gesekan ban mobil, pelapukan sampah plastik yang kering dan terbawa angin, hingga serat pakaian berbahan sintetis,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (20/10/2025).

Saat mikroplastik berada di udara, partikel tersebut dapat mengikuti aliran angin dan kembali turun ke bumi bersama air hujan.

Baca juga: Mengandung Mikroplastik, Dokter Imbau Mandi usai Terkena Air Hujan Jakarta

“Hujan berperan seperti pencuci udara. Mikroplastik yang melayang di atmosfer akan menyatu dengan tetesan air hujan. Karena ukurannya sangat kecil, partikel itu tidak terlihat, sehingga seolah-olah air hujan bersih,” jelas Prof Etty.

Ia menambahkan, sumber mikroplastik di udara kota besar seperti Jakarta sangat beragam. Mulai dari pelapukan berbagai jenis sampah plastik, gesekan ban kendaraan, hingga pakaian sintetis. Faktor lingkungan seperti suhu tinggi dan udara kering juga mempercepat proses pelapukan plastik sehingga partikel halus lebih mudah beterbangan ke atmosfer.

“Tingginya penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi akar masalah. Dari bangun tidur hingga tidur lagi, manusia tidak lepas dari plastik. Akhirnya, plastik akan terurai menjadi mikroplastik dan nanoplastik,” ungkapnya.

Prof Etty menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat. Ia mendorong perubahan pola hidup menuju gaya yang lebih ramah lingkungan.

“Kita perlu hidup lebih sederhana dan kembali ke alam. Kurangi penggunaan plastik, hindari produk perawatan tubuh yang mengandung mikroplastik, dan biasakan memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.

Selain itu, Prof Etty menyoroti pentingnya penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) serta pemberian sanksi bagi pihak yang tidak mendukung kebijakan pengurangan plastik.

“Plastik bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga kesehatan. Di dalamnya ada bahan aditif berbahaya yang bisa memicu gangguan hormonal dan meningkatkan risiko kanker,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Upaya Mengatasi Banjir...
Upaya Mengatasi Banjir di Jakarta, 13 Sungai Dikeruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved