Pelajar SMK Cyber Media Dibekali Jurus Digital Anti Hoaks dan Hate Speech
Selasa, 21 Oktober 2025 - 15:47 WIB
loading...
Penguatan Karakter dan Literasi Digital Cerdas, Kritis Tanpa Hoaks, dan Hate Speech di SMK Cyber Media, Jakarta Selatan. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Kesadaran bermedia sosial secara sehat dan bertanggung jawab di kalangan pelajar perlu digalakkan. Hal ini pun diwujudkan dengan kegiatan bertajuk Penguatan Karakter dan Literasi Digital Cerdas, Kritis Tanpa Hoaks , dan Hate Speech di SMK Cyber Media, Jakarta Selatan.
Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari kalangan pendidikan, media, dan kepolisian yang membahas bahaya hoaks, ujaran kebencian, serta pentingnya sikap kritis di dunia maya.
Kanit Kamneg Baintelkam Mabes Polri AKBP Rezky Suryawijaya menekankan pentingnya sikap kritis dan selektif dalam menerima informasi. Ia mengimbau para pelajar untuk memanfaatkan kanal cek fakta agar tidak mudah termakan berita palsu.
Baca juga: Kemendikdasmen Wajibkan Siswa SD Belajar Bahasa Inggris Tahun Depan
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan ikut menyebar kebencian atau bergabung dalam kelompok yang tidak membawa dampak positif. Dengan karakter yang kuat dan kesadaran digital yang tinggi, kalian bisa menjadi agen perubahan di era informasi ini,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, AKBP Rezky juga mengaitkan pentingnya literasi digital dengan ketahanan nasional, termasuk ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Pemerintah tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan dan kemandirian bangsa. Untuk mendukung itu, generasi muda perlu memiliki ketahanan digital yakni kemampuan memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, dan tidak terpengaruh isu negatif di media sosial. Hoaks bisa menggoyahkan kepercayaan publik terhadap kebijakan positif pemerintah, termasuk di sektor pangan. Maka dari itu, tugas kita bersama menjaga ruang digital agar tetap sehat dan produktif,” tutur Rezky.
Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari kalangan pendidikan, media, dan kepolisian yang membahas bahaya hoaks, ujaran kebencian, serta pentingnya sikap kritis di dunia maya.
Kanit Kamneg Baintelkam Mabes Polri AKBP Rezky Suryawijaya menekankan pentingnya sikap kritis dan selektif dalam menerima informasi. Ia mengimbau para pelajar untuk memanfaatkan kanal cek fakta agar tidak mudah termakan berita palsu.
Baca juga: Kemendikdasmen Wajibkan Siswa SD Belajar Bahasa Inggris Tahun Depan
“Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan ikut menyebar kebencian atau bergabung dalam kelompok yang tidak membawa dampak positif. Dengan karakter yang kuat dan kesadaran digital yang tinggi, kalian bisa menjadi agen perubahan di era informasi ini,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Lebih lanjut, AKBP Rezky juga mengaitkan pentingnya literasi digital dengan ketahanan nasional, termasuk ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Pemerintah tengah fokus pada penguatan ketahanan pangan dan kemandirian bangsa. Untuk mendukung itu, generasi muda perlu memiliki ketahanan digital yakni kemampuan memilah informasi, tidak mudah terprovokasi, dan tidak terpengaruh isu negatif di media sosial. Hoaks bisa menggoyahkan kepercayaan publik terhadap kebijakan positif pemerintah, termasuk di sektor pangan. Maka dari itu, tugas kita bersama menjaga ruang digital agar tetap sehat dan produktif,” tutur Rezky.
Lihat Juga :