Mahasiswi UPNVJ Raih Prestasi Internasional di Green Innovator Academy Filipina

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:28 WIB
loading...
Mahasiswi UPNVJ Raih...
Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Marsya Handini bersama dengan delegasi Indonesia lainnya di Green Innovations Academy Filipina. Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - Mahasiswa Program Studi Sarjana Hubungan Internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta , Marsya Handini, berhasil menorehkan nama Indonesia di kancah global melalui partisipasinya sebagai salah satu delegasi dalam Green Innovator Academy (GIA) 2025.

Acara ini didukung oleh ASEAN Youth Organization (AYO) bekerja sama dengan GIA di Manila, Filipina, pada 13-14 Oktober 2025. Marsya terpilih bersama delegasi lainnya dari berbagai belahan dunia berkat ketekunannya dalam mengikuti Program Magang Kampus Berdampak Mandiri di ASEAN Youth Organization (AYO).

Melalui program ini, Marsya menjadi salah satu perwakilan mahasiswa magang asal Indonesia yang dikirim ke kegiatan bertaraf internasional yang dihadiri oleh 140 peserta dari berbagai negara. Sedikitnya ada 16 delegasi terpilih dari ASEAN, 4 dari Hong Kong, dan 20 dari Jepang berpartisipasi dalam program GIA 2025.

Baca juga: Muhammad Fachrul Hudallah Terpilih Jadi Ketua PPI UK, Rantau Connect Jadi Andalan

Program ini dirancang untuk membina generasi inovator hijau muda yang berkomitmen pada keberlanjutan dengan pola pikir kewirausahaan di kawasan Asia Pasifik. Melalui dialog dengan inovator muda dari beragam latar belakang budaya dan eksplorasi solusi dunia nyata, para peserta mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perspektif multikultural.

Para peserta mengikuti serangkaian kuliah, kunjungan lapangan ke mitra kerja AYO, dan lokakarya untuk membahas solusi, serta mempresentasikannya. Marsya dan seluruh delegasi dibekali dengan keterampilan untuk berkolaborasi lintas batas negara dan budaya, yang memungkinkan mereka untuk mendorong dampak inovatif dan kolektif menuju masa depan yang berkelanjutan.

AYO secara rutin memberikan peluang bagi mahasiswa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk terlibat dalam proyek-proyek besar skala internasional.

Baca juga: Pendidikan Mentereng Moshe Darron Panjaitan, Menantu Erick Thohir yang Lulusan MIT

"Secara berkala kami mengirim delegasi terbaik untuk berperan aktif di dunia Internasional. Marsya dari UPN "Veteran" Jakarta adalah salah satu delegasi magang kampus berdampak kami yang kami kirim ke perhelatan GIA di Filipina, hal ini untuk menunjukkan peran dan kontribusi mahasiswa/i Indonesia dalam panggung internasional," ujar Pendiri AYO Senjaya Mulya, melalui siaran pers, Selasa (21/10/2025).

Selama dua hari acara, Marsya dan para delegasi terlibat dalam kegiatan yang menggabungkan kunjungan lapangan dan diskusi kebijakan. Pada hari pertama, mereka mengunjungi komunitas lokal di Manila, seperti Barangay (Kelurahan) Potrero Malabon dan Barangay Dampalit, di mana mereka menyaksikan langsung tantangan seperti pengelolaan sampah dan banjir, serta inisiatif seperti Zero Waste Carinderia yang mendukung ekonomi sirkular.

Pada hari kedua, fokus bergeser ke sesi panel dan dialog di Mabuhay Tea House dengan tema "Pemuda dalam Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular".

Para peserta, termasuk Marsya, berkolaborasi dengan pakar dari Philippines Reuse Consortium, Children and Youth Major Group to UNEP, dan Break Free From Plastic untuk merumuskan rekomendasi konkret, seperti peningkatan infrastruktur kompos di tingkat komunitas, insentif ekonomi untuk toko-toko lokal, dan penguatan Undang-Undang pengelolaan limbah padat melalui pemantauan masyarakat.

“Sebagai mahasiswi UPN “Veteran” Jakarta, saya tentu sangat bangga karena bisa terpilih diantara interns dari Asia Tenggara untuk ikut dalam projek ini, dampak magang yang difasilitasi kampus ini benar-benar bisa sampai berdampak ke urusan internasional," ucap Marsya penuh bangga.

Prestasi Marsya ini menunjukkan kontribusi pemuda Indonesia dalam isu global, dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak mahasiswa Indonesia lainnya untuk terlibat dalam proyek maupun inisiatif internasional serupa.

“Diskusi Meja Bundar juga menjadi sesi paling dinamis menurut saya, dimana para delegasi berkolaborasi untuk mengidentifikasi tantangan dan mengembangkan solusi alternatif, ini jadi advokasi saya bersama rekan-rekan dari seluruh dunia untuk menjaga lingkungan berbasis komunitas di dunia internasional," tutup Marsya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Berita Terkini
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Daftar 34 PTS yang Masuk...
Daftar 34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026, Ada Kampusmu?
Rekrutmen BPKH 2026...
Rekrutmen BPKH 2026 Resmi Dibuka, Simak 9 Formasi, Syarat, Jadwal, dan Link Pendaftaran
Unair Jadi Kampus Terbaik...
Unair Jadi Kampus Terbaik di Indonesia Versi THE Sustainability Impact Ratings 2026
Jangan Jadi Korban!...
Jangan Jadi Korban! Ini Strategi Melawan Hoaks Lowongan Kerja yang Wajib Diketahui
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved