Pendidikan Ichsanuddin Noorsy, Ekonom yang Sebut China Paling Diuntungkan di Proyek Whoosh

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:40 WIB
loading...
Pendidikan Ichsanuddin...
Riwayat pendidikan pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy. Foto/YouTube Okezone.
A A A
JAKARTA - Riwayat pendidikan pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy akan diulas pada artikel berikut ini. Noorsy menilai bahwa China merupakan pihak yang paling diuntungkan dalam proyek kereta cepat Jakarta–Bandung ( Whoosh ).

Ia menilai proyek tersebut tidak dijalankan dengan mekanisme yang tegas dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai status kerja sama yang dijalankan.

Baca juga: Ichsanuddin Noorsy Sebut China Paling Diuntungkan dalam Proyek Whoosh

Dalam dialog Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (21/10/2025), Noorsy menjelaskan bahwa proyek ini tidak jelas dijalankan dalam skema business to business (B2B) atau business to government (B2G). Ia bahkan menilai terjadi penyimpangan prosedural dalam penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Yang statusnya sebenarnya B2B, tapi kemudian terkena beban negara karena BUMN ditugaskan. Artinya secara prosedur hal dia menjadi tidak tampak tegas, apakah memang konstruksinya B2B atau B2G, itu kalimat penting di situ," katanya.

Baca juga: Ketum Rampai Nusantara Sebut Nggak Perlu Bicara Untung Rugi soal Proyek Kereta Cepat

Noorsy juga menyoroti adanya pergeseran studi kelayakan (feasibility study) proyek dari Jepang ke China yang menurutnya menyimpan tanda tanya besar.

“Kemudian ini kok tiba-tiba bergeser. Ini ada informasi asimetri, nah informasi asimetri dari Jepang bocor ke China. Siapa yang mau bocorin? Siapa yang memimpin negosiasi begitu dan itu masih ditelusuri lebih dalam,” ujarnya.

Riwayat Pendidikan Ichsanuddin Noorsy


Ichsanuddin Noorsy dikenal sebagai akademisi dan pakar ekonomi politik dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum, administrasi publik, dan ekonomi.

Mengutip laman Alumnipedia Unair, Noorsy memulai pendidikan tinggi di Akademi Teknik Tekstil Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jakarta dan lulus pada 1981. Setelah itu, ia melanjutkan studi S-1 Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).



Pendidikan pascasarjana ditempuh di Program Studi Administrasi Publik UI, sebelum kemudian meraih gelar Doktor (S-3) Ilmu Ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair) pada 2011.

Selama menjadi mahasiswa doktoral di Unair, Noorsy aktif menyelenggarakan seminar-seminar ekonomi Islam dan ekonomi mikro, menghadirkan panelis dari luar negeri. Fokusnya saat itu banyak berkaitan dengan analisis ekonomi mikro dan makro, terutama dalam perspektif Islam.

Karier dan Aktivitas Akademik


Selain dikenal sebagai pengamat ekonomi dan politik, Ichsanuddin Noorsy pernah menjadi anggota DPR/MPR RI periode 1997–1999. Ia juga sempat menjabat sebagai Komisaris PT Pelindo II.

Pasca menyelesaikan studi doktoralnya, Noorsy aktif sebagai dosen tamu di berbagai perguruan tinggi, pemateri kuliah umum, serta narasumber seminar ilmiah. Ia juga rutin menulis sebagai kolumnis di media cetak nasional seperti koran, majalah, dan tabloid.

Di luar kegiatan akademis, Noorsy merupakan salah satu pendiri dan anggota Dewan Pengawas KS212.

(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jejak Pendidikan Vidi...
Jejak Pendidikan Vidi Aldiano, Lulusan S2 University of Manchester
Profil Pendidikan Kim...
Profil Pendidikan Kim Seon Ho, Fasih 4 Bahasa di Drakor Can This Love Be Translated?
President University...
President University Resmikan ICPI-PU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia - China
UNEJ-JLASTU China Resmi...
UNEJ-JLASTU China Resmi Teken MoU, Fokus Kolaborasi Pertanian dan Teknologi
Universitas Sunan Gresik...
Universitas Sunan Gresik Jalin Kerja Sama dengan Pusat Pengobatan Tradisional China
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Rekomendasi
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved